Transit Rasa Wisata di Bandara Dubai dan Korea

0
231
Bandara dubai yang besar seperti mall.

Bagi kamu yang pernah atau sudah sering naik pesawat, istilah transit mungkin sudah tidak asing lagi. Transit atau penggantian pesawat ini memang sering kita hadapi apabila destinasi yang kita tuju cukup jauh, seperti ke Eropa maupun ke Amerika. Transit ini juga harus kita lakukan apabila destinasi yang tuju tidak memiliki rute langsung (direct flight) meskipun jaraknya cukup dekat.

Untuk sebagian orang, kegiatan transit terdengar membosankan dan terasa seperti “memperpanjang” perjalanan untuk menuju liburan yang sesungguhnya. Namun tidak bagi saya. Sebagai seseorang yang menikmati perjalanan, saya justru menganggap transit sebagai bagian dari liburan. Saya merasa setiap bandara memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing. Selain itu bandara juga menjadi pintu pertama bagi suatu negara untuk memperkenalkan kekayaan budayanya kepada turis. Sayang kan rasanya jika sudah jauh-jauh datang tapi hanya mampir sesaat untuk transit?

Cermin ini bisa dibawa pulang lho!.

Jika saya ingin ke luar negeri dan akan melakukan transit di suatu bandara, saya justru memilih durasi transit yang tidak terlalu singkat, setidaknya cukup untuk berjalan-jalan maupun menikmati beberapa kuliner di sana. Bahkan jika negara tempat saya transit menyediakan tour gratis, saya akan memilih durasi transit yang lebih panjang lagi. Terlebih jika perjalanan saya dibiayai oleh sponsor, wah makin hepi!

Biasanya itinerary penerbangan saya buat sedemikian rupa sehingga saya punya banyak waktu transit untuk rileks dan jalan-jalan. Saya pernah memilih transit di Bandara Dubai selama 8 jam dan transit di Bandara Incheon selama 7 jam! Wah, ngapain aja tuh?

Bandara Incheon yang Kaya Budaya

Tahun 2015 lalu, saya berkesempatan untuk mengunjugi Desa Akehama di Prefektur Ehime, Jepang. Tidak ada maskapai yang menyediakan penerbangan langsung dari Bandara Soekarno Hatta di Jakarta menuju Bandara Matsuyama di Prefektur Ehime. Kami memutuskan untuk menggunakan maskapai Asiana Airline, sehingga kami harus transit terlebih dahulu di Bandara Incheon, Korea Selatan dengan durasi sekitar 7 jam. Pilihan untuk transit di Bandara Incheon dalam waktu yang panjang ternyata sangat tepat. Ketika menginjakkan kaki di bandara ini, saya sangat suka dengan suasananya.

Bandara Incheon, Korea Selatan.

Bandara Incheon adalah bandara yang sangat luas dengan 2 terminal utama. Saya sampai harus mengunjungi pusat informasi untuk mengambil peta bandara agar tidak tersesat. Sebelum bekeliling, hal pertama yang saya lakukan adalah membersihkan badan. Saya mengunjungi fasilitas shower room yang terletak tidak jauh dari Asiana Airline Lounge, yang ternyata memiliki fasilitas yang sangat berkesan. Selain mirip dengan hotel bintang tiga lengkap dengan sabun dan handuk kering, saya tidak diberikan charge sepeserpun alias gratis!

Selepas mandi, saya berjalan-jalan untuk mencuci mata. Di Terminal 1, saya menemukan pertunjukan pawai dari para petugas yang memakai hangbook (baju tradisional Korea). Kita bisa bebas mengambil foto di sini. Ada pula stand khusus yang menampilkan kerajinan musik korea, straching, hingga workshop singkat tentang pembuatan cermin dengan hiasan khas Korea yang bisa kita bawa pulang!

Bandara Dubai, Layaknya Bandara di Dalam Mall

Selain Bandara Incheon, saya juga pernah transit panjang di Bandara Dubai, Uni Emirat Arab. Satu kata yang bisa saya tuliskan untuk Bandara Dubai adalah…. BESAR. Ya, ukuran bandara dengan 4 terminal utama ini memang sangat besar. Saking besarnya, untuk berpindah terminal pelancong harus menggunakan kereta tanpa awak yang membutuhkan waktu beberapa menit. Sepertinya akan menghabiskan waktu seharian kalau saya ingin mengelilingi bandara ini!

Bandara dubai yang besar seperti mall.

Bagi kamu yang hobil berbelanja, Bandara Dubai akan terlihat seperti surga. Tidak seperti bandara Incheon yang sangat kaya akan perkenalan budaya, Bandar Udara Dubai terlihat seperti mall raksasa. Serius lho, saya sampai heran dengan bandara ini. Dibandingkan bandara dengan fasilitas perbelanjaan, Bandara Dubai justru lebih mirip seperti mall yang dijadikan bandara!

Sebenarnya masih ada lagi cerita traveling saya tentang serunya transit di bandara. Seperti sengaja memilih tiket pesawat “ketengan” agar bisa berjalan-jalan di Bandara Kuala Lumpur, hingga tersesat di Bandara Kansai Jepang ketika tengah malam. Yah, bagaimanapun cara perjalanannya, akan terasa menyenangkan jika kita menikmatinya bukan? 😉

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.