Tips Menuju Wae Rebo dari Labuan Bajo

0
393
Pemandangan Desa Wae Rebo.

Saya yakin bagi orang-orang yang mengetahui Desa Wae Rebo, pastilah orang-orang yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi khususnya pada kearifan adat istiadat. Pasti memiliki impian untuk bisa mengunjungi yang kata para pengelana disebut dengan desa di atas awan, namun saya menyebutnya desa menakjubkan yang di kelilingi bukit-bukit nan indah.

Desa Wae Rebo merupakan desa adat yang terletak di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Persisnya di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabubaten Manggarai Barat. Untuk mencapai Desa Wae rebo, kalian harus menuju Labuan Bajo terlebih dahulu. Jika kalian dari Jakarta bisa menggunakan pesawat langsung ke Labuan Bajo dalam waktu tempuh hanya 2 jam, dengan harga tiket bisa kalian cek di aplikasi-aplikasi tiket online. Selain trasportasi udara, kalian juga bisa melalui transportasi darat dan laut lebih hemat biaya, tetapi memakan waktu.

Saran saya kalo kalian memiliki banyak waktu, gunakanlah jalur darat dan laut karena kalian bisa menyusuri Lombok dan Sumbawa sebelum sampai di Labuan Bajo. Saya sendiri menggunakan transportasi jalur darat dan laut, selain saya memiliki waktu yang banyak, saya juga senang berlama-lama di perjalanan. Lebih menikmati banyak hal-hal baru yang bisa saya dapatkan dengan berinteraksi dengan orang-orang baru, selain tempat-tempat yang beragam di Indonesia.

Hal yang menarik dari Wae Rebo adalah melihat kehidupan Suku Manggarai yang hidup di gunung dikelilingi bukit-bukit. Suku Manggarai di Wae rebo masih tinggal di rumah kerucut yang disebut Mbaru Niang. Mbaru Niang ini sungguh unik, sebab masih mempertahankan arsitekturnya yang masih tradisional. Mungkin karena alasan ini, pada tahun 2012 Mbaru Niang mendapatkan penghargaan tertinggi kategori konservasi warisan budaya UNESCO Asia-Pasifik.

Saat ini Wae Rebo menjadi salah satu destinasi wisata di Flores yang cukup banyak diminati wisatawan mancanegara maupun lokal. Hal ini bisa dilihat dari buku tamu yang saya lihat. Saat saya berkunjung ke Wae Rebo, saya bertemu dengan orang-orang dari berbagai wilayah dan luar negeri seperti Jakarta, Kalimantan, Malaysia, Singapu, Belanda, dan Prancis.

Hal-hal yang Harus Kalian Siapkan Setelah Sampai di Labuan Bajo
1. Cari Penginapan di Sekitar Labuan Bajo
Pemandangan di perjalanan menuju Wae Rebo.

Sesampai di Labuan Bajo, kalian sebaiknya cari penginapan terlebih dahulu untuk memulihkan badan agar bugar. Tenang saja, di Labuan Bajo tepatnya di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta banyak penginapan yang ditawarkan dengan fasilitas-fasilitas yang sesuai kebutuhkan kalian. Selama saya di Labuan Bajo, saya menginap di homestay, dengan fasilitas twin bed (bersama partner ngetrip saya), Kamar mandi dalam, kipas angin, wifi, dan breakfast dengan biaya Rp150.000/malam.

2. Menentukan Trasportasi Apa yang Akan Digunakan Menuju Wae Rebo
Perjuangan menuju Wae Rebo, jembatan yang terputus.

Kalian bisa menentukan ingin menggunakan jasa agen travel yang ditawarkan di sepanjang Jalan Soerkano-Hatta, menggunakan angkutan umum dari Labuan Bajo menuju ke Ruteng setelah itu lanjut lagi menggunakan angkutan atau ojek menuju Desa Dange. Atau kalian bisa menggunakan motor dengan menyewa dari jasa penyewaan motor di Labuan Bajo dengan harga Rp75.000/hari. Lalu melaju menyusuri Jalan Raya Flores sambil menikmati keindahan yang ditemukan sepanjang jalan. Saya sangat merekomendasikan kalian menggunakan motor untuk mencapai Wae Rebo, dengan catatan kalian sehat jasmani dan rohani. Karena menurut saya pemandangan yang ditawarkan dapat membayar rasa lelah saat berkendara.

3. Pendakian ke Wae Rebo
Disiang hari warga menjemur biji kopi.

Persiapkan diri kalian untuk melakukan pendakian selama 2-3 jam tergantung kemampuan kalian. Bahkan kemarin ada satu keluarga di mana istri dan anaknya sudah sampai di Wae rebo setelah menempuh waktu 3 jam perjalanan. Bapanya baru menyusul 1 jam kemudian. Saya sendiri sampai Wae Rebo kurang dari 3 jam.

Sesampainya di Wae Rebo, sebaiknya tahan dahulu rasa untuk segera berfoto-foto, sebab kalian akan mengikuti upacara adat penyambutan dari ketua adat terlebih dahulu. Siapkan duit seikhlasnya untuk seserahan setelah bapak ketua adat selesai membacakan sesuatu dalam bahasanya yang saya tidak mengerti. Setelah saya menanyakan kepada warga setempat, ternyata upaca adat itu bermaksud agar kita yang berkunjung di Wae Rebo selamat, aman, dan tidak ada gangguan selama berkunjung.

Setelah selesai upacara adat, kalian akan langsung diarahkan ke tempat penginapan. Di mana semua pengunjung dijadikan satu dalam satu Mbru Niang (sebutan rumah adat). Jangan sungkan langsung menyeruput kopi khas Wae Rebo. Bagi yang tidak menyukai kopi, bisa menyeruput teh yang sudah disediakan.

Eitzzz, sebelum menyeruput kopi atau teh, sebaiknya membayar retribusi sebesar Rp325.000/orang bagi yang ingin menginap satu malam. Fasilitas yang didapatkan adalah makan 2x, kopi dan teh, selimut, bantal, dan matras. Jika tidak menginap dikenakan biaya sebesar Rp200.000.

Hal-hal yang Harus Kalian Perhatikan Jika Ingin Berkunjung ke Wae Rebo
  • Sehat fisik dan rohani.
  • Mengatur waktu dengan benar, agar sampai di Wae Rebo tidak kemalaman.
  • Siapkan uang tunai yang cukup, karena jarang sekali ATM.
  • Bawa obat-obatan pribadi, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi.
  • Gali informasi sebanyak-banyaknya tentang Wae Rebo.
  • Tetap berhati-hati dalam melakukan perjalanan.

Kalian akan merasakan nikmat apa yang saya dan teman saya rasakan selama di Wae Rebo tanpa adanya sinyal. Hanya interaksi yang membuat kalian merasakan sensasi kehidupan bersama orang-orang yang belum pernah kalian temui sebelumnya. Selamat berpetualang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.