Tektok Gunung Andong: Pendakian Serba Hemat

0
446
Panorama Sunrise dari Gunung Andong.

Gunung Andong merupakan salah satu gunung yang sering dinaiki oleh pendaki pemula. Ketinggiannya yang tergolong sedang dan pemandangan yang tak kalah indah dengan gunung-gunung tinggi lain, menjadikan Gunung Andong selalu ramai meskipun bukan hari weekend. Gunung ini terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Akses untuk mencapainya pun sangat mudah, tidak jauh dari pusat keramaian. Karena tempat saya yang letaknya berada di Yogyakarta, maka untuk mencapai lokasi pendakian Gunung Andong pun tidak terlalu jauh. Hanya memakan waktu 1,5 jam perjalanan.

Bagi pecinta gunung seperti saya yang tidak memiliki banyak waktu luang dan uang, maka tektok Gunung Andong adalah solusinya. Tektok adalah kegiatan pendakian tanpa membuat camp di gunung. Jadi saat sampai di basecamp pendakian, saya lalu beristirahat dan tidur di rumah yang telah disediakan oleh pihak basecamp. Kemudian sekitar pukul 3 pagi barulah saya bangun dan memulai pendakian, karena untuk mencapai puncak Gunung Andong rata-rata hanya memerlukan waktu 2-3 jam. Tektok ini hanya naik kemudian saat sampai di atas gunung kita dapat menikmati pemandangan seperti biasanya. Tanpa mendirikan camp, setelah dirasa cukup puas berada di puncak maka kita bisa langsung turun.

Tektok Gunung Andong adalah pendakian yang paling efektif dan hemat. Kenapa begitu? Berikut adalah beberapa keuntungan naik gunung dengan tektok versi saya.

Gerbang Pendakian Gunung Andong Via Sawit.

Yang pertama, tidak perlu sewa tenda dome. Bagi pendaki gunung yang belum memiliki tenda, maka biasanya akan menyewa saat akan melakukan pendakian. Nah, naik gunung dengan tektok ini tidak memerlukan tenda, karena kita tidak mendirikan camp atau bermalam diatas gunung. Tentu saja hal ini menghemat pengeluaran, karena menyewa tenda bisa dikatakan sebagai salah satu barang sewa yang merogoh kocek cukup banyak.

Yang kedua, tidak perlu membawa perbekalan terlalu banyak. Karena pendakian ini tergolong cepat dan hanya 1 hari, maka makanan dan minuman yang kita bawa pun cenderung lebih sedikit. Kita hanya perlu membawa minuman untuk pendakian naik dan turun gunung. Untuk makanan pun tidak perlu membawa yang terlalu berat. Cukup snack atau pun jajanan ringan dan roti yang bisa mengganjal perut. Jelas hal ini akan mengurangi banyak pengeluaran untuk biaya logistik.

Yang ketiga, harga simaksi tergolong murah dan tidak memerlukan ojek gunung. Harga simaksi untuk pendakian Gunung Andong adalah Rp 12.000/ orang. Tentu harga ini masih standar, karena ada juga beberapa gunung dengan simaksi sebesar Rp 20.000/ orang. Karena gunung ini tidak terlalu tinggi, jadi kita tidak memerlukan ojek gunung yang biasanya bisa merogoh kocek melebihi simaksi seperti di beberapa gunung tinggi di Jawa.

Tersedia kamar mandi dibeberapa titik jalur pendakian.

Yang keempat, hemat tenaga. Tektok Gunung Andong bisa dikategorikan pendakian gunung yang tidak melelahkan. Salah satu faktornya adalah karena barang-barang yang kita bawa tidak terlalu banyak dan berat. Cukup membawa ransel atau daypack kecil yang berisi minuman dan jajanan. Bahkan jika tektok Gunung Andong dilakukan dengan rombongan yang ramai, hal ini dapat meminimalisir penggunaan ransel.

Yang kelima, efektivitas waktu. Karena tektok ini bisa dilakukan sehari, tentu saja hal ini akan sangat menghemat waktu kita yang tersisa untuk berlibur. Bagi pendaki yang mencari view sunrise atau matahari terbit bisa memulai pendakian pukul 3 pagi, dengan mendatangi basecamp pada malam hari kemudian menginap seperti saya. Dan bagi yang mencari view sunset atau senja, bisa memulai pendakian menjelang sore mendekati pukul 3 sore saat cuaca sudah tidak terlalu panas.

Jadi bagaimana? Sebuah pendakian yang serba hemat bukan. Selain beberapa keuntungan diatas, jalur pendakian Gunung Andong ini juga memiliki kamar mandi di beberapa titik. Bahkan di area camp gunung ini juga tersedia kamar mandi untuk buang air kecil maupun besar. Tentu saja hal ini menambah rasa nyaman saat mendaki Gunung Andong. Hal yang menarik lagi dari gunung ini adalah adanya warung di atas gunung. Jadi bagi para pendaki yang tidak ingin kerepotan membawa makanan dan minuman dari bawah, kita bisa membelinya di warung ini. Penasaran kan? Yuk dicoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.