Yuk, Berkunjung ke Kawasan Religi Sunan Ampel Surabaya

0
330
Bagian tengah Masjid Ampel, masih disisakan situs lawas.

Pesawat mendarat di Juanda International Airport pukul 12:00, dan malamnya pada pukul 21:00, saya akan melanjutkan naik kereta ke Jakarta dari Stasiun Pasar Turi yang nantinya akan tiba pukul 08:00 keesokan harinya di Stasiun Pasar Senen. Kereta malam sengaja dipilih, sebagai salah satu jurus backpacker untuk menghemat biaya transportasi dan menghapuskan budget akomodasi untuk 1 hari.

Saya punya waktu setengah hari, setelah saya telusuri beberapa tempat menarik di google dengan pertimbangan jarak dan tempat yang belum saya kunjungi di Surabaya, maka saya memutuskan untuk pergi ke Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel. Dari bandara, saya naik damri ke Terminal Bus Bungurasih seharga Rp 25.000, lalu dilanjutkan dengan bus kota sampai di Jembatan Merah seharga Rp 6.000. Dari Jembatan Merah, kemudian dilanjutkan dengan naik ojek online yang hanya memakan waktu belasan menit.

Pada akhirnya sampai juga saya ke tujuan, suguhan gerbang besar bertuliskan “Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel” berada di Jl. Namplungan Kelurahan Ampel. Saya pikir setelah melewati gerbang maka kami sudah memasuki area makam, namun ternyata masih harus melewati pasar dan masuk komplek lagi sebelum akhirnya sampai.

Masjid Ampel.
Arsitektur yang kaya akan makna di salah satu sudut yang lain di bagian tengah.

Saya mulai mengunjungi Masjid Ampel untuk melihat-lihat arsitektur tua di dalamnya. Menurut sumber, masjid ini memiliki usia tertua di Jawa Timur yang berdiri sejak tahun 1420 M pada zaman Majapahit, terlihat akulturasi Arab dan China pada arsitekturnya. Oleh Walikota Surabaya, Masjid ini ditetapkan sebagai warisan budaya, dan dari Masjid inilah Raden Mohammad Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel, salah satu dari Walisongo menyebarkan Islam di Jawa. Menurut sumber, beliau adalah anak dari Sunan Gresik dan beliau lahir di Champa, sebuah kerajaan di Vietnam Selatan.

Area Makam.
Beduk yang berada di teras Masjid Ampel.

Hanya beberapa meter dari Masjid, terdapat area makam, di situlah Sunan Ampel bersama istri dan anak-anaknya dimakamkan. Selain itu, terdapat makam-makam yang lain termasuk para tokoh diantaranya Mbah Bolong dan Mbah Soleh. Peziarah yang datang ke sini selalu ramai, mungkin karena lokasinya berada di kawasan Kota Surabaya. Peziarah yang masuk makam harus melepas alas kaki demi kebersihan dan kesucian. Arsitektur gerbang makam bernuansa timur tengah dengan warna putih kehijauan sangat menarik dipandang. Ditambah, bersihnya lantai keramik dengan kawasan terbuka yang dirindangi pohon membuat para peziarah nyaman berada di sana sambil membaca Surat Yasin dan bacaan-bacaan lainnya.

Air Sumur Keramat yang bisa langsung diminum.

Pada dekat makam terdapat juga sebuah sumur atau bisa dibilang air keramat yang bisa langsung diminum. Air dialirkan ke setiap keran, sehingga pengunjung lebih mudah untuk mengambilnya. Airnya sangat segar, banyak para pengunjung mengambil air dengan botol plastik untuk dibawa pulang.

Jangan Lewatkan Wisata Kuliner dan Belanja Oleh-oleh.

Berwisata rasanya kurang lengkap tanpa kulineran dan belanja sedikit oleh-oleh. Pada Kampung Ampel ini banyak tersedia makanan-makanan bernuansa Timur Tengah seperti nasi kebuli, kebab, nasi briyani, dll. Untuk oleh-oleh, tersedia aneka jajanan kurma, dan yang lainnya, serta pernak-pernik muslim seperti kosmetik, peci, parfum, dll.

Itulah aktifitas yang bisa dilakukan di Kawasan Wisata Ampel, bagi yang Muslim selain wisata dan kulineran, Insya Allah ada pahala dan berkah yang didapat.

Hari pun sudah mulai gelap, saya kembali memesan ojek online ke Stasiun Pasar Turi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kawasan ini, waktu tempuh hanya sekitar belasan menit. Oh iya, jika kalian pesan transportasi online, kalian harus menunggu di pintu masuk kawasan peziarah, karena transportasi online / masal, dan para pedagang dilarang memasuki kawasan parkir para peziarah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.