Tanah Wamena yang Hanya Berwarna Ungu di Bulan Mei

0
2041
(sumber: Papuaview.com)

Wamena, salah satu kota terpencil yang terletak di lembah cantik yang sudah pasti tidak asing lagi bagi khalayak, Lembah Baliem, rumah para suku Dani. Bagi kamu yang benar-benar senang mempelajari budaya lokal, Suku Dani menyimpan berbagai macam budaya, adat, dan berbagai hal menarik mulai dari tradisi turun temurun Suku Dani yaitu tarian perang, mempunyai mumi ‘asap’ yang terkenal, rumah beratap bundar berpagar kayu, Festival Lembah Baliem yang sampai saat ini menjadi festival favorit dan menarik untuk dihadiri, dan masih banyak lagi hal yang tersimpan di Wamena untuk mengisi segala rasa penasaranmu. Belum lagi, untukmu yang menyukai jalan-jalan kuliner, saat berkunjung ke Wamena, kamu bisa mencicipi udang besar nan segar yang menggoda mata yaitu udang selingkuh yang diproses dengan berbagai macam bumbu khas. Namun, jika akan berkunjung ke Wamena, sempatkan diri untuk berkunjung di bulan Mei. Karena kamu jangan sampai melewatkan momen tanah Wamena berwarna ungu yang hangat dan eksotis, karena Wamena hanya berwarna ungu di bulan Mei.

View this post on Instagram

Rumput Mei Loc. Walesi, Wamena

A post shared by Papuan_photo (@papuan_photos) on

Di Wamena, terdapat ilalang berwarna ungu cantik yang hanya mekar di bulan mei. Disebut sebagai rumput Mei, warga Wamena pun menyebutnya sebagai Lagalaga Eka atau Owasiwasika yang konon katanya sudah tumbuh mekar di Wamena sejak tahun 1970 ke 1980an. Diduga jika rumput Mei ini bukan asli Baliem, diungkapkan oleh tokoh masyarakat bernama Yusuf H. Molama bahwa rumput Mei ini bukan hasil asli Wamena namun rumput Mei dibawa oleh orang Belanda yang menetap di Wamena. Namun, faktanya, memang banyak pula tumbuhan yang bukan berasal dari Wamena, sebut saja daun putri malu, serta rumput Mei ini. Hal ini diungkapkan oleh Pastor Lishout, seorang misionaris pertama di Wamena. Fakta lain pun mengungkapkan jika fenomena rumput Mei ini bukan tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, karena pada bulan April, Mei, dan Juni merupakan musim bunga. Argumen tersebut didukung dengan faktor temperatur hujan rendah membuat udara cenderung hangat yang membuat banyaknya tumbuhan berbunga. Bahkan tidak menutup kemungkinan fenomena ini tidak hanya berlaku pada rumput Mei. Maka sesaat kamu berada di Lembah Baliem atau berada di sekitar Wamena di bulan Mei, kamu bisa melihat landscape cantik berwarna ungu mengitari tanah Wamena yang eksotis.

Walaupun awalnya spot ungu di bulan Mei ini tidak menjadi sorotan unik kota Wamena, hingga pada tahun 2016, seorang fotografer berwarna Silvester Korwa menangkap fenomena ini dan membagi pengalamannya terhadap rumput Mei ini. Spot pertama rumput Mei diekspos ini berada di Kampung Parema, Distrik Wesaput, kemudian berlanjut ke Gunung Susu dan Pasir Putih. Saat memasuki bulan Mei, kamu akan melihat ilalang ini berseliweran berwarna ungu dan kadang berubah warnanya menjadi memudar hingga putih saat memasuki pertengahan mei menuju juni. Semakin merebaknya spot rumput Mei ini dan mulai disukai sebagai spot cantik untuk mengabadikan foto atau bahkan swafoto, mulai pada tahun 2017 ke 2018, fenomena rumput Mei ini menjadi momen yang paling dinanti oleh masyarakat Wamena. Bagian terbaiknya, kamu tidak hanya menemukan rumput Mei cantik ini di Wamena. Bahkan di lokasi lain seperti Jayapura pun kini ditumbuhi oleh rumput Mei. Jangan heran jika destinasi yang ditumbuhi oleh rumput Mei kini menjadi sasaran para photo-hunter untuk mengabadikan cantiknya kota Baliem.

 

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.