Tips Fotografi Wisata: Memanfaatkan Fenomena Blue Hour & Golden Hour

0
2019
Nelayan di Sungai Siak Diabadikan dengan Mirrorless.

Fotografi kian digandrungi oleh masyarakat, terlebih generasi millennial yang membutuhkan foto-foto ‘cantik’ untuk dibagikan di lini masa media sosial mereka. Peminat fotografi yang terus berkembang juga diikuti dengan kesadaran bahwa visual alam Indonesia begitu indah untuk dipotret dan diceritakan.

Seiring dengan fenomena tersebut, ada anggapan bahwa hasil foto selalu bagus karena kamera yang begitu mahal. Namun opini tersebut tak selalu benar. Istilah asing yang berbunyi ‘a man behind the gun’ mampu mematahkan opini itu.

Berangkat dari ungkapan tersebut, muncul lagi pertanyaan lanjutan, ‘a man’ yang dimaksud itu seperti apa? Tentu ‘a man’ yang telah melalui proses; berlatih dengan kamera serta meningkatkan literasi fotografi.

Dewasa ini, kualitas kamera juga mengalami degradasi nilai jual. Banyak vendor yang menawarkan kualitas kamera yang mumpuni dengan harga terjangkau. Bahkan, pangsa pasar smartphone ikut bersaing dalam hal kualitas kamera. Mereka menyematkan kamera dengan kualitas yang sudah baik untuk menarik perhatian konsumen.

Penjelasan di atas sekali lagi mematahkan pandangan bahwa hasil foto selalu bagus karena kamera yang mahal. Bahwa gambar hasil tangkapan kamera smartphone juga bisa bersaing.

Terlepas dari peralatan yang digunakan dan skill fotografi yang dimiliki, hasil jepretan kamu sebenarnya bisa lebih bagus dengan memanfaatkan fenomena alam, yakni Blue Hour dan Golden Hour. Metode ini sangat berguna jika kamu mengunjungi suatu tempat wisata, terutama yang memiliki lanskap yang menarik.

Kali ini, saya akan menjelaskan dan juga memberikan tips sederhana memotret dengan memanfaatkan dua fenomena alam tersebut.

Blue Hour.
Potret Komidi Putar di Salah Satu Pasar Malam di Pekanbaru.

Blue hour jika diterjemahkan memiliki arti jam biru atau waktu biru. Kenapa biru? Karena pada periode ini langit akan berwarna biru pekat. Blue Hour terjadi pada pagi dan sore hari. Untuk waktu Blue Hour akan berbeda pada setiap daerah. Oleh karena itu, kita juga dituntut untuk peka dan melakukan observasi terlebih dahulu sebelum memotret disaat blue hour.

Saya saat ini berdomisili di Ibukota Riau, Pekanbaru. Di kota bertuah ini, fenomena ini umumnya terjadi mulai pukul 05:00 hingga 06:00 WIB di pagi hari, sementara saat sore langit akan menjadi biru pekat sekitar pukul 18:00 hingga 18:45 WIB.

Jika ditelisik lebih dalam lagi, Blue Hour merupakan momen setelah matahari terbit dan matahari terbenam. Biasanya, Blue Hour juga memancarkan bias warna yang beragam. Bisa jingga, kuning dan oranye. Tergantung kondisi, cuaca dan geografis.

Golden Hour.
Potret Sungai Siak Saat Golden Hour.

Golden Hour merupakan detik-detik matahari kembali bersinar maupun kembali ke peraduannya saat sore hari. Golden Hour biasanya terjadi mulai pukul 06:00 hingga 07:00 WIB dan 17:00 hingga 18:00 WIB.

Golden Hour menyajikan pemandangan langit dengan warna didominasi kuning dan oranye. Memotret saat momen ini sangat menarik jika dipadukan dengan pemandangan alam, seperti Gunung, Laut, maupun Danau. Oleh sebab itu, jika kamu ingin mengunjungi salah satu tempat destinasi wisata, disarankan melakukan pemotretan pada momen tersebut.

Nelayan di Sungai Siak Diabadikan dengan Mirrorless.

Kedua momen ini bisa dipercantik dengan memadukan foreground yang menarik. Foreground bisa saja diisi dengan foto portrait diri sendiri, tugu, bangunan, atau yang lainnya. Dengan begitu, framing foto kamu akan terlihat lebih ciamik.

Lebih lanjut, memotret pada saat Blue Hour dan Golden Hour bisa juga dipadukan dengan metode slow speed. Hasilnya pun terlihat lebih memesona lagi. Teknik slow speed ini membutuhkan tripod agar cahaya yang masuk sempurna dan tidak goyang.

Disamping itu, bagi fotografer professional, mengabadikan Blue Hour dan Golden Hour juga dilengkapi peralatan tambahan, filter yang berfungsi untuk menjaga cahaya yang masuk agar tidak berlebihan.

Ingat, bagaimanapun juga, fotografi sederhananya ialah seni melukis dengan cahaya. Jadi, cahaya merupakan domain penting dalam menghasilkan foto berkualitas. Selamat mencoba yaa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.