The Naked Barista: Primadona di Warung Kopi Asiang

0
224
Kopi susu di warung kopi asiang.

“Mau kopi hitam atau kopi susu?” pertanyaan itulah yang akan menyambut kamu ketika kamu memasuki Warung Kopi Asiang yang terletak di Jl Merapi, Pontianak. Pontianak sering kali dijuluki sebagai “Kota Seribu Warung Kopi” karena banyaknya warung kopi di ibu kota Kalimantan Barat ini. Hampir di setiap sudut jalan di Pontianak terdapat warung kopi. Tapi Warung Kopi Asiang bukalah sekadar warung kopi biasa. Ini adalah satu satu warung kopi legendaris yang wajib kamu kunjungi bila kamu sedang berada di kota khatulistiwa.

Hanya ada dua pilihan jenis kopi yang bisa kamu pesan di tempat ini, kopi hitam atau kopi susu. Sebagai teman minum kopi yang tersajikan dalam cangkir keramik antik, kamu bisa memesan beragam cemilan seperti roti srikaya, pisang srikaya, juga cemilan lainnya.

Kopi susu di warung kopi asiang.

Harga secangkir kopi di sini tidak terlalu mahal, Rp5.000 untuk kopi hitam, dan Rp7.000 untuk kopi susu. Aneka kue dijual seharga Rp3.000, sementara untuk roti selai kamu harus membayar Rp5.000. Harga yang cukup terjangkau bukan?

Cita rasa kopi yang disajikan di warung kopi yang buka dari pukul 04.00 WIB hingga 13.00 WIB ini memang nikmat. Saat memasuki warung kopi kita sudah bisa mencium aroma kopi yang kuat. Tapi tempat ini ramai dikunjungi bukan semata-mata karena kenikmatan kopinya saja, melainkan karena sosok peracik kopi di tempat ini.

The Naked Barista: Primadona di Warung Kopi Asiang

Pemandangan pria separuh baya yang tengah meracik kopi itu seolah menyambut kedatanganku. Posisinya persis berada di bagian paling luar kedai kopi, di balik meja besi setinggi sekitar satu meter. Mataku terpikat bukan semata-mata pada tubuhnya yang bertelanjang dada, tapi juga pada kelincahan tangannya meracik kopi. Ia menuang kopi dari teko dengan cara ditarik-ulur hingga menghasilkan Kopi yang tertuang ke dalam cangkir tampak berbuih.

Asiang sibuk meracik kopi.

Beberapa kali aku melihat ia bolak-balik meracik kopi sebelum akhirnya aku teringat untuk mengeluarkan kamera dari dalam tas. Detik berikutnya aku asik mengabadikan momen itu, merekamnya aktivitas the naked barista yang cukup legendaris di Pontianak pagi itu, Asiang, barista sekaligus pemilik dari Warung Kopi Asiang.

Koh Asiang adalah generasi kedua pemilik sekaligus peracik kopi di Warung Kopi Asiang. Warung kopi ini dirintis oleh ayah Asiang sudah berdiri sejak tahun 1958. Selama 61 tahun kopi yang disajikan di tempat ini menggunakan resep turun-temurun keluarga. Biji kopi yang digunakan merupakan salah satu kunci utama kenikmatan kopi yang disajikan di tempat ini, yaitu jenis kopi robusta yang berasal dari Kalimatan Barat.

Suasana di warung kopi asiang tampak lebih modern setelah renovasi.

Yang menarik dari Warung Kopi Asiang bukanlah semata-mata karena kenikmatan secangkir kopi hitamnya saja, melainkan karena sosok Asiang itu sendiri. Dengan bertelanjang dada ia tampak serius meracik kopi, menuang kopi dari teko dengan cara ditarik-ulur, memamerkan badannya yang kekar bertato.

Tehnik membuat kopi yang disajikan oleh Asiang menjadi tontonan tersendiri. Tangannya selalu sibuk tak berhenti bergerak. Tangan kirinya diangkat tinggi  ketika menuangkan kopi ke dalam cangkir. Sementara tangan kanan sibuk mengaduk dan menyaring bubuk kopi yang dituangkan ke dalam teko. Metode Hainan, begitu istilah teknik kopi yang digunakan oleh Asiang di kedai kopi ini. Konon, teknik inilah yang membuat aroma kopi keluar secara optimal.

Asiang sibuk meracik kopi.

“Jangan cuma foto Asiang dong,” sebuah komentar menghentikan aktivitas memotretku. Seakan ditarik kembali ke dunia nyata, aku menyadari kalau aku tengah ditegur oleh pembeli lain. Rupanya bapak itu sedari tadi memperhatikan aku yang tak berhenti memotret Asiang. Menurutnya, orang yang datang berkunjung ke warung kopi ini sering kali selain menikmati secangkir kopi, aktivitas yang dilakukan adalah mengabadikan Asiang. “Pengunjung yang lain kan juga mau difoto,” ujarnya. Akhirnya setelah aku mengabadikan suasana warung kopi, aku pun pamit mencari temanku yang sudah sedari tadi duduk di dalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.