Tak Kenal Maka Tak Sayang Gunung Rinjani

0
222
Puncak Rinjani.

Gunung Rinjani merupakan daya tarik utama Pulau Lombok yang menarik banyak wisatawan asing. Letaknya ada di utara Pulau Lombok. Seringnya wisatawan asing setelah turun dari Rinjani, lanjut berwisata di 3 gili atau bisa juga sebaliknya.

Untuk melakukan pendakian ke Rinjani ada banyak jalurnya. Tiga jalur yang paling dikenal adalah jalur Sembalun, jalur Torean, dan jalur Senaru. Dari ketiga ini, jalur Sembalun menjadi yang paling sering diakses oleh wisatawan asing dan pendaki lokal. Mengapa demikian? Dibandingkan dengan dua jalur lainnya, jalur Sembalun bisa dikatakan jauh lebih santai karena relatif landai.

Aku dan bersama grup pendakianku pernah melakukan pendakian dengan jalur masuk dari Sembalun lalu keluar ke Senaru. Di sini aku akan membagikan pemandangan apa saja yang bisa kalian dapatkan selama menempuh rute yang sama dengan ruteku.

Savana dan Perbukitan Hijau.
Savana dan Perbukitan Hijau

Selama perjalanan dari basecamp Sembalun menuju ke pos 1, pos 2, hingga pos 3, savana dan deretan bukit yang menghijau menjadi pemandangan memanjakan mata.

Pelawangan Sembalun

Tempat ini merupakan camping ground sebelum melakukan perjalanan ke puncak. Untuk mencapai tempat ini kalian harus menaiki bukit yang nampak seperti tidak ada habisnya. Biasanya disebut dengan Bukit Penyiksaan.

Lahan di sini cukup sempit. Bentuknya ramping tapi memanjang. Selain itu, Pelawangan Sembalun juga bisa dikatakan sebagai persimpangan karena dari sini bisa melanjutkan perjalanan turun menuju Segara Anak. Kalian akan mendapatkan 2 pemandangan eksotis. Satu sisi melihat Segar Anak. Sedangkan sisi lainnya melihat punggung puncak Rinjani.

Puncak Rinjani

3726 mdpl. Itulah ketinggian puncak Gunung Rinjani. Di sini kalian akan bisa melihat secara utuh Danau Segara Anak beserta anak Rinjani yang ada jauh di bawah. Tentu dengan pemandangan sebagus ini ada upaya dan kerja keras yang harus ditempuh terlebih dahulu.

Pemandangan dari Pelawangan Senaru.
Danau Segara Anak

Untuk mencapai danau ini bisa dikategorikan cukup sulit terutama ketika saat baru awal turun dari Pelawangan Sembalun. Track seperti anak tangga namun tersusun dari bebatuan yang terkadang ada susunan yang tidak rapi atau bahkan sudah hilang membuat kita harus mencari langkah kita sendiri. Setelah turunan itu selesai, track menjadi jauh lebih mudah. Lurus tetapi panjang.

Tenang saja, rasa capai sebelumnya pasti terbayar lunas di danau ini. Danau ini digunakan sebagai camping spot. Enaknya di sini adalah sambil camping kalian bisa memancing. Tapi kalau aku pribadi lebih memilih untuk berdiam diri saja mencari ketenangan hati dan pikiran. Kala itu aku tidak mendirikan tenda di sini. Hanya menyempatkan istirahat sebentar lalu melanjutkan perjalanan kembali naik ke Pelawangan Senaru.

Pelawangan Senaru

Pemandangan terbaik dari Rinjani menurutku ada di sini. Lebih memukau dibandingkan pemandangan dari puncak Rinjani. Kalau di sini kalian seperti berhadapan depan-depanan dengan puncak Rinjani, Danau Segara Anak, dan anak Rinjani secara bersamaan. Ketika melihat pemandangan ini, aku langsung berdoa dalam hati karena diizinkan untuk menikmati ini. Keindahan itu tidak berhenti di depan saja. Cobalah tengok kebelakang. Kalian bisa melihat wisata andalan Lombok lainnya yaitu Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan. Bonus terbaiknya adalah Gunung Agung yang ada di Bali juga bisa terlihat dari sini.

Lahan camping di sini jauh lebih sempit dibandingkan Pelawangan Sembalun. Selain sempit, lahannya juga berlapis-lapis. Menurutku cukup sulit menemukan tempat camping yang nyaman dan lega disini.

Suasana camping di Pelawangan Sembalun.
Pintu Senaru

Memang ini hanya sebuah gerbang. Tapi menurut aku pribadi, gerbang ini maknanya sungguh besar. Oleh karena itu harus mengambil foto disini.

Kenapa besar? Apabila posisi kalian seperti aku yaitu turun dari Pelawangan Senaru, gerbang ini menjadi titik terakhir penyiksaan lutut dan kaki. Perjalanan turun dari Pelawangan Senaru ke gerbang ini sangatlah jauh dengan track seperti menuruni anak tangga tiada henti.

Pemandangan dari Pelawangan Sembalun.

Kala itu lutut dan kakiku seperti sudah memiliki otak sendiri. Bisa bergerak ke kiri dan ke kanan atas kemauannya sendiri. Sedangkan apabila posisi kalian mau memulai pendakian dari jalur Senaru, berarti kalian akan disambut jalur menaiki anak tangga yang tiada henti juga. Ditambah di jalur ini memasuki hutan. Vegetasinya rapat. Akan menambah keseraman apabila kalian berjalan menembus malam. Jadi, kesimpulannya mau naik atau turun lewat jalur Senaru, lutut dan kaki kalian harus siap.

Itulah keindahan alam Gunung Rinjani yang bisa kalian nikmati. Tentunya harus ada keringat usaha yang kalian keluarkan terlebih dahulu. Di situ letak seni mendaki. Sampai berjumpa di edisi tak kenal maka tak sayang selanjutnya.

Salam Gunung itu Guru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.