Taman Gua Sunyaragi, Cagar Budaya Indonesia Yang Masih Terawat Dengan Baik

0
359
Pengunjung sepertinya wajib berswafoto yang menjadi icon Gua Sunyaragi.

Mengisi waktu senggang atau weekend yang terbayang pasti jalan-jalan ke Mal, hangout dengan teman sesama  emak  yang biasa nunggu anak di sekolah. Me time-nya emak-emak begitu, kan? Kalau enggak arisan ya nge-mall. Siapa yang senasib? Tapi kalau weekend-nya diisi dengan kegiatan jelajah bersama keluarga terutama anak-anak, mereka bakalan bosen nggak ya?

Berhubung Mak Kece ini hobby jalan sampe nge-tug (bahasanya orang Parung = jalan terus sampe gempor) gak cuma ngemall saja, selalu punya cara agar anak yang banyak tanya alias kritis ini juga bisa diajak jelajah cagar budaya yang ada di dekat daerah tempat tinggal.

Bicara soal cagar budaya Indonesia, di Cirebon banyak tempat-tempat bersejarah dari zaman kerajaan yang situs dan peninggalannya masih ada bahkan berdiri kokoh. Salah satunya adalah Taman Wisata Gua Sunyaragi.

Taman yang sudah berdiri sejak tahun 1703 masehi ini didirikan oleh Pangeran Kararangen yaitu cicit dari Sunan Gunung Jati (versi Caruban Nagari adalah yang digunakan sebagai acuan para pemandu wisata Gua Sunyaragi).

Taman Wisata Gua Sunyaragi berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi Kota Cirebon. Nama “Sunyaragi” berasal dari Bahasa Sanskerta yaitu kata ‘sunya’ artinya ‘sepi’ dan ‘ragi’ yang berarti ‘raga’. Tujuan didirikannya gua tersebut sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya.

Tugu menuju gua-gua.

Taman ini sekilas hanya berupa kumpulan batu tak beraturan namun bila dilihat dengan lebih teliti tiap batunya memiliki karakter yang berbeda. batu-batu ini nampak unik karena namanya batu yang biasa kita lihat, permukaannya halus seperti candi-candi di kota lain. Namun batu di taman ini terlihat berbeda, permukaannya kasar lalu membentuk seperti candi secara alami. Alhasil penampakan batunya terlihat sangat berbeda dengan batu-batu pada umumnya.

Nah batu-batu ini adalah Gua guys. Untuk mengetahui lebih lanjut ada gua apa saja? Mari kita jelajah gua-gua yang ada dalam, ternyata ada banyak gua dalam taman ini, diantaranya sebagai berikut:

Bangsal Jinem

Sebagai tempat Sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih.

Gua pengawal

Sebagai tempat berkumpul para pengawal Sultan.

Kompleks mande kemasan
Sebagian sudah hancur termakan zaman.
Gua Pande Kemasan

Sebagai tempat membuat senjata tajam.

Gua Simanyang

Sebagai tempat pos penjagaan.

Gua Langse

Sebagai tempat bersantai.

Gua Peteng

Sebagai tempat menyepi untuk kekebalan tubuh.

Gua Arga Jumud

Sebagai tempat orang penting keraton.

Gua Arga Jumut, menurut saya ini Gua paling megah.
Gua Padang Ati

Sebagai tempat bersemedi.

Gua Kelanggengan

Sebagai tempat bersemedi agar langgeng jabatan.

Gua Lawa

Sebagai tempat khusus kelelawar.

Gua Pawon

Sebagai dapur penyimpanan makanan.

Menurut Mak Kece, pengelolaan taman wisata ini sangat baik karena pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan wisata purbakala bersejarah namun juga wisata swafoto kekinian cocok untuk anak milenia zaman now yang selalu berburu foto instagramable dengan latar belakang Gua Sunyaragi. Jadi manfaatkan semua spot foto yang dilewati selama berjalan-jalan di taman ini.

Itu dia jalan-jalannya Mak Kece nemenin anak sekaligus me time-nya emak. Jalan-jalan di tempat terbuka selain bisa berkeringat badanpun menjadi bugar. Mencintai peninggalan terdahulu salah satu wujud cinta kita terhadap alam Indonesia. Bersyukur karena masih dapat menyaksikan peninggalan zaman tua. Maka lestarikan dan rawat dengan baik agar generasi selanjutnya dapat melihat apa yang ada di masa kini.

Semoga tulisan ini dapat menginspirasi pembaca agar tidak melupakan budaya yang ada di sekitar kita. Terimakasih sudah membaca tulisan blog Mak Kece ya.

Salam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.