Warung Kopi Purnama: Coffee Shop Tertua di Bandung

0
601
Warung Kopi Purnama
Warung Kopi Purnama.

Bandung ibaratnya sedang “demam ngopi”. Hampir di semua sudut ada coffe shop, warkop, bahkan cafe. Bandung menjadi salah satu tempat yang baik untuk belajar meracik dan mendalami kopi. Sebenarnya, hubungan kopi dan kita telah terjalin sejak zaman dahulu.

Kopi sampai di Nusantara pada abad ke 18, ketika VOC sebagai kongsi dagang Belanda sedang melakukan banyak ekspansi dan eksplorasi. Kopi menjadi pusat perhatian para petinggi VOC dan wilayah Priangan menjadi pusat penghasil kopi di Nusantara. VOC memonopoli industri kopi dengan peraturan dan pajak pajak yang merugikan berbagai pihak, terutama petani kopi.

Pada tahun 1799, VOC mengalami kebangkrutan. Hampir semua industri yang dikelola VOC kacau dan bangkrut, tapi industri kopi tetap menjadi komoditas penting dan priangan tetap menjadi pusat penanaman kopi. Pemerintah kolonial masa itu melaksanakan sistem tanam paksa untuk menaikkan produksi kopi. Pada abad ke 19, hampir separuh produksi kopi dunia berasal dari Priangan. Kopi memiliki sejarah panjang di Nusantara, terutama Priangan.

Kejayaan dan cerita kopi di masa lalu itu masih bisa kita nikmati hari ini. Kalau kamu jalan jalan ke Bandung, kamu harus mengunjungi Warung Kopi Purnama. Tempat ini adalah warung kopi paling tua di Bandung! Ya sebenarnya bukan warung kopi yang biasa kita kenal, tempat ini lebih mirip “coffe shop jadul” seperti Kopi Es TAK KIE di Jakarta.

Kopi Purnama didirikan pada tahun 1930 oleh Jong A Tong. Pada awalnya, kopi purnama bernama Tjhiang Shong Shi, yang artinya adalah “Silahkan Mencoba!” dalam bahasa Mandarin. Tjhiang Shong Shi berganti nama menjadi Kopi Purnama pada tahun 1960 an karena kebijakan pemerintah yang mengharuskan memakai nama Indonesia.

Kopi Purnama Bandung
Ruang makan didalam Warung Kopi Purnama.

Hari Sabtu, 2 Februari 2019, saya mengunjungi Kopi Purnama untuk pertama kalinya. Pukul 10 pagi, pertokoan di Alkateri sudah mulai buka, karyawan dan pegawai sudah mulai sibuk bekerja. Mobil dan motor pun mulai banyak, kesibukan menjelang siang hari rasanya sedikit menyebalkan. Setelah memarkirkan kendaraan, saya masuk ke dalam Warung Kopi Purnama. Tidak sulit mencari tempat ini, karena terletak tepat di pinggir jalan Alkateri. Alamatnya di Jalan Alkateri nomor 22, patokannya setelah Alun Alun Bandung dan sebelum Hotel Golden Flower.

Setelah masuk, pramusaji memberikan menu. Saya langsung memesan es kopi susu dan roti bakar gula. Sambil menunggu pesanan, saya mengamati detail Warung Kopi Purnama. Interior dan tata ruangnya terlihat tidak banyak dirubah, walaupun ada beberapa ruangan yang baru dan di renovasi. Tetapi secara keseluruhan, konstruksi bangunannya masih seperti era 1930 an. Bentuk kaca patri dan meja kursi, lalu bentuk meja kasirnya klasik. Menarik sekali.

Es kopi susu, sarsaparila, dan roti gula.

Es kopi susu dan roti yang saya pesan sudah datang. Saya langsung menyeruput es kopi susu itu, dan rasanya mantap sekali. Rasa kopinya kuat, mungkin robusta, ditambah susu dan es menjadi cocok sekali. Cerita dan kisah soal kopi di Priangan langsung terpikir oleh saya, Bandung memang penuh cerita!

Es kopi susu Purnama.
Es kopi susu Purnama.
Roti gula Kopi Purnama Bandung
Roti gula khas Kopi Purnama Bandung.

Warung Kopi Purnama menjual kopi hitam, kopi telur, dan kopi susu. Lalu, ada berbagai macam hidangan yang ditawarkan, dari roti bakar, lontong cap go meh, nasi timbel, nasi goreng, nasi soto, nasi longko, mie goreng, gado gado, dan masih banyak lagi. Untuk harganya sekitar 14 ribu sampai 40 ribu rupiah per menunya.

Gimana? Tertarik ngopi di warung kopi tertua se Bandung?

Jam Buka
Setiap Hari 06.30 - 22.00 Wib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.