Wisata Negeri di Atas Awan: Yuk Main ke Kawah Sikidang!

0
568
Kawah Sikidang
Kawah Sikidang dan beragam spot buatan yang instagramable.

Hallo teman–teman, sudah weekend saja rasanya ya!

Sudah punya tujuan untuk menghabiskan akhir pekan ini?

Okay, Nania kembali lagi untuk membagikan cerita sekaligus memberikan referensi untuk kalian, para pembaca setia Travelblog.id. Masih di daerah negeri di atas awan, Dieng. Kemarin kan saya sudah berbagi cerita tentang “Latar Candi Arjuna Yang Meneduhkan Hati”. Nah dalam cerita ini kalian akan saya ajak untuk menyelami keindahan Kawah Sikidang.

Sikidang itu artinya si kijang, kidang adalah bahasa Jawa dari kijang. Dinamai kawah sikidang karena uap panas yang keluar dari dalam bumi sering berpindah–pindah tidak bisa dipresiksi tapi tenang setiap hari selalu dilakukan pengecekan di area kawah untuk memasang tulisan “awas uap panas bumi”.

Jadi seperti kijang yang suka melompat sesuka hati, lucu juga ya. Nah, kalau secara legenda begini teman–teman. Dahulu kala ada putri dari kerajaan Dieng yang cantik rupawan bernama Shinta Dewi. Banyak pangeran yang menyukai dan bermaksud melamar namun si putri hanya ingin menikahi pangeran yang bisa memenuhi syarat darinya. Yaitu mas kawin yang banyak. Tidak ada yang menyanggupi kecuali satu, yaitu Pangeran Kidang Garungan yang sangat kaya. Bahkan pangeran memberikan iming–iming lebih dari apa yang Putri Shinta Dewi minta.

Sesuai namanya, pangeran tersebut berkepala kijang dengan tubuh manusia. Karena sifat serakahnya, si putri hanya melihat kekayaan pangeran. Seketika putri langsung mengiyakan lamaran Pangeran Kidang Garungan tanpa mengetahui fisik dan kepribadian calon suaminya itu. Saat pangeran tiba di Dieng, putri sangat terkejut. Kemudian berusaha memutar akal agar tidak jadi menikah dengan pangeran. Syarat lain pun terucap dari mulut putri, sebelum menikah dia ingin rakyat Dieng tidak lagi kekurangan air dan meminta pangeran untuk menggali sumur sebagai sumber mata air.

Keesokan harinya dengan kesaktian pangeran sumur itu pun sudah hampir jadi, pangeran Kidang Garungan bahkan sampai menggali dengan tanduknya sendiri. Melihat sumur yang semakin dalam putri meminta beberapa suruhannya untuk mengubur pangeran dalam keadaan hidup. Pangeran merasa dikhianati dan murka, kemarahan pangeran membuat sumur yang digali meledak dan menjadi kawah panas. Selain itu juga pangeran mengucap sumpah serapah bahwa sampai kapan pun ketururunan putri di kerajaan Dieng akan berambut gimbal. Seperti itu teman–teman, seru ya kalau traveling sekalian belajar asal muasal objek atau sejarahnya dan juga belajar budayanya jadi jangan cuma berswafoto ria.

Di belakang itu ada Kawah Sikidang yang panas dan kabut belerang.

Setelah membayar tiket masuk objek wisata, kami berjalan mengikuti petunjuk arah hingga parkiran. Untuk bisa sampai ke kawah Sikidang, pengunjung diharuskan berjalan kaki. Sebenarnya ada dua pintu masuk, namun saya lebih memilih yang melewati pasar. Pasar yang dimaksud disini bukan pasar yang menyediakan sembako melainkan pasar oleh–oleh khas dataran tinggi Dieng. Ada Carica yang sudah diolah menjadi manisan, ada juga yang masih utuh dalam bentuk buah. Kemudian ada kentang Dieng yang mirip baby potato, cabe Dieng, dan aneka kaos cindera mata Dieng. Keluar dari pasar, akan melewati jalan setapak yang di sebelah kirinya ada banyak tenda berjajar. Pedagang gorengan dan minuman hangat.

Pemandangan Kawah Sikidang Dieng
Pemandangan dari puncak tertinggi kawah. Berjajaran lapak pedagang di sebelah kanan.
Burung hantu Kawah Sikidang
Banyak sekali burung hantu di sekitar kawah Sikidang, tapi jinak kok..bisa diajak foto bersama.

Lanjut menyusuri jalan setapak sampailah di kawasan kawah Sikidang. Bau belerang yang pekat menyambut dengan tajam ke hidung saya. Banyak spot untuk berfoto disini, dikenakan biaya per latar foto yang berbeda. Tapi saya lebih memilih yang berlatar belakang ciptaan Tuhan. Lebih indah tiada duanya. Kawah Sikidang ini masih aktif dan sangat panas, warnanya abu–abu seperti air mendidih (Hmmm, Pangeran masih marah sepertinya…) dan mengeluarkan asap belerang. Di kawah ini kalian bisa memasak telur rebus juga, namun saya tidak berani mencobanya.

Fasilitas apa saja yang ada di Kawah Sikidang: toilet, parkir, mushola, tempat sampah di mana–mana jadi bersih tidak ada yang membuang sampah sembarangan.

Sekian cerita dari Nania, baca terus Travelblog.id untuk menambah wawasan tentang destinasi wisata nusantara.

Jam Buka
Setiap Hari 07.00-17.00 Wib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.