Tersesat Saat Pendakian? Jangan Panik, Ingat ‘STOP’!

0
230
Amati medan yang ada di sekitarmu.

Beraktivitas di alam bebas memang sesuatu yang sangat menyenangkan. Banyak hal baru yang bisa ditemukan tanpa pernah diprediksi sebelumnya. Namun di sisi lain, beraktivitas di alam bebas juga menyimpan sejuta bahaya yang terkadang membuat pegiatnya lupa diri atau panik akibat ketakutan berlebihan.

Nah, dalam beraktivitas di alam bebas, panik adalah sesuatu yang harus ditangani. Karena kepanikan akan menentukan keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam melewati masa darurat. Siapa pun bisa hilang atau tersesat di alam liar, dan ketika kepanikan mulai tidak terkendali saat situasi tersebut, maka dampak terburuk yang akan muncul adalah kematian.

Lalu, bagaimana mengatasi kepanikan saat beraktivitas di alam bebas, terutama saat berada di kondisi darurat? Berikut ini sebuah metode sederhana yang bisa membantu teman traveler mengatasinya. Metode ini di beri nama “STOP”

“S” Stop

Jangan lupa untuk berhenti, duduk dan berpikir tenang.

Stop atau berhenti. Ketika menyadari bahwa anda hilang atau tengah tersesat berhentilah sejenak. Jangan panik, karena jika anda panik dengan melakukan tindakan di luar kontrol seperti berjalan lebih cepat dari biasa atau berlari, maka resiko jatuh ke dalam jurang  atau terpeleset juga lebih tinggi. Luangkan waktu duduk dan tarik nafas dalam-dalam,  berusaha setenang mungkin, dan kumpulkan semua pikiran anda. Tanamkan dalam pikiran bahwa anda tidak hilang dan dalam kondisi baik-baik saja. Anda masih hidup dan itu berarti masih bisa untuk kembali.

“T” Think

Think atau berpikir. Sebagai manusia, beruntunglah karena masih diberikan otak dan kecerdasan untuk berpikir. Jadi, gunakanlah! Berpikirlah sejernih mungkin apa yang harus dilakukan dalam kondisi demikian. Berpikirlah rasional agar tidak menyesal nantinya.

Cobalah untuk mengajukan pertanyaan pada diri sendiri. Dari arah mana anda sebelumnya bergerak? Apa tanda yang telah anda lalui? Atau sudah berapa lama anda berjalan dan kemudian tersesat?

Setelah semua pertanyaan perlahan terjawab oleh anda, maka semoga saja sudah bisa memetakan arah yang telah dilalui hingga berada di titik ini. Ingat, setiap perjalanan pasti meninggalkan jejak. Sekecil apapun itu, harus benar-benar dipikirkan untuk bisa memberikan jalan keluar.

“O” Observation

Pikirkan juga dimana anda mencari perlindungan, membuat api, hingga mengirim sinyal bantuan.

Observation atau observasi. Mulailah melakukan observasi. Amati semua kondisi lingkungan di mana anda berada sekarang, apakah sungai, tebing, lembah, punggungan atau mungkin jalan yang landai. Amati peta yang dibawa dan sesuaikan dengan hasil observasi anda.

Jangan lupa juga perhatikan waktu. Jika anda dalam situasi sudah terlalu sore untuk melanjutkan perjalanan, perhatikan di mana harus bernaung, membuat api, dan peralatan apa yang anda punya. Selain itu perhatikan juga cuaca untuk mengantisipasi kedinginan, hujan atau badai yang bisa saja mengancam sebelum pertolongan datang.

“P” Plan

Plan atau rencana. Rencanakan apa yang harus dilakukan sebelum beranjak. Dengan perencanaan yang matang anda dapat menghitung seberapa besar resiko yang bisa timbul saat anda bergerak atau memutuskan tetap tinggal di tempat. Jangan pernah beranjak sebelum anda punya rencana yang matang. Prioritaskan kebutuhan mendesak dan kembangkan rencana secara sistematis dalam kondisi darurat. Pikirkan diri anda, jangan banyak menunda dan menggantungkan hidup pada orang lain hingga terlalu banyak menunggu bantuan yang belum tentu datang.

Manfaatkan ilmu survival seperti membuat tempat perlindungan, membuatan api, membuat tanda sinyal, hingga mencari air. Tips lain yang tak kalah penting pastikan sebelum beraktivitas ke alam bebas untuk membawa perlengkapan sesuai standar perjalanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.