Tips Aman Mendaki Saat Musim Hujan

0
71
Keindahan Gunung Merbabu.

Fenomena aneh terjadi pada awal 2020. Biasanya bulan Februari dan Maret cuacanya sudah mulai cerah, tapi tahun ini berbeda. Memang menurut BMKG puncak musim hujan baru terjadi pada bulan Januari dan Februari. Bahkan di beberapa wilayah bulan Maret adalah puncaknya. Terlepas dari semua itu, terkadang musim hujan menjadi momen yang tidak menyenangkan bagi pendaki.

Musim hujan menyebabkan beberapa jalur pendakian gunung ditutup. Sekalipun diperbolehkan mendaki, rintangan dan tenaga yang dibutuhkan lebih besar ketimbang pendakian saat musim panas. Jalur yang penuh lumpur bahkan lintah membuat pendaki harus ekstra hati hati. Kadang saya lebih nyaman untuk rebahan di kamar dan menikmati hujan dibanding harus berjibaku di jalur pendakian. Tetapi, bagi beberapa pendaki, ada sensasi berbeda ketika mendaki saat musim hujan. Saya pun akhirnya bisa mengerti rasa bahagia ketika mendaki dalam hujan yang sangat deras. Tulisan ini akan membahas bagaimana tips mendaki yang aman sekalipun hujan sedang deras derasnya.

Peralatan yang mendukung.
Gunakan Peralatan Yang Mendukung

Dalam kondisi seperti ini, peralatan memiliki peran yang sangat penting. Minimal kita menggunakan sepatu pendakian, memakai keril dan rain cover lalu membawa jas hujan. Akan lebih baik lagi jika kita memakai pakaian, kaos kaki, dan celana yang bahannya cepat kering. Apakah ini terdengar berlebihan? Memang apa gunanya untuk pendakian?

Begini, pendakian saat musim hujan akan membuat badan kita mudah basah, apalagi jika kita melakukan perjalanan ketika hujan sedang deras. Suhu tubuh kita akan menurun, belum lagi keringat akan tercampur dengan air hujan. Kondisi ini sangat rentan bagi pendaki karena bisa menyebabkan  kram atau bahkan terkena hipotermia. Sangat penting untuk menjaga badan agar tetap kering saat suhu di sekitar menurun.

Mendaki Ketika Pagi Atau Siang

Waktu dan jam mendaki ternyata cukup berdampak ketika pendakian musim hujan. Dari pengalaman saya sendiri, biasanya pagi atau siang hari belum hujan. Kalaupun hujan, tidak akan terlalu deras dan berkabut. Setidaknya mendaki pada pagi atau sore hari membuat kita lebih santai karena jalur pendakian masih jelas terlihat. Meskipun hujan,  langit masih terang sehingga pendakian tidak terlalu sulit.

Tetapi jika pendakian baru dilakukan pada sore atau malam hari, biasanya hujan, kabut, dan suhu yang rendah akan menyulitkan kita. Inilah yang menjadi kesulitan saya ketika mendaki Gunung Merbabu pada 7 Februari 2020 lalu. Pukul 19.00 saya masih berada dalam jalur pendakian, hujan pun semakin deras, langit juga sudah gelap. Beberapa kali saya terpeleset dan jatuh. Risiko cedera akan lebih tinggi ketika pendakian malam. Maka dari itu, saya pribadi lebih menyukai pendakian pada pagi atau siang hari ketika musim hujan.

Mendaki saat pagi hari atau siang hari.
Teliti Memilih Tempat Berkemah

Hal ini sederhana namun sering terlupakan. Padahal, lokasi pendirian tenda sangatlah penting ketika musim hujan. Contoh kasus paling menarik adalah Gunung Merbabu. Tepatnya di Pos 2 gunung ini beberapa minggu lalu sempat kebanjiran. Jadi, air dari atas turun dan berkumpul di pos ini. Tenda-tenda yang didirikan di area aliran air hampir hanyut. Para pendaki pun langsung menyelamatkan barang-barang agar tidak hanyut bersama air.

Untuk memilih tempat mendirikan tenda yang pertama harus diperhatikan adalah kondisi kemiringan lahan. Pastikan apakah ada jalur air atau genangan yang menjadi tempat berkumpul air. Yang kedua adalah karakter tanah. Pastikan apakah di permukaan tanah terdapat banyak batu, lalu pastikan juga jenis tanah itu. Yang ketiga adalah angin. Pastikan lebih dulu apakah tempat berkemah itu rawan angin besar atau badai. Ketiga hal ini bisa menjadi pertimbanagn mendasar untuk memilih lokasi kemah.

Memang pendakian ketika musim hujan memiliki beberapa risiko. Tetapi, jika kita mempersiapkannya dengan matang, pendakian ini akan sangat menyenangkan. Ada banyak hal yang bisa didapat ketika hujan deras dan kabut tebal menemani proses pendakian. Bagaimana? Sudah siap mendaki saat musim hujan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.