Visa Gratis, Mahasiswa Berkunjung ke Negeri Sakura

1
568

Negeri Sakura, Negeri Burung Gagak, Negeri Nippon begitulah orang menjuluki negara yang terkenal dengan teknologinya, yakni Jepang. Mendengar kata Harajuku, AnimeFashion Street, Cosplay, Action Figure, Bunga Sakura, Summer,  hingga Dorayaki akan membuat otak kita sekejap saja langsung memikirkan negara itu. Negara dengan segudang kenyentrikan itu telah mampu menarik perhatian wisatawan untuk segera mengunjunginya. Sudah menjadi rahasia umum jika Jepang merupakan salah satu destinasi impian oleh banyak orang. Tapi, bagaimana dengan cara agar dapat menginjakkan kaki dinegeri kekaisaran tersebut?

Well, sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak berwisata atau berkunjung ke Jepang, wajib untuk membuat visa. Visa merupakan surat izin yang dipergunakan untuk memasuki suatu negara. Oleh sebab itu, untuk melakukan perkunjungan ke Jepang kita harus memiliki yang namanya visa. Tatacara pembuatan visa Jepang sendiri dapat dilihat melalui website https://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html. Website tersebut merupakan website kedutaan besar Jepang di Indonesia. Jika pada umumnya pembuatan visa dilakukan di kantor kedutaan besar, berbeda dengan visa Jepang yang dibuat pada tempat yang berbeda, yakni bertempat di JVAC (Japan Visa Aplication Center) yang terletak di Lotte Shoping Avenue, Lantai 4, Jakarta, dengan website sebagai berikut ini https://www.vfsglobal.com/Japan/Indonesia/.

Umumnya, pembuatan visa kunjungan ke luar negeri akan dikenakan biaya mulai dari Rp 350.000 hingga jutaan, tergantung dari negara yang akan kita kunjungi. Selain itu, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi apabila ingin membuat visa sesuai. Persyaratan pembuatan visa berbeda–beda untuk setiap negaranya. Visa Jepang dengan tipe umum memiliki tarif Rp 380.000 untuk satu visa yang terbuat dengan jangka waktu 15 hari. Bukan hanya itu, terdapat juga biaya administrasi sebesar Rp 165.000. Percayakah kalian jika ada visa Jepang yang gratis?

Pada Agustus 2018, saya dan tim karya ilmiah dari universitas berkesempatan melakukan perjalanan ke Jepang untuk menghadiri acara JDIE (Japan, Design & Invention Expo), serta untuk melakukan liburan musim panas (Summer Season). Awalnya kami mengira bahwa pembuatan visa Jepang akan memerlukan waktu yang lama, membutuhkan uang yang banyak, dan persyaratan dokumen yang merepotkan. Akan tetapi, 1 bulan sebelum keberangkatan, kami mengajukan permohonan visa kunjungan ke Jepang dengan tipe umum (tipe visa yang biasa digunakan untuk wisata) dan ternyata visa tersebut gratis untuk mahasiswa yang akan berkunjung ke Jepang.

Tergolong mudah dalam melakukan pembuatan visa ke Jepang, yaitu hanya membutuhkan waktu maksimal 1 minggu, surat izin perjanalan ke negeri sakura tersebut sudah bisa digenggam. Caranya, kumpulkan semua berkas yang dapat dilihat di website yang sudah disebutkan sebelumnya. Bagi yang bingung mengenai berkas–berkasnya, untuk mahasiswa yang ingin berkunjung ke Jepang, berikut ini berkas untuk membuat Visa Jepang:

1. Paspor

2. Foto berwarna ukuran 4.5 x 4.5 cm berlatas belakang putih polos tanpa editan.

3. Formulir Aplikasi yang dapat diunduh di web https://www.vfsglobal.com/Japan/Indonesia/

4. Foto kopi KTP

5. Foto kopi KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) dan Surat Keterangan belajar / mahasiswa aktif di univ tersebut yang disahkan oleh Dekan atau bagian yang berhak mengesahkan

6. Undangan Kunjungan / Seminar / Simposium (Jika Ada)

7. Bukti Pemesanan Tiket (Pergi – Pulang) bertujuan untuk mengetahui jadwal datang dan keluar

8. Jadwal Perjalanan (format bisa diunduh di https://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html)

9. Rekening Koran 3 bulan terakhir (Usahakan minimal saldo dalam rekening sebesar 5 jt untuk jangka menetap 1 minggu atau sesuaikan dengan kebutuhan kalian selama di Jepang)

Dokumen yang akan diberikan harus disusun secara urut dari poin 2–9. Pengajuan visa Jepang harus dilakukan secara lagsung ke kantor JVAC, atau boleh diwakilkan apabila perjalanan tersebut merupakan perjalanan kelompok atau keluarga. Untuk lebih amannya, siapkan surat kuasa pembuatan dan pengambilan visa, apabila pembuatan tersebut diwakilkan. Proses dari pemasukan berkas hingga visa siap diambil kurang lebih 7 hari kerja.

Visa gratis tersebut hanya diperuntukkan untuk mahasiswa S1 yang akan menghadiri acara-acara di Jepang, seperti studi banding, simposium, seminar, prosiding, pameran, awarding, lomba dan lain sebagainya. Biaya visa digratiskan, sedangkan biaya pengajuan masih tetap harus dibayarkan. Syarat utama mendapatkan visa gratis adalah melampirkan surat keterangan aktif sebagai mahasiswa S1 dari kampus. Bagi non mahasiswa S1 masih tetap bisa mengajukan visa, akan tetapi dikenakan biaya sebesar Rp 380.000 dan biaya pengajuan sebesar Rp 165.000.

Sebagai mahasiswa yang serba menghemat pengeluaran, saya berharap informasi tersebut membantu kalian yang memiliki rencana untuk melakukan kunjungan ke Jepang. Selain memenuhi undangan atau acara resmi di Jepang, dengan visa gratis ini kalian bisa sekalligus berlibur dengan jangka waktu sesuai yang tertera pada visa. Jangan lupa, poin penting untuk mendapat visa gratis adalah surat keterangan aktif sebagai mahaiswa di Universitas kalian masing–masing yang disahkan oleh Dekan.

Selamat Mencoba, J.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.