Tapan Andongsari, Wisata Puncak Pertama di Kabupaten Tuban

0
468
Tapan Andongsari Wisata Puncak Pertama di Kabupaten Tuban.

Wisata puncak di dataran tinggi kini menjadi salah satu trend wisata pilihan generasi millenial maupun untuk pilihan wisata bersama keluarga. Selain itu, memiliki dokumentasi pribadi berupa foto dengan latar barisan bukit yang warnanya bergradasi dari hijau menjadi kelabu menjadi kepuasan tersendiri. Wisata puncak dengan spot foto demikian umumnya dimiliki oleh wilayah-wilayah yang bertopografi pegunungan. Bagaimana dengan daerah pantura di Jawa Timur yang tidak memiliki gunung?

Salah satu daerah pantura di Jawa Timur adalah Kabupaten Tuban. Tuban dikenal sebagai kota wali yang kaya dengan wisata alam berupa pantai. Kota ini juga memiliki beberapa air terjun yang terbentuk akibat bukit-bukit karst yang menjadi topografi utama wilayah ini. Tidak ada gunung di Kabupaten Tuban, namun kini kita sudah bisa menikmati wisata puncak Tapan Andongsari yang menjadi buruan kawula muda. Tempat ini menjadi wisata puncak pertama yang ada di Kabupaten Tuban.

Tapan Andongsari Puncak Pertama di Kabupaten Tuban.

Wisata puncak Tapan Andongsari yang terletak di Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban tersebut menyuguhkan pemandangan yang eksotis dan udara yang sangat sejuk bahkan di musim kemarau yang panas seperti saat ini (awal Oktober 2019).

Berlokasi tepat di sebelah timur “Stasiun Pemancar TVRI” tempat ini mudah ditemukan dengan GPS zaman old alias gunakan penduduk setempat untuk bertanya hehehe. Sejak dulu, saya suka mengunjungi stasiun pemancar tersebut bila merindukan suasana gunung namun belum bisa melakukan pendakian. Diperkirakan ketinggian puncak Tapan Andongsari sekitar 500 MDPL dan di tempat ini saya bisa merasakan sensasi seperti berada di pegunungan, yaitu telinga menjadi berdenging, udara yang lebih dingin, serta menyaksikan landscape di bawah gunung/bukit yang terhampar luas. Sekarang, adanya Wisata Puncak Tapan Andongsari semakin menambah kegilaan saya pada daerah ini.

Untuk menuju tempat ini, kita akan menyusuri jalan yang naik turun dan berkelok-kelok di bukit karst yang memang terkenal di wilayah kecamatan Grabagan. Sepanjang jalan, kita disuguhi pemandangan pohon-pohon jati yang meranggas, pohon-pohon Mahoni yang daunnya memerah, dan rumput-rumput yang telah kering hingga mengubah bukit menjadi berwarna cokelat bagai padang pasir. Suasana berubah menjadi dramatis ketika angin bertiup dan daun-daun berguguran, serasa sedang berada di sebuah film. Hehe. Itu jika musim kamarau. Sedangkan bila musim penghujan, sepanjang mata memandang akan menyaksikan bukit-bukit karst dan tanaman-tanaman telah menjadi “ijo royo-royo” alias hijau yang sangat hijau.

Puncak Pertama di Kabupaten Tuban.

Tapan Andongsari sebenarnya adalah situs pertapaan Mbah Endangsari yang merupakan sesepuh Desa Ngandong. Dulunya tempat ini berupa semak belukar, namun pada tahun 2017, dimulailah pemugaran oleh pemerintah desa yang berhasil menyulapnya menjadi wisata alam dengan nilai sejarah.Tapan sendiri artinya tempat pertapaan.

Selain menjadi favorit kawula muda, tempat ini juga cocok menjadi pilihan untuk berwisata bersama keluarga di akhir pekan. Tidak hanya menyuguhkan beberapa spot foto, tempat ini juga nyaman untuk bersantai di bawah pohon yang rindang sambil menikmati landscape Kabupaten Tuban dari ketinggian.

Fasilitas umum di sini bisa dibilang lengkap. Kebutuhan dasar untuk pengunjung seperti toilet dan mushola tersedia dalam kondisi yang baik. Beberapa warung menyediakan makanan dan minuman ringan. Bahkan di sini juga terdapat Wifi. Cocok buat kita yang tak sabar memperbaharui status terkini. Hehehe.

Tapan Andongsari, Wisata Puncak Pertama di Kab Tuban.

Beberapa fasilitas foto unik yang disediakan diantaranya buaya yang menempel di pohon, terong dan cabai raksasa, ikon flora dan fauna, juga jembatan pelangi Tapan Andongsari. Selain itu, dari Tapan Andongsari kita juga bisa menyaksikan sunrise maupun sunset yang selalu memiliki pesona tersendiri.

Soal harga? Jangan khawatir! Tempat ini sangat ramah dengan kantong. Kita cukup mengeluarkan Rp2.000 untuk tiket masuk per orang dan Rp2.000 untuk parkir motor. Jalanan menuju lokasi Tapan Andongsari sudah teraspal dengan baik,namun jalannya sangat sempit dan tanjakannya curam. Apalagi di tikungan depan gerbang stasiun pemancar. Saya pribadi merekomendasikan untuk menggunakan motor bila ingin mengunjungi wisata ini. Selain demi keamanan, menggunakan motor bisa lebih leluasa menikmati pemandangan alam yang terbentang.

Tapan Andongsari masih tergolong baru dan masih banyak yang belum mengetahuinya. Ayo, Sobat Travel Blog, berkunjung ke sini dan ceritakan pengalaman kalian ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.