Wisata Sejarah Ke Situs Biting, Lumajang

0
141
Batu bata, yang digunakan untuk membuat benteng.

Lumajang adalah kota di mana orang Jawa dan Madura hidup berdampingan. Selain itu kota yang dikenal sebagai Kota Pisang ini memiliki keindahan alam yang luar biasa. Tak heran banyak destinasi wisata yang wajib untuk dikunjungi di daerah ini seperti air terjun, danau, goa, dan gunung. Lumajang masih memiliki destinasi wisata bertajuk sejarah dan religi. Keberadaan tempat wisata tersebut membuktikan bahwa destinasi wisata tak harus melulu tentang keindahan alam. Keindahan masa lalu pun tak kalah menarik untuk ditelusuri. Oleh karena itu tulisan ini akan bercerita tentang salah satu situs bersejarah yang ada di Kabupaten Lumajang.

Perjalanan panjang sejarah Kota Lumajang berkaitan dengan keberagaman budaya serta tradisi Madura dan Jawa yang melebur jadi satu. Akulturasi atau peleburan budaya ini disebut Pendhalungan. Sayangnya hanya sedikit orang yang tahu, bahkan kebanyakan masyarakat Lumajang sendiri banyak yang baru mengetahui fakta penting ini sebagai indentitas daerah mereka.

Ada salah satu sisa-sisa kebesaran Kerajaan Lumajang Tigang Juru, sebuah kerajaan di Lumajang, yaitu Situs Biting. Situs ini merupakan situs arkeologis berupa bastion (bagian sudut benteng) yang terletak di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Lagi-lagi situs bersejarah ini masih belum terekspos dikalangan wisatawan. Situs ini hanya sering dikunjungi oleh arkeolog dan warga sekitar . Itupun karena mereka ingin mencari rumput di sekitar situs saja.

Jalan menuju bastion, yang merupakan reruntuhan benteng.

Nama Biting sendiri merujuk Bahasa Madura yang artinya benteng. Pada zaman dahulu, di area situs ini terdapat sebuah kerajaan yang didirikan oleh Prabu Arya Wiraraja, seorang adipati dari Sumenep, Madura. Hal yang membuat benteng ini menarik adalah dulunya benteng ini dikelilingi oleh empat sungai. Setiap lekukan sungai memiliki satu bastion dengan panjang 10 km, lebar 6 m, dan tinggi 10 meter. Tak heran Kerajaan Lumajang dikenal dengan sebutan Kerajaan Majapahit Timur.

For your info nih, tak hanya Situs Biting yang memiliki relasi dengan Kerajaan Lumajang. Masih terdapat beberapa situs lagi seperti situs Candi Randuagung, Situs Benteng Pajarakan, Situs Prasasti Ranu Kumbolo, dll. Selain itu, jika kalian tidak memiliki waktu untuk mengunjungi berbagai situs yang ada di Kabupaten Lumajang, kalian bisa nih mampir ke museum daerah yang terletak di dekat Terminal Minak Koncar. Di sana kalian bisa melihat replikan dan informasi tentang kebudayaan Lumajang.

Akses menuju Situs Biting

Akses menuju Situs Biting tergolong mudah karena dekat dengan Terminal Minak Koncar. Dari terminal Minak Koncar, kalian hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit jika menggunakan kendaraan bermoto. Jika berangkat dari Kota Lumajang, kalian hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai di tujuan. Sedangkan dari Stasiun Klakah, kalian hanya memerlukan waktu sekitar 30-40 menit. Terkait biaya masuk ke Situs Biting, kalian tidak akan dipungut biaya apapun alias gratis.

Terlihat reruntuhan bastion dari atas.
Tips dan Saran

Untuk mengunjungi Situs Biting, kalian perlu  melakukan hal-hal berikut:

  • Mematuhi aturan yang telah ada.
  • Jika kalian menaiki sepeda motor, parkirkan motor kalian di dekat situs. Namun, jika kalian menaiki mobil, parkirkan mobil di parkiran yang dikelola oleh warga.
  • Datang saat pagi hari agar kalian bisa bertemu dengan juru kunci.

Selain tips di atas, kalian juga perlu mengetahui hal-hal apa yang tak boleh kalian lakukan di Situs Biting. Di situs ini kalian tidak boleh berkata kotor, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak boleh menaiki situs sebelum mendapat izin dari juru kunci. Menurut penuturan juru kunci, barang siapa yang bertingkah tidak sopan akan mendapat gangguan mistis dari penunggu Situs Biting. Mungkin larangan ini terdengar tidak masuk akal, namun tidak ada salahnya untuk mematuhi peraturan yang telah ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.