Tips Bijak Berwisata ke Taman Margasatwa Ragunan

0
246
Pengunjung juga tak luput memberi makan pada jerapah padahal tidak boleh memberi makanan apapun ke satwa.

Berlibur ke kebun binatang adalah salah satu alternatif liburan yang tepat bagi warga perkotaan. Apalagi area perkotaan dipenuhi dengan bangunan-bangunan menjulang tinggi. Berkunjung ke Taman Margasatwa Ragunan atau Kebun Binatang Ragunan bisa menjadi destinasi wisata outdoor dengan pepohonan rindang di daerah metropolitan Jakarta. Lokasi kebun binatang yang strategis menjadi alasan lain kenapa Ragunan sangat cocok dikunjungi oleh warga perkotaan. Namun, jangan sampai melakukan kesalahan saat berkunjung ke Ragunan ya! Kita pun butuh persiapan agar kedatangan kita di Ragunan membawa nilai positif, salah satunya dengan memperhatikan tips berikut ini sebelum ke sana:

Akses ke Bonbin Ragunan  

Bagi kalian pengguna setia kendaraan umum untuk mengurangi angka kemacetan di jalan, wisata ke Ragunan adalah pilihan yang sangat bijak. Perlu diperhatikan bahwa di depan Bonbin Ragunan terdapat halte Transjakarta bernama halte Ragunan. Maka kendaraan umum yang harus dicoba adalah bis TJ (sebutan Transjakarta). Harga tiket bis TJ juga sangat murah, hanya Rp 3.500 saja. Namun jika kalian ingin naik KRL karena domisilimu lebih dekat dengan stasiun ketimbang halte, maka naiklah KRL lalu turun di Stasiun Tanjung Barat. Nah dari stasiun Tanjung Barat ini, kita tinggal ganti moda transportasi. Bisa dengan bis TJ atau kendaraan daring. Halte Tanjung Barat ini terintegerasi dengan Stasiun KRL Tanjung Barat. Kalian juga bisa langsung naik dari halte ini menuju halte Ragunan karena satu rute.

Siapkan Jak Card
Patung Raden Saleh di tengah-tengah kebun binatang yang seolah-olah mengawasi kita agar berwisata secara bijak.

Perlu diingat bahwa untuk masuk ke Ragunan, kita tidak bisa menggunakan uang tunai atau debit atau lainnnya. Bahkan e-money jenis apapun tidak berlaku. Kalian hanya boleh menggunakan Jak Card untuk masuk ke Ragunan.  Awalnya agak risih dengan kebijakan tersebut karena Jak Card sendiri terbatas di Jakarta saja. Bagaimana jika kita adalah pendatang atau wisatawan yang mungkin ke Ragunan hanya sekali dalam setahun? Sayang kan jika harus membeli Jak Card dulu?

Kita pun mau tak mau harus membeli kartu Jak Card di loket pembayaran. Harga satu kartu Rp 15.000 termasuk saldo. Sementara untuk masuk Ragunan, hanya perlu merogoh kocek Rp 4.000 saja untuk orang dewasa. Sebenarnya ada baiknya juga menggunakan Jak Card. Selain sebagai pendapatan daerah juga menghemat karcis berupa kertas yang sangat mubazir.

Di dalam Bonbin Ragunan juga terdapat mesin pembeli minuman dingin yang bisa dibayar dengan menggunakan Jak Card. Daripada saldonya tidak pernah terpakai, mending buat beli minuman dingin. Tapi tenang saja! Jak Card ini sama seperti uang elektronik lainnya yang tidak ada masa kedaluwarsanya.

Bawa Bekal Makanan dan Minuman yang Cukup
Gajah yang imut juga pintar.

Namanya juga tempat wisata, harga makanan di dalamnya pun lumayan mahal. Jadi untuk menghemat pengeluaran, bawalah makanan dan minuman dari luar. Apalagi kita tidak tahu seberapa higienis makanan dan minuman yang dijual di Ragunan. Untuk berjaga-jaga lebih baik bawa bekal dari rumah.

Kalau bawa bekal, jangan lupa juga sekalian bawa tikar. Kita bisa bersantai-santai di bawah rindangnya pohon sebelum melihat-lihat satwa langka yang ada. Perlu diingat, kawasan terbuka di Ragunan akan dipenuhi lautan manusia di akhir pekan. Namun jika kalian ingin kebagian tempat santai, datanglah lebih pagi lagi.

Yakin Mau Jalan Kaki Mengelilingi Ragunan?

Luas Kebun Binatang Ragunan sekitar 140 hektar. Bayangkan saja jika kita harus berjalan dengan luas wilayah seperti itu. Berjalan setengahnya saja sudah membuat saya sangat kecapaian, apalagi full mengelilingi seluruh Bonbin. Namun jangan putus asa dulu! Di dalam Bonbin terdapat penyewaan sepeda dan juga kereta wisata yang bisa kita gunakan untuk mengelilingi seluruh area Bonbin.

Ingat! Jangan Memberi Makanan ke Satwa
Burung pelikan ini makan sampah yang dilempar oleh pengunjung.

Seringkali saya melihat pengunjung memberikan makanan kepada satwa. Ada yang melempar mentimun, semangka bahkan sampah. Inilah yang membuat saya merasa kasihan terhadap hewan-hewan di sana. Satwa yang ada di Ragunan sebagian besar adalah hewan yang dilindungi, jadi tidak sembarang makanan bisa mereka makan. Jadwal makan mereka pun sudah tersusun dengan baik dan dijaga asupan nutrisinya oleh pengelola yang handal. Jika kalian memberikan satwa makanan, maka lebih baik kalian tidak usah datang ke Ragunan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.