Wisata Sejarah Perang di Museum Dharma Wiratama, Yogyakarta.

0
202
Gedung museum.

Keluhan utama ketika mempelajari sejarah adalah rasa bosan, ngantuk, dan hafalan yang super banyak. Jika kalian memiliki anggapan seperti itu tentang sejarah, mungkin wisata sejarah khusus perang bisa mengubah pandangan kalian.

Ketika melihat tank baja, senjata, dan pakaian perang, pasti rasa bosan kamu akan hilang. Melalui wisata sejarah khusus perang, kita akan menengok kembali kisah peperangan yang terjadi di masa lampau. Kita juga bisa mengetahui bagaimana strategi, aksi heroik, dan senjata rakitan yang dulu sempat digunakan secara langsung.

Tank baja yang dipakai perang kemerdekaan.

Salah satu tempat wisata sejarah perang yang bisa kalian kunjungi adalah Museum Dharma Wiratama di Yogyakarta. Museum ini merupakan salah satu dari banyak museum yang dikelola oleh Dinas Sejarah Angkatan Darat. Tidak heran bila tema utama dari museum ini adalah militer. Ingin tahu lebih banyak tentang Museum Dharma Wiratama? Tulisan ini akan membahas bagaimana wisata sejarah ke museum keren ini serta apa saja keunikan dan nilai nilai yang bisa kita dapat di sini.

Museum Modern dan Tertata Rapih

Berbeda dengan museum militer lain, Dharma Wiratama memiliki tata museum yang rapih dan modern. Penggunaan alat peraga yang informatif adalah ciri khas utama dari museum ini. Hari Kamis, 31 oktober 2019, saya mengunjungi museum ini. Ketika sampai, banyak alat perang dan kendaraan perang berjejer di halaman museum. Ada tank, senjata otomatis, dan alat perang lainnya. Rata-rata alat perang itu dipakai di beberapa perang penting dalam sejarah Indonesia. Ada yang dipakai menumpas pemberontakan di daerah-daerah tertentu dan ada juga senjata perang yang digunakan untuk melawan negara lain. Pokoknya penggunaan senjata ini sering terjadi dalam periode 1945 sampai 1966.

Infografis penjelasan sejarah Palagan Makasar.

Kesan museum yang modern dan tertata rapih akan terasa ketika kita menyusuri ruangan pertama sekaligus ruang utama di Museum Dharma Wiratama. Penggunaan media, seperti infografis, tayangan video, bahkan mural di dinding sangat efektif bagi kita untuk memahami cerita sejarah militer di Indonesia. Narasi utama dari museum ini adalah berbagai peperangan yang terjadi untuk mempertahankan kemerdekaan, mulai dari peristiwa 10 November 1945, Serangan Umum 1 Maret, dan peristiwa sejarah lokal di berbagai daerah. Bahkan, cakupan wilayah yang terpampang di museum sejarah perang ini sangat luas. Ada dari Jawa, Sumatera, Makassar, Bali, dan daerah lainnya.

Banyak hal terjadi dalam periode mempertahankan kemerdekaan dan semuanya dijelaskan di Museum Dharma Wiratama. Yang menarik, di museum ini dipamerkan beberapa benda yang sempat dipakai perang. Mulai dari senjata api rakitan, radio penghubung, bahkan keris dan peralatan makan dari prajurit tentara yang berperang. Benda-benda dan kisah dibaliknya mampu membawa kita ke masa lalu. Edukator dan guide museum pun dapat menambah wawasan kita tentang periode perang di masa-masa tersebut.

Gedung museum.

Bukan hanya tentang kekuatan militer dan alat perang saja, kisah-kisah masyarakat sipil juga banyak ditampilkan di museum ini. Contohnya, ada beberapa poster kemerdekaan yang menyebarkan semangat melawan penjajahan. Poster-poster itu adalah karya seniman Indonesia, salah satunya adalah Affandi. Lalu, ada juga pameran tentang alat bantu yang digunakan tim medis Republik Indonesia ketika perang. Dari berbagai koleksi itu, kita bisa belajar bahwa sejarah bukan hanya tentang senjata dan militer, tapi peran rakyat biasa  yang juga menginginkan kemerdekaan.

Tertarik menelusuri sejarah perang kemerdekaan? Berita baiknya, tiket masuk ke museum ini gratis! Dengan semua media interaktif dan digital yang digunakan, menelusuri museum ini akan sangat menyenangkan. Yuk ke Museum Dharma Wiratama!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.