Home Tags Wisata Budaya

Tag: Wisata Budaya

Klenteng Sam Poo Kong: Menapaki Peninggalan Laksamana Cheng Ho

Ingin berwisata di klenteng-klenteng khas Negeri Tirai Bambu tanpa harus pergi jauh-jauh ke Tiongkok? Atau ingin merasakan sensasi nuansa khas Tionghoa yang kental tanpa...

Kampung Budaya Sindang Barang: Jejak Kerajaan Sunda Abad ke-12 Yang Masih...

Saat kelulusan hampir tiba, pembuatan buku tahunan mulai menjadi pembicaraan semua siswa. Untuk pembuatan buku tahunan sekolahku, setiap kelas dipersilahkan memilih konsep/tema foto untuk...

Mengenal Kearifan Lokal di Wisata Kampung Baduy, Banten

Dengan total penduduk 5000-8000 orang, suku Baduy masih terisolasi dari dunia luar. Mereka masih memegang teguh adat istiadat dan aturan dari nenek moyang. Secara penampilan, suku Baduy dalam memakai baju dan ikat kepala serba putih. Sedangkan suku Baduy luar memakai pakaian hitam dan ikat kepala berwarna biru. Secara budaya, suku Baduy dalam lebih teguh memegang adat istiadat suku mereka, sedangkan suku Baduy luar sudah mulai terpengaruh dengan budaya dari luar. Persamaan dari keduanya, mereka pantang untuk menggunakan alas kaki, teknologi modern dan transportasi modern.

Candi Cetho: Wisata Sejarah dan Alam yang Saling Berkolaborasi

Candi Cetho terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, di sebelah Timur kota Surakarta berjarak kurang lebih 25 km. Candi ini terletak pada daerah lereng Barat Gunung Lawu dengan ketinggian 1470 meter dpl. Di daerah sekitarnya (di sebelah Barat Daya Candi Cetho) terdapat situs purbakala lainnya seperti Candi Sukuh dan Planggatan. Untuk mencapai situs ini melewati jalan desa yang menanjak dan beraspal sampai di ujung Timur jalan desa tersebut. Kita dapat menjangkaunya denganmenaiki bus mini yang memang sudah diperuntukan untukpengujung yang ingin mengunjungi Candi Cetho. Namun menuju Candi Cetho bisa dijangkau dengan sepeda motor ataupun mobil, karena ada titik yang cukup rawan disekitar 500m sebelum candi cetho, bagi kalian yang masih belum mahir untuk menyetir jangan mencoba untuk tidakmneggunakan jasa kendaraan umum disana.

Memaknai Tari Barong di Celuk Gianyar Bali

Menikmati Pulau Bali juga berarti menikmati bentang budaya yang ada di dalamnya. Termasuk, tarian daerah yang cukup banyak dimiliki oleh Pulau Dewata ini. Salah...

Sepenggal Kisah Pabrik Gong Tertua di Jawa Barat

Di era globalisasi seperti sekarang ini, berbagai budaya asing yang masuk ke Indonesia semakin lama semakin menggerus budaya di dalam negeri. Masyarakat Indonesia, khususnya...

Melihat Pasar Keju Alkmaar, Diadakan Sejak Abad Pertengahan

Belanda merupakan sebuah negara di Eropa bagian barat laut yang menjadi destinasi favorit banyak wisatawan. Negara yang populer dengan kincir angin, bunga tulip dan...

Namsangol Hanok Village: Desa Wisata di Seoul

Selain peninggalan sejarah berupa kerajaan, Pemerintah Korea Selatan juga serius dalam menjaga peninggalan sejarah lainnya berupa desa wisata yang berhubungan dengan adat budaya. Satu...

Taman Candra Wilwatikta, Taman Bekas Petilasan Gladi Para Prajurit Majapahit

Di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, ada sebuah taman budaya yang telah dikenal dengan pagelaran sendra tarinya. Taman budaya ini sangat cantik dan instagenik loh...

Jalan-Jalan Wisata Sejarah di Kota Gyeongju

Saat traveling di Korea Selatan, umumnya para wisatawan atau backpacker akan menghabiskan waktu liburan di kota-kota besar atau destinasi-destinasi wisata populer. Sebenarnya, Korea Selatan...

Stay connected

57,554FansLike
3,779FollowersFollow
1,906FollowersFollow
3,660SubscribersSubscribe

Artikel Terkini

Berwisata ke Kebun Kopi sambil Menikmati Air Terjun Senanggila, Senaru

Lokasi Kebun Kopi di Desa Senaru cukup indah. Di bawahnya terdapat pemandangan asyik yaitu Air Terjun Senanggila. Di mana di Wisata Kebun Kopi Senaru sembari bisa menikmari hangatnya kopi Senaru, wisatawan juga bisa menikmati keindahan Air Terjun Senanggila yang menakjubkan!

Telaga Menjer, Destinasi Asyik Saat Berkunjung ke Wonosobo

Wonosobo tidak hanya terkenal dengan kesejukan kotanya dan objek wisata alamnya di daerah dataran tinggi Dieng, ada objek wisata alam yang sangat menawan untuk...

Mengintip Bagian Dalam Kapal Selam di Monkasel

Sebagai poros maritim Indonesia timur, Kota Surabaya masih menampakkan Kejayaannya. Pelabuhan Tanjung Perak menjadi bukti kuatnya maritim Surabaya. Tak hanya itu, Monumen Kapal Selam atau yang biasa disebut dengan Monkasel juga pernah menjadi salah satu kapal tempur bukti kehebatan maritim Indonesia. Monumen ini bukanlah bangunan yang mirip dengan kapal selam, tapi kapal selam sungguhan yang sengaja diangkat kedaratan untuk mengenang keberanian para pejuang. Berada di Jalan Pemuda, Embong Kaliasin yang berada tepat di jantung kota, membuat monument ini mudah sekali untuk dikunjungi. Letaknya tepat berada di samping parkir timur Plaza Surabaya, jadi jika kalian sedang berada di Plaza Surabaya kalian tinggal jalan kaki saja untuk bisa ke sini. Monumen buka dari pukul 08.30 WIB hingga 21.00 WIB. Harga tiket masuknya sebesar Rp 15.000 per orang.