Wisata Sejarah di Panggung Krapyak

0
127
Panggung Krapyak terlihat dari sudut.

Yogyakarta adalah daerah pusat kebudayaan. Tradisi budaya yang masih terjaga, tetap tegak di tengah arus modernisasi. Perjalanan panjang sejarah Yogyakarta berdampak terhadap beragam budaya yang dimilikinya. Selain budaya dan alamnya, masih banyak destinasi wisata yang tentunya sangat disayangkan untuk dilewatkan. Keindahan seharusnya tidak melulu tentang alam, keindahan masa lalu pun tak kalah menarik.

Minat akan wisata alam semakin meningkat ketimbang jenis wisata lain, namun masih banyak kekayaan yang berbentuk destinasi wisata, seperti wisata sejarah dan religi. Bagai harta karun, wisata sejarah dan budaya masih terpendam didalam kesadaran masyarakat tentang pentingnya berwisata budaya dan sejarah. Dalam tulisan ini kita akan membahas tentang destinasi wisata alternatif di Yogyakarta yang tentunya tidak kalah menarik dari wisata sejarah yang lainnya.

Kesan pertama ketika mengunjungi Panggung Krapyak adalah sederhana dan sepi dari pengunjung. Bagaimana tidak, bangunan Panggung Krapyak hanya berbentuk persegi, dibagian atas juga berbentuk persegi dan datar. Dulunya di bagian atas Panggung Krapyak ini sering digunakan oleh bangsawan keraton untuk berburu rusa. Di setiap sumbu mata angin, yaitu timur, barat, selatan, dan utara, terdapat pintu dan jendela. Sehingga keseluruhan pintu di Panggung Krapyak terdapat 4 buah, dan jumlah keseluruhan jendela terdapat 8 buah. Hal ini yang menjadi faktor utama, kenapa hanya sedikit sekali wisatawan yang berkunjung ke Panggung Krapyak.

Terlihat bagian dalam Panggung Krapyak.

Panggung Krapyak berada di tengah perempatan jalan sempit. Tak heran jika Panggung Krapyak tidak begitu dikenal oleh wisatawan luar daerah maupun wisatawan mancanegara. Panggung Krapyak ini layak dinobatkan sebagai destinasi wisata sejarah anti-mainstream. Karena pengunjung tetap Panggung Krapyak hanyalah penduduk sekitar dan wisatawan lokal.

Di bagian dalam Panggung Krapyak terdapat empat bilik yang masing-masing bilik digunakan untuk menaruh hasil buruan. Di setiap bilik pula terdapat tangga untuk menuju ke atap Panggung Krapyak. Panggung Krapyak hanya dibuka ketika keraton mempunyai hajat atau keperluan, sehingga kita hanya bisa mengagumi Panggung Krapyak dari luar. Panggung Krapyak sendiri kadang digunakan oleh wisatawan lokal maupun dari luar kota untuk menambah galeri foto, kadang juga Panggung Krapyak ini dijadikan sebagai spot foto pre-wedding. Di sekitar Panggung Krapyak terdapat banyak orang yang berjualan, tak heran karena di sebelah utara Panggung Krapyak, terdapat sebuah Pondok Pesantren Al-Munawwir yang dulunya diasuh oleh Alm. KH. Maimun Zubair.

Panggung Krapyak tampak dari Utara.

Akses untuk menuju Panggung Krapyak sangatlah mudah. Jika kalian menggunakan sepeda motor, hanya membutuhkan waktu sekitar kurang dari 20 menit dari kilometer nol Jogja. Sementara dari Alun-alun Selatan hanya menempuh waktu kurang dari 10 menit. Kalian bisa memarkirkan kendaraan, di sekitar rumah warga. Untuk kalian yang menggunakan kendaraan umum, seperti Bus Trans Jogja. Kalian bisa turun di dekat lokasi Panggung Krapyak. Untuk lokasi detailnya, Panggung Krapyak berada di Jalan KH. Ali Maksum, Panggungharjo, Sewon, Krapyak Kulon, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kota Yogyakarta, Yogyakarta. Untuk biaya masuk sendiri, tidak dipungut biaya alias gratis.

Mungkin wisata kali ini terkesan sederhana, namun di balik kesederhanaan itu terdapat makna yang luar biasa istimewa. Tidak banyak orang ingin mengunjungi Panggung Kyapyak, hanya dikarenakan destinasi ini terlalu sederhana dan tidak memiliki kesan menarik. Namun, banyak wisatawan dari luar daerah Yogyakarta yang masih belum mengetahui bahwa Panggung Krapyak adalah salah satu bangunan yang berada di garis Imaginer (Sumbu Filosofi), hal ini yang menjadi daya tarik bagi wisatawan luar daerah untuk mengunjungi Panggung Krapyak. Bagaimana, kalian tertarik untuk mengunjungi Panggung Krapyak ? Yuk kunjungi Panggung Krapyak!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.