Tips Berwisata Singkat Ke Alun-Alun Bandung

0
264
Alun-alun sekaligus Masjid Raya Bandung tampak depan.

Mungkin berwisata ke alun-alun adalah hal luar biasa bagi orang desa yang berliburan ke kota. Namun siapa sangka, semua orang bisa merasakan sensasi yang berbeda ketika berwisata ke alun-alun Bandung. Alun-alun Bandung bukan hanya sebatas alun-alun ruang terbuka saja, di sana ada Masjid Agung yang besar dan halaman yang artistik. Kita juga bisa berburu makanan enak di lantai bawah tanah. Tentu saja, alun-alun Bandung menjadi pilihan banyak orang untuk sekedar menghabiskan akhir pekan atau liburan singkat. Namun sebelum berencana pergi ke sana, perhatikan tips-tips berikut ini, meski dianggap agak aneh (siapa yang mau tips untuk berwisata di tengah kota) tapi tips ini akan sangat membantu kalian sebelum kalian menyesal seperti saya.

Pertama, jangan datang ke alun-alun Bandung di tengah hari di mana panas akan sangat menyengat. Dulu Bandung dikenal kota yang dingin namun sekarang Bandung tidak seperti dulu lagi. Panas adalah hal lumrah jika siang sedang datang. Apalagi sudah banyak bangunan menjulang tinggi ditambah menjamurnya berbagai kendaraan yang menimbulkan banyak polusi di mana-mana. Maka datang ke alun-alun Bandung ketika matahari sedang terik-teriknya akan membuatmu sedikit menyesal. Usahakan datang lebih pagi lagi atau sore hari menjelang maghrib.

Taman dengan tanaman warna-warni, kalau dari menara terlihat lebih indah lagi.

Kedua, jika kalian terlanjur datang ke alun-alun Bandung di siang hari maka pakailah baju lengan panjang dan oleskan tabir surya jika kalian nekat memakai baju pendek. Perlu diingat bahwa halaman alun-alun merupakan rumput sintesis (kalau mau ke rumput sintesis kita wajib melepas alas kaki), jadi ketika siang hari rumput di sana akan sangat menyengat di telapak kaki. Kalian tidak akan betah berlama-lama di atas rumput yang bergaris-garis unik itu kecuali kalau kalian memakai kaus kaki. Yah, memakai kaus kaki merupakan pilihan tepat jika ingin menghabiskan liburan di alun-alun Bandung di siang terik.

Toilet di samping alun-alun dipatok dua ribu rupiah, kalau tidak punya uang receh mending masuk ke toliet di dalam masjid saja.

Ketiga, jangan datang di hari Minggu jika tidak suka dengan keramaian. Pasalnya, di hari Minggu dan hari libur, alun-alun Bandung ini akan dipenuhi lautan manusia. Namun jika memang bisanya pas hari libur, tenang saja, kalian bisa mencari alternatif lain yaitu dengan menaiki menara masjid alun-alun. Untuk naik ke menara, usahakan datang dari pukul 10 pagi sampai 5 sore karena di jam itu menara dibuka untuk umum. Dan jangan datang ketika salat Jumat sedang berlangsung karena menara setinggi 19 lantai itu tidak dibuka ketika salat Jumat sedang berlangsung. Lalu apa yang bisa didapat dari menara? Tentu saja kita bisa melihat rumput bercorak yang indah dengan tanaman warna-warni di sampingnya dari atas.

Melihat Bandung dengan jarak pandang 360 derajat ini mirip-mirip dengan puncak Monas, bedanya di menara masjid Bandung kita bisa melihat gunung jika memang lagi beruntung tidak ada kabut. Dan jangan lupa siapkan uang 7 ribu rupiah untuk bisa menikmati pemandangan indah kota Bandung dari atas menara.

Tersedia warung yang tersusun rapi di ruang bawah tanah.

Keempat, jangan bingung di mana tempat parkir dan tempat makan. Beberapa orang tentu sering menanyakan, alun-alun Bandung tidak memiliki tempat parkir padahal tempat parkirnya berada di basement atau ruang bawah tanah. Jarang-jarang masjid sekaligus alun-alun memiliki parkir di bawah tanah. Selepas memarkirkan kendaraan, kita bisa icip-icip makanan yang memang bersebelahan dengan tempat parkir. Makanan yang tersedia sangat beragam mulai dari nasi padang, soto, bakso dan mi ayam. Harga yang ditawarkan tidak terlampau tinggi apalagi alun-alun tersebut terletak di tengah kota jadi masih wajar kecuali toiletnya yang berbayar. Toilet yang tersedia di pintu masuk alun-alun dibanderol dua ribu rupiah kecuali toilet di dalam masjid, yah pasti gratis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.