Tantangan Seru Pendakian Gunung Sindoro Via Kledung

0
470
View gunung sumbing dari batu tatah.

Pernahkah sobat travelers mendengar ungkapan yang yang dituturkan oleh Buya Hamka bahwa Bumi Indonesia adalah sebongkah tanah surga? Negeri yang disebut-sebut bangsa lain sebagai zamrud khatulistuwa, karena hijau hutannya, beribu hamparan gunungnya, dan sungai-sungai yang mengalir. Sudahkah sobat travelers merasakan gambaran kalimat tersebut? Mari kemas barang, keluar dari kediaman dan melihat keindahan alam indonesia yang menunggu untuk disapa. Ada ribuan gunung di negeri ini dan memiliki pesonanya sendiri-sendiri. Karena itulah kegiatan mendaki gunung tengah menjadi aktivitas yang digemari oleh berbagai kalangan usia terutama anak muda. Jika sobat travelers di seluruh Indonesia masih kebingungan mencari destinasi pendakian, Gunung Sindoro bisa menjadi pilihan untuk mengisi liburan, lantaran gunung ini menjadi salah satu dari tujuan pendakian yang banyak diminati.

Gunung Sindoro terletak di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Gunung ini dikenal sebagai gunung kembar dengan Gunung Sumbing yang terletak persis di sebelahnya karena bentuknya yang hampir sama. Gunung Sindoro merupakan gunung berapi aktif tipe strato. Gunung ini memiliki beberapa jalaur pendakian, antara lain via Sikatok, via Alang-alang Sewu dll. Tapi untuk kali ini, kita akan fokus untuk membahas bagaimana gambaran pendakian Gunung Sindoro via Kledung. Jalur pendakian gunung Sindoro via Kledung terletak di Kecamatan Kledung, terletak di antara Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dari jalur Kledung, terdapat sebanyak empat pos sebelum mencapai puncak.

Kawah kembang puncak Gunung Sindoro.

Dari basecamp hingga pos pertama, estimasi waktu yang dibutuhkan yaitu sekitar satu jam. Jarak dari basecamp hingga pos satu bisa ditempuh selama sekitar 15 menit menggunakan ojek, dengan biaya sebesar Rp. 25.000. Untuk perjalanan dari pos pertama hingga pos kedua medan masih belum terlalu terjal dengan vegetasi berupa hutan yang terdiri dari pohon dan semak. Dari pos kedua hingga ketiga trek mulai terjal dengan medan berupa batu-batuan yang tidak beraturan. Dari pos pertama hingga pos ketiga membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Pos ketiga merupakan tempat yang cocok untuk mendirikan tenda dan melakukan aktivitas camp, karena terdapat area datar yang cukup luas dan tertutup semak perdu, serta pohon-pohon berukuran pancang. Tetapi tenang saja, sobat travelers tetap dapat meniknati sunrise berlatar Gunung Sumbing.

Selanjutnya setelah pos ketiga hingga sunrise camp membutuhkan jarak sekitar 15 menit. Sunrise camp merupakan area terakhir yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda, dan di sini juga merupakan tempat yang tepat untuk menikmati sunrise. Selanjutnya, summit dilakukan dari sunrise camp. Perjalanan dari sunrise camp, dimulai dengan melewati hutan lamtoro. Medan yang ditempuh semakin terjal dan berupa bongkahan batuan.

Area sunrise camp.

Setelah melewati hutan lamtoro jalur pendakian lebih terbuka dengan medan berupa batu-batuan dan kerikil, di sepanjang kanan dan kiri terhampar pemandangan berupa sabana. Lebih ke atas lagi, jalur pendakian masih berupa batuan dan kerikil dengan hamparan batuan sepanjang mata memandang. Pos empat yaitu batu tatah, berupa bongkahan batu yang cukup besar, ketika sobat travelers naik ke atas batu tatah, akah terlihat seluruh bagian Gunung Sumbing dari kaki hingga puncaknya. Selain itu, terlihat pula Kota Temanggung, kaki Gunung Sindoro, beserta hutannya yang hijau. Terlihat pula hamparan sabana di sebelah kanan dan kiri Gunung Sindoro. Perjalanan menuju puncak dari batu tatah masih dengan dengan medan yang terjal berupa kerikil dan batuan.

Puncak Gunung Sindoro berupa kawah aktif bernama kawah kembang yang masih mengeluarkan gas belerang. Bagi para pendaki dihimbau agar berada di puncak setelah pukul 07.00 pagi dan turun sebelum pukul 11.00 siang karena aktivitas gas belerang akan meningkat di luar jam tersebut.

Hamparan sabana.

Basecamp Gunung Sindoro via Kledung terletak di Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Basecamp tertelak tepat di pinggir jalan raya antar provinsi, sehingga akses transportasi akan lebih mudah. Biaya retribusi untuk pendakian Gunung Sindoro yaitu sebesar Rp. 20.000 dan akan dikenakan biaya parkir bagi yang membawa kendaraan pribadi. Pihak basecamp memiliki aturan tersendiri yang berbeda dari gunung kebanyakan. Sebelum mendaki, sobat travelers akan diberi checklist perlengkapan yang dibutuhkan selama pendakian, dan daftar logistik apa saja yang dibawa dalam pendakian. Kemudian ketika turun, barang-barang akan dicek ulang beserta kemasan makanan yang dibawa, sehingga siapa pun yang buang sampah di atas gunung pasti akan ketauan nih dan pastinya akan mendapat sanksi. Hehehe.

Jadi, begitulah kira-kira sedikit gambaran yang akan sobat travelers hadapi saat mendaki Gunung Sindoro nanti. Ditunggu ceritanya di travelblog.id ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.