Telaga Sarangan: Telaga Cinta di Magetan

1
686
Telaga Sarangan.

Siapa bilang berlibur ke telaga tidak mengasyikan? Coba saja berkunjung ke Telaga Sarangan Magetan yang terletak di kaki Gunung Lawu. Telaga ini masih sangat asri dan sejuk, karena letaknya di pegunungan. Pengunjung yang datang ke sini dapat merasakan pemandangan seperti di pantai dengan bukit kecil di tengahnya. Untuk datang ke sini, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 20.000 untuk pengunjung dewasa, sedangkan untuk pengunjung anak-anak dikenakan biaya masuk sebesar Rp 10.000. Nah, jika kebetulan kamu sedang mendaki Gunung Lawu, jangan langsung pulang. Mampir dulu untuk menikmati panorama dan sejuknya udara di Telaga Sarangan. Jaraknya hanya kurang lebih 7 km turun ke bawah.

Telaga Sarangan memiliki luas sekitar 30 ha dan kedalaman air sedalam 28 m. Letaknya yang di gunung, menyebabkan perjalanan ke telaga ini sangat berkelok-kelok dan naik turun. Namun jangan khawatir, karena jalannya sudah diaspal dan mulus jadi berkendara dengan motor pun sudah sangat menyenangkan dan aman. Bahkan, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan kiri dan kanan selama perjalanan.

Pada Telaga Sarangan, terdapat wahana yang bisa dicoba, yaitu naik perahu. Tarifnya lumayan mahal jika naik sendiri. Jadi, ada baiknya jika naik beramai-ramai. Biayanya adalah Rp 60.000 per putaran mengelilingi Telaga Sarangan. Satu kapal bisa memuat 3-4 penumpang. Kapal yang digunakan merupakan kapal jenis speedboat. Penumpang akan diajak merasakan sensasi perjalanan yang memacu adrenalin, karena speedboat akan dipacu dengan kecepatan tinggi, bahkan cenderung balapan dengan speedboat yang lain. Pengendara dengan sengaja akan membuat kapal meliuk-liuk di atas air telaga sehingga membuat kita terombang-ambing bak di laut. Meskipun demikian, penumpang tidak perlu terlalu khawatir karena penumpang sudah menggunakan pelampung.

Telaga Sarangan dari samping.

Selain kapal, pengunjung yang hobi berkuda pun dapat menjajal sensasi berkeliling telaga dengan menunggangi kuda. Setiap kuda sudah diberi penampung kotoran masing-masing, sehingga kawasan telaga tidak terkotori oleh kotoran kuda yang berjatuhan. Sambil berkeliling di atas punggung kuda, pengunjung dapat menikmati sejuknya angin yang berembus jika sore hari dan hangatnya matahari jika siang hari. Untuk naik kuda ini, biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 50.000. Tak jarang, pengunjung yang datang merupakan pasangan kekasih, sehingga Telaga Sarangan pun menjadi tempat memadu cinta yang syahdu.

Jika memutuskan untuk menginap di area sekitar telaga, pengunjung perlu merogoh kocek lebih dalam jika libur nasional sekitar Rp 200.000. Namun, jika hari biasa, biaya menginap di vila atau hotel di Kawasan Telaga Sarangan berkisar pada harga Rp 50.000 – Rp 800.000 per malam. Cukup murah, bukan?

Pengunjung mencoba wahana speedboat.

Selama mengunjungi Telaga Sarangan, pengunjung sudah bisa berfoto ria dengan latar belakang pemandangan telaga yang cantik. Sesi foto juga bisa dilakukan saat naik kapal speedboat yang ada. Di dekat telaga, terdapat spot foto yang menarik, yaitu Monumen Pesawat Tempur. Dekat monumen ini, ada pintu masuk ke Air Terjun Sarangan. Jika ingin melanjutkan perjalanan ke trek berikutnya, pengunjung juga bisa langsung bisa dengan berjalan kaki saja. Jadi, selama di Magetan, pengunjung dapat sekaligus menikmati wisata alam Magetan meliputi Gunung Lawu, Telaga Sarangan, Air Terjun Sarangan.

Suasana kecepatan speadboot.

Wisata kuliner yang bisa dicoba setelah puas berkeliling telaga dan mencoba wahana di sana, yaitu sate kelinci dan sego pecel sarangan. Kenikmatan wedang ronde dan hangatnya kopi juga bisa menjadi pelengkap. Pengunjung pun bisa menikmati jagung bakar yang juga dijajakan di kawasan telaga. Area telaga juga dekat dengan area pasar, sehingga pengunjung dapat sekaligus berbelanja buah, sayur, baju, suvenir, dan kuliner ringan, seperti jamu gendong, jajanan pasar, dan kacang rebus. Wisata kuliner ini dapat menjadi penutup wisata yang mengenyangkan.

Rasa kenyang itu juga lebih bermakna jika dilengkapi dengan membeli oleh-oleh kerajinan tangan khas dari warga setempat daerah Telaga Sarangan. Oleh-oleh itu berupa suvenir sebagai kenang-kenangan, seperti anyaman bamboo, kulit, sepatu, ataupun makanan khas berupa emping melinjo dan lempeng atau kerupuk puli (kerupuk dari nasi).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.