Temu Kangen Dengan Ikan Nemo di Karimun Jawa

0
135
Temu Kangen dengan Ikan Nemo.

Karimun Jawa, siapa yang tidak mengenal sebuah pulau kecil yang terletak di Pulau Jawa ini? Untuk menuju ke sana bisa menggunakan moda pesawat maupun kapal. Kali ini pilihanku jatuh ke moda kapal. Petualanganku bersama dengan dua temanku dimulai dengan menaiki bus arah Jepara. Keberangkatan dimulai dari Surabaya. dan sampai di Jepara dini hari. Sampai di sana, kami memutuskan untuk menaiki becak. Meskipun dini hari, kita tidak perlu cemas karena bapak pengayuh becak tetap bersiaga disana. Mereka tahu kalau bakal banyak orang yang minta diantarkan ke pelabuhan. Sesampainya di pelabuhan, kami harus menunggu hingga pagi terlebih dahulu untuk menunggu kapal ke Karimun Jawa. Oh ya, banyak juga wisatawan, baik lokal maupun asing, yang menunggu seperti kami.

Perjalanan menghabiskan waktu kurang lebih dua jam. Sayangnya, pada saat itu, udara di kapal sangat panas. Mungkin karena pendingin udara yang tidak berfungsi dengan baik. Sesampainya di Karimun Jawa, kapal langsung bersandar di pelabuhan. Kami pun bertemu dengan pihak penginapan yang sebelumya sudah membuat janji untuk menjemput. Penginapannya ternyata tidak jauh dari dermaga tadi. Kami menempati kamar yang berada di ujung lahan dengan posisi menghadap ke laut. Kami memutuskan untuk beristirahat setelah perjalanan jauh dan lama.

Setelah beristirahat, kami memutuskan untuk mencari penyewaan sepeda motor untuk berkeliling pulau. Terima kasih kepada pihak penginapan yang membantu mencarikan dua sepeda motor untuk kami sewa. Menurut penilaianku penduduk di Karimun Jawa ramah sekali. Biasanya di daerah pariwisata, penduduknya cenderung memiliki sikap ramah yang tinggi sebagai bentuk pelayanan terbaik.

Salah satu media berfoto di Bukit Love.

Gas kami tancap untuk menuju tujuan pertama kali, yaitu Bukit Love. Tanpa tahu posisi lokasi secara pastinya, kami tetap berjalan pasti menjauhi arah dermaga tempat kami datang. Sangat seru berkendara di pulau kecil seperti ini. Penduduknya tidak banyak dan jalanannya pun sepi. Kami bisa berkendara dengan kecepatan tinggi.  Sesampainya dilokasi, kami langsung berfoto-foto. Di sini bisa ditemukan tulisan Karimun Jawa yang sangat besar. Ambilah foto di sana sebagai penanda pernah berkunjung ke pulau indah ini. Pemandangan belakangnya juga tak kalah indah.

Tidak lama hujan datang. Terpaksa kami menghentikan aktivitas serta mencari tempat berteduh. Untungnya hujan turun tidak lama. Selesai dengan lokasi Bukit Love, kami melanjutkan perjalanan tanpa tujuan. Kembali lagi yang penting menyusuri jalan beraspal dengan harapan memutari pulau.

Kami lihat ada penanda ke arah kiri bertuliskan ‘Pantai’. Langsung saja kami berbelok. Ternyata ada dua jalan bercabang yang menghubungkan ke dua pantai berbeda. Kami sempatkan untuk mengksplorasi keduanya. Tak lupa di salah satu pantai, kami sempatkan beristirahat sambil meminum air kelapa dan menunggu matahari terbenam. Setelah menikmati indahnya suasana yang tidak  bisa dinikmati dalam kehidupan kota, kami bergegas pulang kembali ke penginapan. Beristirahat menyipakan fisik untuk aktivitas selanjutnya.

Kamar tempat kami menginap.

Hari selanjutnya, kami sudah berangkat dari pagi menuju dermaga yang lain dengan ukuran lebih kecil. Di sana kami berkumpul dengan sesama wisatawan yang tergabung dalam open trip yang sama dengan kami. Aktivitas pertama dimulai dengan snorkling. Untuk lokasi yang pertama, secara pribadi aku tidak suka. Karang yang aku lihat di bawah seperti karang yang sudah mati. Sejauh mata memandangan hanya warna abu-abu yang nampak. Tidak ada keindahan kombinasi warna karang. Tidak ada ikan karang yang berenang.

Setelah selesai, perjalanan berlanjut ke Pulau Menjangan Kecil untuk menyantap makan siang. Ini aktivitas makan siang favoritku karena bisa makan ikan segar yang disajikan dengan dibakar. Sambil menunggu persiapan makan, wisatawan dipersilahkan mengelilingi pulau atau bisa bermain di pinggiran pantai. Sungguh kenikmatan yang hakiki makan siang kala itu. Rasa lapar setelah snorkling pun terpuaskan.

Makan siang selesai, aktivitas perjalanan dilanjutkan kembali dengan snorkling di spot kedua. Pada spot kedua ini, menurutku jauh lebih bagus daripada spot pertama tadi. Tujuan utama di spot kedua ini adalah temu kangen dengan Nemo. Kami satu-persatu mengantri menyelam untuk berfoto dengan Nemo. Selesai di sana arah kapal menuju kembali ke dermaga. Namun, sebelum bersandar, kapal berbelok terlebih dahulu ke penangkaran hiu. Ini adalah tempat paling ikonik di Karimun Jawa karena kita akan berfoto dengan hiu yang berenang disekitaran badan kita. Selesai dari situ, kami kembali ke daratan pulau utama dan menuju penginapan.

Temu Kangen dengan Ikan Nemo.

Malam tiba, tandanya kami harus mencari makan malam. Kami berjalan kaki dari penginapan ke arah alun-alun. Deretan penjual ikan segar lagi-lagi membuat aku senang. Pilhanku jatuh kepada salah satu bentuk udang yang tidak pernah aku lihat di kota. Aku sendiri tidak tahu apa namanya. Aku sangat senang mencoba hal-hal baru seperti ini. Pada saat perjalanan kembali dari sana, kami sempatkan mampir ke beberapa toko souvenir yang buka. Setelah itu, kami pun mengakhiri perjalanan hari itu.

Hari berganti, sudah saatnya kami mengakhiri liburan ini. Kami kembali dengan cara yang sama seperti berangkat. Hanya saja kami sempatkan mampir ke Kudus dulu untuk mencicipi soto Kudus.

Bagi saya pribadi Karimun Jawa memiliki keindahannya sendiri. Pun memiliki budaya dan kearifan lokal sendiri. Tidak pas kalau kita bandingkan dengan pulau-pulau seperti Bali, Lombok, dsb. Masih banyak keindahan Karimun Jawa yang bisa dikembangkan. Tentunya bagi wisatawan, jangan lupa untuk turut melestarikan lingkungan wisata yang ada. Salam eksplorasi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.