Tiga Rekomendasi Sarapan di Cirebon

4
992
Nasi Lengko.

Tahukah kalian? Kalau sarapan pagi itu sangat penting, lho. Menurut majalah kesehatan yang pernah saya baca, kebiasaan sarapan dapat membuat seseorang tampak awet muda dan hendaknya sarapan dilakukan satu jam setelah bangun tidur. Jadi, apapun sarapan kalian,  yang penting mengandung cukup nutrisi untuk mendukung aktivitas di siang hari, karena sarapan dapat berdampak positif bagi mood seseorang.

Nah, setelah pada tulisan sebelumnya saya merekomendasikan beberapa jenis bubur khas Cirebon, kali ini saya akan memberikan rekomendasi mengenai makanan apa saja yang biasa menjadi sarapan pagi di Cirebon. Yuk, disimak infonya!

Nasi Lengko

Setelah berjalan-jalan mencari sarapan pagi, ada lagi makanan khas dari daerah Cirebon ini. Wong Cirebon menyebutnya dengan sego lengko. Merupakan makanan yang paling diminati untuk sarapan di pagi hari. Akan sangat mudah menemukan yang berjualan nasi lengko baik yang berada di pinggir jalan, yang menggunakan gerobak, ataupun meja lesehan. Makanan ini sangat sederhana dan pasti mengenyangkan.

Secara penampilan dan rasa, menurut saya nasi lengko cukup sederhana, karena tidak menggunakan bahan-bahan yang terlalu kompleks, ataupun bumbu yang terlalu banyak rempahnya, hanya menggunakan sayuran rebus yang diberi bumbu kacang saja. Berikut adalah cara penyajian dari makanan ini:

  1. Siapkan nasi hangat di piring saji.
  2. Taruh tauge yang sudah direbus di atas nasi.
  3. Tambahkan tempe goreng dan tahu goreng yang sudah dipotong dadu.
  4. Siram sambal kacang di atasnya.
  5. Taburi potongan daun kucai dan bawang goreng.
  6. Beri kecap.
  7. Sambal cabai merah sesuai selera.
  8. Sajikan.

Sederhana sekali, kan? Membuat sendiri di rumah pun bisa. Kuncinya terletak di sambal kacang. Jadi, buatlah sambal kacang yang lezat dan nikmat, ya!

Docang
Docang.

Pertama kali mendengar kata docang, saya cukup tertarik, karena terdengar cukup aneh. Makanan ini banyak kita jumpai pada saat kita memasuki kota Cirebon. Kebanyakan penjualnya menggunakan gerobak dorong atau meja lesehan. Makanan yang disajikan dengan kuah bening segar yang terbuat dari dage, paling nikmat ketika disantap ketika masih hangat.

Ternyata histori dari makanan ini berawal dari zaman Belanda dulu, ini merupakan makanan bagi rakyat yang tidak mampu membeli makanan berprotein tinggi, seperti ikan dan daging. Maka, makanan ini tercipta demi kelangsungan hidup masyarakat Cirebon dari kalangan menengah ke bawah untuk dapat menyajikan sarapan yang enak, tetap sehat, dan mengenyangkan.

Cara penyajian makanan ini:

  1. Potong-potong lontong di atas piring saji.
  2. Tambahkan sayuran yang sudah direbus seperti daun singkong dan tauge.
  3. Siram lontong dan sayuran rebus dengan kuah dage yang khas.
  4. Taburkan kelapa parut.
  5. Tambahkan sambal cabai merah atau sambal bubuk sesuai selera.
  6. Sajikan dengan kerupuk khas Docang.

Kuah Docang yang hangat, ditambah dengan sambal akan membuat sarapanmu semakin berselera. Mungkin ada yang bertanya-tanya bagi pembaca yang dari luar Cirebon, dage itu apa, sih? Sederhananya, dage itu seperti oncom, sebuah produk fermentasi kacang. Perbedaannya, oncom terbuat dari ampas tahu dan tekstur di dalamnya halus, sedangkan dage terbuat dari kacang tanah dan tekstur di dalamnya kasar.

Nasi Jamblang
Lauk Nasi Jamblang.

Jenis sarapan yang akan saya bahas selanjutnya adalah nasi jamblang. Makanan ini biasanya banyak dijumpai di daerah perkantoran dan pasar.

Kalau di daerah Jawa lainnya kebanyakan menggunakan daun pisang sebagai pembungkus nasi, wong Cirebon menggunakan daun jati sebagai pembungkusnya, hal tersebut lah yang menjadi ciri khas dari nasi jamblang ini.

Untuk menikmati nasi jamblang, terdapat banyak pilihan lauk yang dapat dipilih sebagai pelengkap, ada tempe goreng, tahu semur (dengan kuah yang agak bening), ikan tongkol, perkedel kentang, belakutak, aneka sate, aneka olahan telur, dan masih banyak yang lainnya. Tapi tenang, harganya terhitung cukup bersahabat, kok, tergantung berapa banyak lauk yang kita pilih, karena harga lauknya pun berbeda-beda.

Nah, itu dia rekomendasi sarapan ala Cirebon. Semoga bisa menjadi pilihan baru untuk opsi sarapan kalian. Nantikan cerita-cerita saya menjelajahi kuliner lainnya yaa! See you.

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.