Tahura Ir. H. Djuanda, Salah Satu Rekomendasi Rekreasi Edukasi Keluarga

0
560
Monumen Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

Pada tanggal 24 Mei 2019, saya bersama rekan satu angkatan saya telah melaksanakan kegiatan praktikum dengan berkunjung ke Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. Juanda, yang berlokasi di daerah Dago, Bandung. Banyak sekali ilmu yang kami dapakan ketika berkunjung, dimulai dari pemaparan yang diberikan oleh Bapak Ganjar Wiguna mengenai kawasan Tahura ini sendiri, Lalu mendapat sedikit penjelasan mengenai beberapa spesies yang ada di Tahura, serta melihat ekosistem yang terbentuk di Tahura itu sendiri.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda ini sendiri berada di sebelah utara Kota Bandung berjarak ±7 km dan pusat kota. Secara administatif, Tahura berada di wilayah Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dan sebagian masuk wilayah Desa Mekarwangi, Desa Cibodas, Desa Langensari, dan Desa Wangunharja Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat serta Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung.

Berdasarkan hasil rekontruksi tata batas Tahura pada tahun 2003, luasnya adalah 526,98 ha. Dikarenakan wilayah ini sangatlah luas, maka ada banyak jalan yang dapat ditempuh oleh para pengunjung. Pengunjung dapat melalui Gerbang Tahura di daerah Dago Pakar, gerbang Tahura dari pintu masuk PLTA Bengkok, lalu dapat juga melalui gerbang Tahura di daerah Lembang.

Suasana alam yang rindang dan sejuk membuat semua orang nyaman.

Dalam kawasan Tahura Ir. H. Djuanda ini terdapat juga banyak objek wisata yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan. Objek wisata yang ada pun ada Patahan Lembang, Goa Belanda, Goa Jepang, Curug dago, Prasasti beraksara Thailand, Pusat Informasi dan Museum, Monumen Ir. H. Djuanda, jalan setapak Pakar Maribaya, Curug Omas, dan Tebing Keraton.

Saat saya berkunjung ke sini, saya masuk ke Tahura melalui gerbang di daerah Dago Pakar. Daerah Dago Pakar yang sangatlah sejuk dan rindang, membuat saya dapat melupakan penat setelah perjalanan jauh yang saya tempuh selama 1 jam. Tiket masuknya sebesar Rp 15.000 sudah termasuk asuransi dan juga diberikan gelang sebagai merchandise. Untuk rombongan dengan jumlah banyak pun diberikan diskon lagi oleh pengelola Tahura. Tempat parkirnya sangat luas dan memadai, bayar parkirnya pun cukup seikhlasnya dan sudah dijaga oleh pengelola disana.

Pa Ganjar sedang memberikan pemaparan singkat tentang Taeniophyllum Sp.

Di Tahura, kami mengunjungi Pusat Informasi dan Museum dan Monumen Ir. H. Djuanda. Dikarenakan kunjungan kami dilakukan sore hari menjelang buka puasa, kami pun tak sempat mengunjungi tempat yang lain. Di sana, kami diberikan informasi dan penjelasan mengenai Tahura dan ekosistem yang ada di sana oleh seorang pengelola bernama Ganjar Wiguna. Pak Ganjar menjelaskan berbagai ekosistem yang ada di Tahura. Sembari Pak Ganjar menjelaskan, banyak kera ekor panjang yang bergelantungan di atas kami. Merupakan suatu pemandangan yang sangat baru bagi kami. Pak Ganjar pun menjelaskan Anggrek terkecil di dunia, Taeniophyllum Sp.

Setelah mendapat banyak penjelasan, Kami melanjutkan perjalanan menuju Pusat Informasi dan Museum. Berfungsi sebagai tempat informasi mengenai Tahura Ir. H. Djuanda. Pada ruangan ini terdapat berbagai foto objek wisata, peta kawasan, maket kawasan, koleksi herbarium, koleksi offset satwa, serta fosil dan artefak peninggalan zaman prasejarah. Museum ini terletak di sebelah Pusat Informasi. Didalamnya pun terdapat berbagai koleksi peninggalan Ir. H. Djuanda, berupa medali kehormatan, piagam penghargaan, dan foto-foto perjuangan Ir. H. Djuanda. Koleksi di museum pun masih dalam keadaan baik dan tertata rapi pada tempatnya.

Salah satu fasilitas di TAHURA, taman bermain anak.

Tahura ini menjadi lokasi yang sangat cocok untuk dijadikan rekreasi edukasi keluarga. Karena banyaknya informasi yang bisa didapatkan seperti informasi tentang ekologi dan kondisi lingkungan yang saya dapatkan. Selain itu juga ada informasi sejarah yang sangat melekat dari goa Belanda, goa Jepang, dan juga prasasti dari raja Thailand. Selain itu wisata alam sepeti curug omas dan tebing keraton pun dapat menjadi destinasi wisata yang sangat menarik. Di sepanjang jalan dari Dago pakar menuju maribaya pun terdapat banyak penjual makanan. Bagi para keluarga dapat beristirahat sejenak sembari makan berbagai makanan yang dijajakan oleh para pedagang disini. Tahura Sangat menjadi rekomendasi tempat wisata di Kota Bandung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.