Teduh Nan Damai di Merbabu

1
620
Pemandangan Sunrise Gunung Merbabu
Detik - detik sunrise, saya menikmati langit jingga dan lautan awan.

Para traveler yang hobi naik gunung pasti nggak asing sama gunung yang gagah ini, yaitu Gunung Merbabu. Gunung ini berstatus tidak aktif. Dengan ketinggian 3142 mdpl dan berada di wilayah antara Kabupaten Magelang, Salatiga dan Boyolali, gunung ini sukses menarik minat para pendaki pemula untuk menilik keindahan alamnya. Termasuk saya dan beberapa rombongan teman dari Palembang. Saya sudah pernah ke Merbabu dua kali sebelumnya, jadi ini adalah pendakian yang ketiga di Merbabu. Tentu saja dengan jalur yang berbeda.

Ada 5 jalur pendakian untuk menuju puncak Merbabu, yaitu melalui Selo (Boyolali), Tekelan (Salatiga, dataran tinggi Kopeng), sisanya adalah Suwanting, Wekas, dan Chuntel yang berada di Magelang. Setelah kami bermusyawarah, dengan mempertimbangkan jalur yang tidak terlalu sulit akhirnya terpilihlah Selo sebagai jalur yang akan kami lalui. Estimasi waktu pendakian via Selo ini kurang lebih 8 jam. Kalau turunnya lebih cepat selisih 2 jam.

Dari Semarang kami berangkat menuju basecamp Selo, sesampainya disana membayar retribusi sebesar 15 ribu rupiah per orang serta 3 ribu rupiah untuk tiket parkir motor. Perjalanan dimulai setelah ishoma, pukul 15.15 WIB kami berdoa bersama dan melangkah menuju pos 1 Gunung Merbabu.

Basecamp – Pos 1

Jalan setapak dari basecamp sangat landai cenderung datar. Pemandangan pohon pinus tumbuh subur dan berjajar rapi di sebelah kanan kiri. Mendekati pos 1, pohon semakin lebat dan beraneka ragam jenisnya. Membutuhkan waktu 2 jam perjalanan untuk sampai ke pos 1.

Pos 1 – Pos 2

Pendakian Gunung Merbabu
Melanjutkan perjalanan menuju Pos 2.

Setelah pos 1 kami lalui, istirahat sejenak 5 menit kemudian kami melanjutkan perjalanan. Semua sudah direncanakan agar tidak memakan waktu yang terlalu lama. Jalan menuju pos 2 sudah mulai menanjak. Vegatasi lebih terbuka, jadi pepohonannya tidak selebat sebelumnya. Semakin ke atas pun semakin sejuk, meskipun hari itu panas. Kami melewati tanjakan yang cukup terjal. Berhati–hatilah kalian, dan jangan terpisah dari rombongan. Setengah jam menikmati perjalanan, tidak terasa sudah sampai di pos 2.  Tempatnya cukup luas dan bisa untuk mendirikan tenda. Ada beberapa pendaki yang beristirahat, kami menyapa kemudian melanjutkan perjalanan

Pos 2 – Pos 3

Setelah melewati pos 2, jalanan semakin menanjak. Bonus datar hanya beberapa. Tapi dibawa enjoy aja, ya namanya juga mendaki gunung kan. Pasti menanjak di awal. Disini kami menemui beberapa pohon bunga abadi atau Edelweis. Tapi kondisinya masih belum mekar. Jangan dipetik! Menurut saya pribadi, pemandangan paling indah. Sekitar 45 menit sampailah kami di pos 3. Di pos 3 ini kami menggelar matras dan berhenti untuk makan bekal berupa roti dan buah kemudian sholat.

Pos 3 – Sabana 1

Dari pos 3, kami berhati–hati melangkahkan kaki, karena jalur yang sangat menanjak dan sudut kemiringannya kira–kira 60 derajat, sedikit licin karena banyak lumut. Kurang lebih 2 jam perjalanan kami mulai memasuki kawasan sabana.

Sabana 1 – Sabana 2

Menurut saya pribadi, pemandangan paling indah adalah saat berada di sabana. Hamparan rumput yang luas dan bukit hijau, memberi batas jelas antara dataran dan langit. Namun sayang, kami belum bisa menikmati keindahannya secara sempurna karena hari sudah gelap. Dari sabana 1 hingga sabana 2 dipisahkan dengan bukit, jadi setelah turunan akan memasuki area sabana 2, estimasi waktu perjalanan kurang dari 1 jam.

Sabana 2 – Puncak

Yeah! Teriak kami bersamaan. Sampai di sabana 2 kami mendirikan tenda. Agar keesokan harinya saat menuju puncak lebih dekat sehingga tidak perlu memakan waktu lama.  Kami membagi tugas, ada yang mendirikan tenda, ada yang bertugas memasak air hangat dan menyiapkan makanan. Setelah ishoma, kami mengistirahatkan badan.

Pemandangan merapi dari jendela Merbabu
Pemandangan merapi dari jendela Merbabu.

Alarm berbunyi dan tepat pukul setengah 3 pagi, kami bersiap–siap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak. Butuh waktu 2 jam dan kami tidak ingin melewatkan matahari terbit. Membawa beberapa matras, perlengakapan masak dan logistik untuk sarapan di puncak. Kami berangkat meninggalkan tenda.

Berfoto di Gunung Merbabu
Berfoto bersama rombongan pendaki dari berbagai daerah.

Gunung Merbabu mempunyai 3 puncak, yaitu puncak Kentheng songo di bagian tengah, Triangulasi di bagian kiri dan puncak Syarif di sebelah kanan. Begitulah cerita saya tentang perjalanan mendaki Gunung Merbabu. Terimakasih sudah membaca Travelblog.id.

Oh iya satu lagi, estimasi waktu pendakian kalian tergantung pada 6 hal berikut, yaitu: jumlah kepala dalam rombongan, jenis kelamin rombongan ( biasanya kalau ada cewek lebih lama, apalagi kalau ada yang couple. Duh! Truk gandeng! ), kondisi fisik termasuk mental, kondisi cuaca, intensitas berhenti untuk selfie / wefie, dan lama waktu duduk–duduk istirahat tiap posnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.