Tradisi Ramadan Asal Tanah Minang, Malamang

0
1302
Tradisi Malamang atau Memasak Lamang (sumber: flickr.com/ardia)

Malamang atau tradisi membuat lemang sudah menjadi kegiatan wajib bagi warga Sumatera Barat. Malamang ini sudah menjadi tradisi masyarakat Minang yang diturunkan oleh nenek moyang dan tetap dibudayakan hingga kini. Saat ini tradisi Malamang biasa dilakukan menjelang bulan Ramadan, walaupun kegiatan malamang sering pula dilakukan di luar momen menjelang Ramadan. Malamang ini sendiri adalah tradisi membuat lemang, yaitu kudapan yang terbuat dari ketan putih yang masak dengan cara dibakar di dalam bambu dan daun pisang. Tradisi ini pun tidak dilakukan perseorangan, biasanya tradisi Malamang dilakukan dengan cara bergotong-royong. Saat jadinya, Lamang dinikmati dengan tape atau ketan hitam fermentasi.

Dikutip dari Tambo, kumpulan kisah-kisah lampau Minangkabau, tradisi ini diturunkan sejak era Syekh Burhanuddin asal Pariaman. Awal kisah tersebut dari Syekh Burhanuddin sering berkunjung ke rumah-rumah penduduk dan menyiarkan agama Islam. Pada saat itu, penduduk sekitar sudah terbiasa untuk menjamu tamu, namun Syekh Burhanuddin agak ragu untuk memakannya karena masalah halal atau tidak jamuannya. Maka, warga sekitar pun berinisiatif untuk membuat sajian yang terbuat dari ketan dan dimasak dengan bambu serta daun pisang muda.

Setiap kegiatan Malamang berlangsung, setiap warga memiliki tugas masing-masing untuk melakukan tradisi ini. Ada yang bertugas untuk mencari bambu, pencari kayu bakar, mempersiapkan bahan untuk lemang, dan masih banyak lagi. Tak jarang, jumlah lemang yang dibuat pun tidak sedikit, biasanya saat membuat lemang jumlah yang dibutuhkan sangat banyak. Lemang yang telah jadi pun disajikan sebagai kudapan untuk berbagai peringatan seperti Ramadan atau Maulid Nabi. Namun seiring berjalannya waktu, selain terdapat lamang di tradisi Malamang, kudapan menjelang Ramadan ini pun biasanya membawa lemang sebagai menu dari tradisi Manjalang Mantuo, yaitu acara untuk mengeratkan silaturahim antara menantu dan keluarga mertua dengan membawa hantaran yaitu makanan khas salah satunya yaitu lamang ini. Waktu untuk melakukan tradisi ini pun biasanya dilakukan jelang Ramadan, lebaran, dan Idul Adha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.