Wisata Sejarah Di Situs Petirtaan Ken Dedes Watu Gede, Malang

0
280
Bagian kolam panjang yang bisa digunakan untuk mandi
Bagian kolam panjang yang bisa digunakan untuk mandi

Kota Malang adalah sebuah kota dingin yang tentu membuat orang selalu ingin kembali datang walau hanya sekedar untuk bersantai ria menikmati indahnya alam di daerah tersebut. Tetapi, perlu diingat bahwa kota apel ini tidak hanya menyuguhkan keindahan alamnya saja.

Melainkan ada juga wisata sejarah yang bisa dikunjungi di sana. Salah satunya ialah wisata sejarah di Situs Petirtaan Ken Dedes Watu Gede. Yang konon air di tempat ini sangat terkenal dapat membuat tubuh ini menjadi awet muda ketika mandi di petirtaan ini.

Lokasinya Tidak Terlalu Jauh Dari Stasiun Singasari, Malang

Ketika kalian berencana ke tempat ini menggunakan moda transportasi kereta api tentu bisa. Tujuan pemberhentiannya bisa menggunakan stasiun kecil Singosari, Malang ya karena ketika turun di pemberhentian Stasiun Singosari tidak akan terlalu jauh untuk melanjutkan perjalanan ke tempat ini.

Ini merupakan tampak depan ketika berjalan dari seberang jalan arah dari Stasiun Singosari
Ini merupakan tampak depan ketika berjalan dari seberang jalan arah dari Stasiun Singosari

Tidak perlu menyewa kendaraan untuk bisa mencapai tujuan cukup berjalan kaki kanan melewati ruang tunggu stasiun. Lalu, lurus terus mengikuti jalan kurang lebih 10-15 menit akan sampai di tempat tujuan setelah melihat plang tulisan Petirtaan Ken Dedes Watu Gede.

Untuk bisa masuk ke tempat ini sebenarnya tidak dipungut biaya apapun. Namun, jangan lupa untuk lapor ke pos yang terdapat di sana serta mencatat daftar tamu yang tersedia di sana. Apabila kalian ingin membeli buku sejarah mengenai situs ini jangan sungkan bisa langsung ditanyakan ke juru kuncinya ya.

Lokasi kolam bersih yang terpisah dari kolam besar tersebut serta diatasnya terdapat pelinggih yang digunakan sebagai tempat persembahyangan
Lokasi kolam bersih yang terpisah dari kolam besar tersebut serta diatasnya terdapat pelinggih yang digunakan sebagai tempat persembahyangan

Sedikit Cerita Sejarah Di Balik Petirtaan Ken Dedes

Menurut keterangan yang diberikan oleh juru kuncinya saat itu kepada saya, zaman dahulu petirtaan ini digunakan oleh Kendedes sebagai tempat untuk mandi dan membersihkan diri. Serta zaman dahulu ada baiknya ketika keluarga yang memiliki anak gadis yang sudah masuk waktu balig juga harus datang ke sini dan mandi di petirtaan ini sebagai tanda penyucian diri. Dan dahulu sempat ada larangan bahwa tidak boleh ada laki-laki yang masuk ke sana karena memang tempat ini dipergunakan hanya untuk wanita. Namun, tentu saja kegunaannya sekarang dan dahulu sudah berbeda.

Menurut penuturan juru kunci tempat ini juga sudah mengalami rekonstruksi untuk memperbaiki beberapa bagian bangunan. Karena terdapat kerusakan pada beberapa pancuran sehingga sekarang yang masih bisa berfungsi hanya satu saja.

Ini merupakan batu yang terakhir, batu dengan lima guratan
Ini merupakan batu yang terakhir, batu dengan lima guratan

Terdapat Kolam Yang Cukup Panjang dan Dalam

Kolam yang cukup panjang dan dalam ini bisa digunakan untuk berenang atau mandi. Saya juga sempat menanyakan apakah di tempat ini boleh mandi menggunakan sabun, kata bapak yang menjaga boleh saja karena aliran kolam ini akan terus berganti secara alami.

Seperti yang sudah dikatakan di awal bahwa terdapat satu pancuran yang masih berfungsi. Sebenarnya ketika melihat foto penemuan awal situs ini terdapat tujuh pancuran yang di atasnya juga terdapat beberapa simbol dewi, tetapi sekarang sudah rusak dan tersisa satu saja itupun sudah tidak utuh.

Di Bawah Pohon Besar Terdapat Air Yang Terpisah Dari Kolam Panjang

Selanjutnya terdapat kolam yang airnya sangat jernih kata bapak yang menjaga pun air yang di dalamnya bisa digunakan untuk minum atau sebagai obat penyembuh penyakit. Tidak sedikit orang yang datang untuk berdoa dan menyerahkan diri kepada sang kuasa untuk diberi petunjuk.

Banyak orang yang datang dan berdoa di sekitaran kolam yang bersih ini. Karena di sana terdapat tempat yang dinamakan pelinggih atau sebuah bangunan tempat persembahan sesaji bagi umat Hindu. Tetapi, walaupun begitu siapa saja boleh datang ke tempat ini secara gratis.

Sebuah gambar dari sudut kolam panjang, sekelilingnya sangat asri bukan
Sebuah gambar dari sudut kolam panjang, sekelilingnya sangat asri bukan

Terdapat Tiga Buah Batu yang Terdapat Guratan Filosofis dan Telah Ditata Rapi

Di dekat pohon besar yang saya tidak tahu nama pohon tersebut apa, terdapat tiga buah batu yang memiliki makna mendalam. Di antaranya terdapat batu dakon, batu yang terdapat seperti bentuk tiga sayatan dan lima sayatan kalau saya tidak salah.

Batu tersebut dipindahkan oleh bapak yang selaku juru kunci dijadikan satu tempat dan diberi semen supaya tidak hilang. Karena menurut beliau sayang jika sejarah ini hilang kelak generasi selanjutnya tidak akan tahu mengenai sejarah bangsa Indonesia terdahulu.

Jadi, begitulah perjalanan saya mendatangi situs Petirtaan Ken Dedes, Watu Gede, Malang. Tidak ada salahnya sesekali untuk datang ke tempat bersejarah walaupun hanya sekedar untuk refreshing sejenak. Namun, juga tahu sedikit mengenai sejarah dari tempat yang dikunjungi pula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.