Telisik Ragam Seni Kontemporer Unik di Tumurun Private Museum

0
341
Tumurun Private Gallery Tampak Depan.

Era sekarang ini, paparan hasil harya seni berupa seni rupa ataupun seni kontemporer lainnya makin diminati oleh wisatawan. Sebut saja event tahunan ArtJog di Yogyakarta yang selalu menarik hati para penikmatnya sehingga selalu ramai pengunjung.

Nah, kalau travelovers pecinta seni kontemporer atau minimal ingin menelisik karya-karya kontemporer Nusantara, saya punya rekomendasi tempat yang ciamik untuk dikunjungi di Kota Surakarta. Kalau biasanya identik dengan keraton ataupun pasar tradisionalnya, kini coba kita kunjungi yuk museum seninya!

Namanya Museum Tumurun Private Gallery, tempat ini terhitung wisata baru karena diresmikan April 2018 lalu. Dinamakan Tumurun karena merupakan singkatan dari “turun temurun”, dan terang saja dinamakan seperti itu karena ternyata museum ini merupakan museum pribadi milik keluarga H. Loekminto. Isi dari museum ini merupakan koleksi-koleksi pribadi dari keluarga H. Loekminto dan dikelola oleh perusahaan tekstil PT. Sritex yang mana merupakan perusahan turun temurun H. Loekminto juga.

Selain bernama “private gallery”, sistem museum ini juga sangat privat alias belum dibuka untuk umum. Namun kalau travelovers ingin masuk berkunjung, ada sistemasinya yaitu reservasi terlebih dahulu ke website resmi yaitu tumurunmuseum.com atau ke WhatsApp dengan nomor 081227002152.

Setelah reservasi, travelovers bisa berkunjung sesuai jadwal kunjung yang dipilih. Oh ya, tidak dipungut biaya sepersen pun untuk memasuki area ini. Namun, tetap saja ada peraturan-peraturan yang harus kita patuhi karena museum ini sifatnya privat. Waktu berkunjung wisatawan hanya 60 menit alias satu jam dan persesi kunjungan hanya bisa maksimal 10 orang. Unik kan sistemnya? Sehingga museum ini tidak padat pengunjung dan wisatawan bisa menikmati karya-karya seni ini dengan maksimal.

Jadi, ada apa aja di Tumurun Private Gallery ini?
Salah satu karya seni tiga dimensi.

Selain menyajikan karya seni berbentuk dua dimensi, Museum Tumurun juga punya koleksi tiga dimensi. Selain itu ada juga koleksi berbentuk video, lukisan yang terbuat dari arang, hingga seni maket dengan aneka bentuk penjara, sehingga banyak macam media karya seni yang bisa travelovers nikmati disini. Yang paling khas bisa travelovers temui di area center yaitu karya megah seni instalasi Floating Eyes karya Wedhar Riyadi yang berukuran besar. Selain suguhan karya kontemporer luar biasa, terdapat juga pajangan Mobil Mercedez Benz era 1970 di area belakang museum. Dijamin travelovers akan dibuat berdecak kagum banget deh!

Selain sajian unik di atas, yang lebih menarik lagi adalah karya-karya yang dipajang adalah karya-karya old master seperti milik Affandi, Antonio Blanco, Hendra Gunawan, Raden Saleh, dan lainnya. Namun wilayah itu ada di lantai dua dan belum dibuka untuk umum, meningat lukisan-lukisan tersebut tergolong legendaris sehingga sangat dijaga keamanannya. Meskipun kita hanya diperkenankan menikmati karya seni di lantai satu, itu sudah sangat cukup kok!

Sudut lain Tumurun Private Gallery.

Di Tumurun Private Gallery ini, travelovers juga tidak akan kebingungan untuk mengetahui makna-makna dibalik karya seni yang disajikan, karena terdapat barcode di setiap karya yang dipajang. Untuk mengetahui makna ataupun detail dari karya tersebut, travelovers tinggal scan barcode tersebut pada smartphone dan muncul penjelasan-penjelasannya. Kalau masih bingung dengan penjelasan yang dipaparkan, travelovers bisa bertanya pada pegawai museum tersebut. Mas-mas pegawai dijamin ramah dan menjelaskan dengan runtut. Wah, konsep museum yang sangat terstruktur ya!

Usai berkeliling dan menikmati berbagai karya seninya, jangan lupa berswafoto sebanyak-banyaknya ya travelovers, tidak ada larangan apapun untuk mengambil gambar kok. Tapi ingat, waktu berkunjung hanya 60 menit ya. Selamat mencoba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.