Wisata Sejarah ke Museum Radya Pustaka

0
362
Tampak depan Museum Radya Pustaka.

Solo adalah daerah bersejarah di Jawa Tengah. Masa lalu kota ini banyak sekali berhubungan dengan sejarah zaman kolonial Belanda. Solo juga memiliki Keraton Surakarta dan Mangkunegaran sehingga menelusuri masa lalu di Solo adalah hal wajib bagi wisatawan. Dari panjangnya sejarah Solo ada sebuah tempat yang bisa merangkum masa lalu yaitu Museum Radya Pustaka. Museum ini adalah salah satu museum tertua di Indonesia dan didirikan pada tahun 1890 pada zaman Sri Susuhunan Pakubuwono IX.

Museum Radya Pustaka memiliki banyak sekali koleksi bersejarah, terutama dari sisi budaya seperti lukisan, keris, lukisan kuno, bahkan naskah naskah kuno dari Keraton Surakarta. Sebenarnya museum ini bukan museum paling bagus untuk dikunjungi, tapi museum ini memiliki keunikan dan karakter yang berbeda dari museum lain.

Koleksi dan Keunikan Museum

Kebetulan Solo sedang hujan, siang hari yang terik menjadi mendung dan gerimis. Saya memasuki komplek museum lalu melakukan registrasi. Ternyata biaya masuk ke museum gratis. Aroma kemenyan dan sesajen begitu semerbak di ruangan seakan mengucapkan selamat datang kepada wisatawan. Ada beberapa ruangan utama di museum ini, mulai dari ruangan yang berisi alat rumah tangga keraton seperti berbagai macam senjata, arca peninggalan Mataram Kuno, sampai alat-alat musik dari keraton.

Koleksi senjata tradisional, yaitu keris.

Pertama-tama kita bisa menyusuri koleksi di ruangan senjata. Senjata yang ada di Radya Pustaka beragam jenisnya, mulai dari pisau, kapak, keris, bedil, sampai meriam. Uniknya banyak koleksi senjata modern dari Eropa seperti bedil dan senapan. Memang dibandingkan keraton lain, Keraton Surakarta bisa dibilang dipengaruhi oleh budaya Eropa. Senjata berumur ratusan tahun itu menarik sekali untuk diamati. Selain, itu bagian seni pertunjukan juga menarik untuk diamati. Ada koleksi wayang, gamelan, dan beberapa alat ritual kuno.

Bagian museum lain yang menarik adalah perpustakaannya, sebagaimana makna Radya Pustaka itu sendiri. “Radya” berarti negara atau keraton sedangkan “Pustaka” artinya perpustakaan, maka Radyapustaka berarti perpustakaan keraton atau negara. Pada awalnya memang museum ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan naskah naskah dari keraton dan tempat penyimpanan beberapa aset penting. Radyapustaka memiliki 400 lebih naskah kuno, beberapa tertulis dengan aksara Jawa, beberapa juga dengan Bahasa Belanda. Museum ini pun tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata sejarah saja, tapi banyak juga peneliti yang datang untuk melakukan riset naskah kuno. Sayangnya perpustakaan ini tertutup untuk wisatawan, jadi kita tidak bisa masuk dan melihat ratusan koleksi naskah kuno itu.

Koleksi alat musik gamelan yang berusia ratusan tahun.

Koleksinya yang terbentang dari urusan senjata, politik, arsip, sampai seni membuat museum ini menarik untuk diamati. Apalagi jika kita mempunyai ketertarikan terhadap budaya Jawa, dijamin betah dan senang! Tetapi walaupun banyak hal menarik dan membanggakan soal museum ini, ada juga beberapa kelemahannya. Salah satunya adalah penyajian koleksi-koleksi museum yang kurang menarik, terlihat dari minimnya informasi visual terkait museum, minimnya penyajian koleksi yang artistik, dan beberapa koleksi yang secara sepintas kurang terawat. Lalu, ketika museum-museum lain sudah menggunakan wahana interaksi digital, museum ini masih tetap bertahan dengan cara yang konvensional. Mungkin pengurus museum harus lebih memperhatikan lagi hal-hal terkait edukasi, penyampaian informasi, dan pengemasan museum agar lebih menarik sebagai objek wisata sejarah.

Tetapi, terlepas dari semua kekurangannya, museum ini sangat menarik untuk dikunjungi. Apalagi bagi para wisatawan yang suka wisata sejarah dan budaya. Nilai dan peninggalan ratusan tahun di museum ini sangat tinggi, mengingat museum ini adalah salah satu museum tertua di Indonesia. Penasaran dengan museum ini? Yuk ke Museum Radya Pustaka!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.