Toko Kopi Djawa: Perpaduan antara Buku dan Kopi yang Menjadi Satu

0
313
Es kopi toko kopi djawa.

Bagi yang besar di tahun 90-an, tentunya nama Toko Buku Djawa tidak terlalu asing lagi. Waktu itu ada salah satu scene di salah satu iklan televisi yang menampakan dua remaja berseragam putih abu-abu sedang bertemu di depan Toko Buku Djawa. Toko buku ini sendiri merupakan salah satu yang legendaris.

Berlokasi di Jalan Braga, Toko Buku Djawa sudah ada sejak tahun 1955 dengan masa keemasannya ada di sekitar tahun 1960-an hingga 1980-an. Bahkan almarhum BJ Habibie, mantan Presiden Republik Indonesia ke-3,  merupakan salah satu pelanggan setianya. Sayangnya, di tahun 2015, toko buku ini terpaksa tutup karena kalah persaingan.Selang sekitar dua tahun dari penutupan Toko Buku Djawa, kini ia buka kembali dan bertransformasi sebagai Toko Kopi Djawa.

Bangunan lawas toko kopi djawa.
Transformasi Toko Buku Djawa

Tak banyak yang berubah dari toko yang terletak di Jalan Braga no 79, Bandung itu. Bentuk bangunannya yang tidak seberapa besar masih tampak seperti dulu. Terlebih lagi etalase kaca depan yang besar, masih sama seperti dulu. Yang berbeda, kalau dulu di etalase yang memajang buku-buku itu tertulis “Toko Buku Djawa”, kini berganti pemandangan dengan suasana cafe dengan tulisan: “Toko Kopi Djawa”. Meskipun begitu, jenis huruf dan warna yang digunakan pun masih tetap sama.

Yang unik dari Toko Kopi  Djawa ini, meski kini ia sudah menjadi toko kopi, tapi kita masih bisa menemukan buku-buku untuk dinikmati di sana. Lupakan wifi saat berada di tempat ini. Bila umumnya kedai kopi menawarkan wifi gratis, kamu tidak akan menenukannya di Toko Kopi Djawa. Yang akan menemani kamu menikmati kopi dan beragam kue yang disediakan di tempat ini bukanlah jaringan internet, melainkan buku-buku untuk dibaca.

Suasana di dalam toko kopi djawa.

Tempat ini seolah ingin berkata, meski kini ia sudah menjelma menjadi kedai kopi, tapi “jiwa” dari Toko Buku Djawa masih tetap ada dalam buku-buku yang tersusun di rak buku. Kamu boleh membacanya, tapi jangan lupa untuk mengembalikannya ketika kamu hendak keluar dari Toko Kopi Djawa. Oh iya, buku-buku ini hanya boleh dibaca di tempat, bukan untuk dipinjamkan.

Menu di Toko Kopi Djawa

Menu yang ditawarkan di Toko Kopi Djawa tidak berbeda jauh dengan menu yang umumnya ditemukan di kafe-kafe lain. Untuk menu kopi terbagi dalam tiga kategori, yaitu kopi biasa untuk jenis es kopi, kopi mewah untuk varian seperti espresso dan cappuccino, dan kopi spesial untuk manual brew.

Es kopi toko kopi djawa.

Untuk kategori kopi biasa, biji kopi diambil dari wilayah Priangan: Garut, Bandung Utara, dan Tangkuban Parahu. Sementara untuk sajian kopi mewah, biji kopi yang digunakan adalah biji kopi yang didapat dari Gunung Manglayang. Terus terang, soal rasa kopi yang ditawarkan di Toko Kopi Djawa tidaklah terlalu istrimewa, kecuali es kopi yang memang menjadi menu favorit di tempat ini. Es kopi dengan gula jawa memang sepertinya menu yang saat ini sedang digandungi. Siapa yang menyangka kalau ternyata es kopi dengan gula jawa jauh lebih terasa nikmat bila dibandingkan es kopi dengan gula putih.

Kamu bisa menikmati kopi ditemani kue bolu, cinannom roll,donat croissant, dan brownies. Uniknya, kue pendamping ini ditata di rak kue yang terbuat dari kayu dan kaca seperti jaman dulu. Soal harga tak perlu khawatir akan membuat dompet kosong  karena harga kopi cukup terjangkau, berada dikisaran Rp 18.000 – Rp 28.000.

Konsep self service berlaku di kafe ini. Setelah membayar pesanan di kasir, kamu akan mendapat mesin timer yang akan berbunyi dan bergetar bila pesanan kamu sudah siap untuk diambil di meja barista. Usai menikmati kopi, jangan lupa untuk membuang gelas plastik bekas kopi tersebut di tempat sampah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.