Tips Mendaki Gunung-Berangkat Pulang Dengan Aman dan Selamat

0
148
Pendakian di Gunung Rinjani.

Dalam setiap pendakian yang dilakukan, jangan pernah melupakan bahwasanya ada orang di sekitar kita yang menanti kepulangan kita. Oleh karena itu, faktor keamanan dan keselamatan menjadi sangat penting untuk diperhatikan dan dipersiapkan dengan baik. Berikut aku bagikan tips persiapan mendaki agar dapat berangkat dan pulang dengan selamat.

Meminta Restu dari Orang Tua

Jangan pernah pergi tanpa restu dari orang tua. Mengapa demikian? Bagiku restu orang tua itu seperti doa keselamatan. Ketika doa keselamatan sudah didapat, pikiran dipastikan menjadi jauh lebih tenang. Dengan pikiran yang tenang dipastikan perjalanan kalian baik-baik saja karena secara tidak sadar kalian bisa fokus kepada perjalanan itu sendiri tanpa ada beban pikiran. Bukannya menakuti, tapi aku sendiri sering mendengarkan cerita di mana mereka yang memaksa pergi tanpa restu orang tua, ujungnya adalah celaka. Baik celaka yang kecil maupun yang sampai merenggut nyawa. Restu ini perlu didapatkan tidak hanya ketika mendaki saja, melainkan di setiap perjalanan liburan yang kita lakukan.

Persiapkan Barang Bawaan Secara Detail dan Mandiri

Seringkali kita mengandalkan orang lain untuk mengatur persiapan barang bawaan kita. Hal ini tidak salah seutuhnya. Kita tetap boleh meminta bantuan orang lain. Tetapi menurutku pribadi lebih baik hanya sebatas membantu mengatur barang bawaan yang sifatnya umum saja. Sedangkan untuk hal yang lebih mendetail, harus ada upaya dari diri kita sendiri yang mengatur. Kita sendiri harus sadar bahwa kita punya kebutuhan yang tidak orang lain tahu. Contohnya adalah obat-obatan. Jangan ragu membawa obat berlebih sebagai tindakan pencegahan mandiri terhadap penyakit yang kemungkinan muncul di tubuh kita, seperti alergi dingin, diare, dan lain-lain. Kita harus paham bahwa daya tubuh kita dengan orang lain itu berbeda-beda dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula.

Menjaga Kekompakan Team.
Baca, Dengar, dan Terapkan Aturan yang Berlaku

Banyak pendaki di Indonesia yang masih menganggap aturan yang berlaku itu hanya penghalang kebebasan mereka beraktivitas. Ini salah besar. Justru aturan itu dibuat untuk menjamin keselamatan para pendaki. Berangkat dan pulang dengan aman dan selamat. Tidak hanya itu, aturan tersebut juga dibuat untuk menjaga kelestarian alam.

Memang ujungnya kembali kepada individu para pendaki. Mau dilakukan atau tidak, itu hak masing-masing individu. Tetapi yang perlu diingat, apabila ada kesalahan yang dilakukan berarti pihak yang berwenang atau alam juga berhak memberikan hukuman. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab.

Cari Info Sebanyak-banyaknya Sebelum Berangkat

Info di sini yang aku maksud adalah info di luar aturan-aturan umum yang berlaku. Contohnya adalah kondisi cuaca terkini, lama perjalanan antar pos, kondisi mata air, dan masih banyak lagi. Semua info ini bisa dengan mudah kalian dapatkan dari media sosial, dan travel blog. Harapannya dengan banyak tahu di awal, persiapan kita akan menjadi lebih matang. Contohnya ketika kita mengetahui gunung yang hendak kita daki sedang diguyur hujan. Dari informasi ini, kita harus melakukan persiapan lebih yaitu membungkus semua barang dengan plastik agar tidak basah. Terutama pakaian harus dijaga tidak boleh sampai basah.

Jaga Kekompakan Kelompok

Mendaki itu bukan soal beradu siapa yang kuat. Justru asiknya mendaki bisa didapat ketika kelompok kita kompak. Tidak hanya kompak pada saat berjalan, melainkan kompak pada saat berkemah juga. Harus kompak secara utuh dari awal berangkat hingga pulang ke rumah masing-masing. Kalau sudah kompak, maka segala kekurangan masing-masing individu akan bisa terbantu tertutupi oleh kelebihan anggota kelompok yang lain. Dengan begini, angka resiko terjadi hal yang tidak diinginkan bisa ditekan sekecil mungkin.

Pendakian di Gunung Semeru.
Hormati Kepercayaan Bahwa Gunung Adalah Tempat yang Sakral

Aku memberikan tips terkahir ini tentunya tanpa mengurangi rasa hormat terhadap agama yang kalian peluk masing-masing. Tidak bisa dipungkiri, kita hidup di Indonesia dengan rata-rata penduduk yang masih memiliki keyakinan bahwa gunung itu tempat para dewa sehingga disakralkan. Jadi, kalau kita mendaki ke gunung itu sama saja dengan bertamu ke rumah orang. Lebih baik kita selalu menjaga perilaku dan tata krama sebaik mungkin.

Sekian 5 tips dari aku. Semoga tips ini bisa bermanfaat dan membuat perjalanan kalian memiliki banyak cerita. Sampai berjumpa di artikel lainnya.

Salam Gunung itu Guru!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.