Travelling ke Negeri Laskar Pelangi, Pulau Belitung

0
2358
Pemandangan dari puncak mercusuar Pulau Lengkuas.

Pulau Belitung mulai dikenal luas setelah film dari Andrea Hirata berjudul Laskar Pelangi. Hal itu juga yang membuatku memutuskan untuk mengunjungi Pulau Belitung sebagai salah satu destinasi travellingku.

Pulau Belitung memiliki luas 4.800 km2. Sebelah Utara dibatasi oleh Laut Cina Selatan, sebelah timur berbatasan dengan Selat Karimata, sebelah selatan berbatasan Laut Jawa, dan sebelah barat berbatasan dengan Selat Gaspar. Terbagi menjadi 2 Kabupaten, yaitu Kabupaten Belitung yang beribu kota di Tanjung Pandan, dan Kabupaten Belitung Timur yang beribu kota di Manggar.

Pulau Burung

Nama Belitung atau Belitong sendiri diambil dari bahasa setempat, yang berarti Siput Laut dan dulunya Belitong disebut Billiton.

Selain memiliki kekayaan laut yang melimpah, yang digunakan oleh masyarakatnya sebagai mata pencaharian, terutama masyarakat di daerah pesisir. Pulau Belitung terkenal juga dengan sumber daya alamnya yaitu timah putih, pasir kuarsa dan kaolin. Sehingga tidak heran banyak sekali danau-danau kaolin yang terdapat di Pulau Belitung yang merupakan area pertambangan tapi dijadikan objek wisata karena pemandangannya yang indah dengan warna air danau hijau tosca.

Pulau Batu Berlayar

Akses untuk menuju Pulau Belitung dari Surabaya, Jawa Timur masih belum ada direct flight, sehingga harus transit dulu di Jakarta. Dengan bandara yang dituju adalah Bandar Udara Internasional H.A.S Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.

Rasa pertama kali yang ku rasakan pada saat menginjakkan kaki di Pulau Belitung adalah rasa kagum. Pulau kecil yang memiliki banyak keindahan alam yang luar biasa, masyarakatnya yang ramah, kuliner yang lezat dan yang paling membekas di hati adalah Kota Manggar, kota yang di juluki kota seribu warung kopi.

Seminggu perjalanan di Pulau Belitung belum cukup rasanya menjelajahi setiap sudut Pulau ini. Dari Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Burung Mandi, Pulau Kepayang, Pulau Pasir, Pantai Tanjung Pendam, Pantai Serdang, Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas dengan Mercusuarnya yang terkenal, Museum Kata Andrea Hirata, Kuil Dewi Kwan Im, Replika SD Gantong, Danau Kaolin, Pantai Penyabong, Kota Manggar dan Pantai Nyiur Melambai.

Mercusuar Pulau Lengkuas

Salah satu destinasi utama yang ingin aku tuju adalah Mercusuar Pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas sendiri merupakan salah satu pulau kecil disebelah Pulau Belitung. Memiliki keindahan yang luar biasa, pasir putih dengan air laut yang jernih, dan bongkahan-bongkahan batu granit raksasa yang semakin memperindah pemandangan di Pulau Lengkuas. Sebuah mercusuar putih yang dibuat pada tahun 1882 dan memiliki 18 lantai menjulang setinggi 50-60 meter peninggalan dari jaman penjajahan belanda yang masih terjaga kondisi nya sampai dengan saat ini. Mercusuar ini pun masih bisa difungsikan dengan baik, sebagai penuntun lalu lintas kapal yang melewati, keluar atau masuk dari Pulau Belitung. Pada saat sampai dipuncak mercusuar, saya pun bisa menikmati pemandangan dari segala sisi Pulau Lengkuas. Yang sempat membuat saya terkesan pada saat mengunjungi Mercusuar ini. Para pengunjung yang akan naik memasuki mercusuar diharuskan membersihkan dan mencuci kakinya dengan air tawar, agar bersih dari air laut dan pasir, karena air laut berpotensi menyebabkan karat pada bangunan konstruksi baja.

Mercusuar Pulau Lengkuas

Untuk menuju Pulau Lengkuas ini, saya menggunakan jasa perahu nelayan setempat, dengan menyewa selama seharian. Sehingga spot yang dikunjungi tidak hanya Pulau Lengkuas dengan mercusuarnya yang terkenal, akan tetapi pulau-pulau lain di dekat Pulau Lengkuas yang sayang untuk dilewatkan. Diantara nya Pulau Burung, yang kenapa disebut pulau burung, ya karena bentuk batu granitnya seperti bentuk burung. Pulau Batu Berlayar, kenapa disebut Pulau Batu Berlayar, karena pada saat air laut pasang, daratan dari pulau ini tidak tampak, yang tampak hanya batu-batu granit yang menjulang tinggi seolah mengapung. Pulau Pasir, yang untuk mengunjunginya dibutuhkan keberuntungan untuk mengunjungi pulau ini, karena hanya muncul disaat-saat tertentu, dan disini juga banyak ditemukan bintang-bintang laut yang ukurannya besar melebihi ukuran normal dan terakhir adalah Pulau Kepayang yang didalamnya terdapat konservasi penyu hijau.

Sekali dalam hidupmu datangilah tempat-tempat indah yang mungkin bisa kamu datangi. Perjalanan itu akan membuat jiwamu kaya dan rasa bersyukurmu pada Pencipta semakin bertambah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.