Surga Biru Di Atas Bukit

0
148
Menikmati Sunset di Atas Batu Karang.

Dua minggu setelah hari ulang tahun saya, tepat di awal tahun 2020 saya memutuskan untuk pergi travelling sendirian sebagai hadiah yang harus diwujudkan di usia 20 tahun. Sebenarnya memang beberapa kali terlintas dalam pikiran untuk pergi ke tempat-tempat baru yang jauh, namun pada saat itu saya masih penuh dengan rasa khawatir dan belum cukup berani untuk melakukan hal-hal di luar zona nyaman.

Akhirnya, setelah mengumpulkan keberanian, saya memutuskan untuk berangkat ke Klaten dan segera pesan tiket kereta melalui aplikasi online. Saya memilih Klaten karena ada sanak saudara di sana yang rumahnya bisa djadikan sebagai akomodasi. Tentu saja wntuk menghemat budget traveling.

Saya berangkat menggunakan kereta api dari Stasiun Kiara Condong, Bandung. Tentu saja menggunakan kelas ekonomi dengan harga tiket Rp 140.000,00. Oh ya, ini menjadi pengalaman saya naik kereta api. Saya sampai di stasiun setengah jam sebelum keberangkatan dan sempat kebingungan mencari tempat untuk mencetak e-ticket. Kemudian saya bertanya pada salah satu petugas di stasiun dan beliau mengarahkan saya menuju Check In Counter. Dari sana hanya tinggal memasukkan kode pemesanan dan tiket pun langsung tercetak. Sangat mudah ternyata!

Pantai Siung Dilihat dari Atas Bukit.

Setelah tiket tercetak, saya diarahkan ke area keberangkatan untuk pemeriksaan identitas. Selesai, saya pun dipersilahkan memasuki peron dan segera mencari gerbong serta tempat duduk sesuai tiket. Tidak lama untuk menemukan kursi saya yang posisinya di dekat jendela. 15 menit kemudian kereta melaju membawa saya serta penumpang lain yang penuh gairah dan bersemangat. Klaten, saya datang!

Perjalanan dari Bandung menuju Klaten memakan waktu kira-kira 8 jam. Kereta melintasi persawahan, bukit, hutan-hutan dan sesekali perumahan warga. Karena pertama kali menggunakan transportasi kereta, saya baru tahu ternyata pihak kereta api pun menjual makanan berat, snack, dan berbagai minuman di dalam kereta. Pada awalnya saya berniat untuk membeli nasi goreng untuk makan siang karena perut saya sudah keroncongan. Untungnya salah satu penumpang yang duduk di seberang saya terlebih dahulu memesan nasi goreng yang membuat saya terkejut dengan harganya. Di dalam boks kecil tersebut, nasi goreng dibanderol dengan harga Rp 25.000. Untung belum beli! Akhirnya saya mengurungkan niat untuk beli makanan di dalam kereta. Sabar, ya, perut, kita makan kuaci saja!

Selepas Isya, kereta pun tiba di Stasiun Klaten. Sesaat sebelum sampai di stasiun tersebut, saya sudah memberi kabar kepada sepupu bahwa saya diperkirakan tiba di stasiun pukul 19.30. Sayangnya, sepupu saya tidak menjemput tepat waktu sehingga saya harus menunggu sekitar 15 menit di depan stasiun. Duduk di sekitaran trotoar sendirian di malam hari di tempat yang benar-benar asing bagi saya membuat saya sedikit takut. Untung saja tidak berselang lama, sepupu saya datang dan kami pun melanjutkan perjalanan ke rumahnya.

Batu-batu karang yang tersebar di sepanjang pantai Siung.

Keesokan harinya, saya dan sepupu berencana pergi ke pantai. Tujuan utama saya travelling adalah ingin merasakan berkemah di pantai. Maka, kami pun berangkat menuju Pantai Siung di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta sebagai itinerary terbaru liburan kami. Perjalanan dari rumah menuju Pantai Siung memakan waktu hampir tiga jam. Kami berangkat pukul 14.00 diiringi hujan dan beberapa kali memutuskan berhenti karena hujan besar yang tidak memungkinkan kami untuk melanjutkan perjalanan.

Awalnya  saya khawatir tidak bisa mengejar sunset karena hujan yang mengguyur terus menerus. Untungnya, ketika sudah memasuki area pantai, cuaca berubahn menjadi cerah. Perjalanan menuju Pantai Siung disambut dengan perbukitan kapur dan ladang palawija. Sebelum memasuki area pantai, kami melewati pos pembayaran tiket masuk terlebih dahulu. Tiket masuknya Rp 10.000 per orang. Kami pun sampai di Pantai Siung tepat pada saat matahari sedang tenggelam, kira-kira pukul 17.30.

Yang saya suka dari Pantai Siung ini adalah pantainya yang sepi dan batu-batu karang raksasa yang tersebar di sekitar pantai. Ombaknya besar karena Pantai Siung termasuk salah satu pantai selatan yang bermuara di Samudera Hindia. Kemudian kami memutuskan untuk menginap di bukit sebelah timur pantai. Ada jalur pendakian jika ingin menuju ke atas bukit. Jalur pendakian cukup terjal dan sempit dengan batuan kapur sepanjang jalur.

Menikmati Sunset di Atas Batu Karang.

Di tengah jalur pendakian, kami diminta bayar biaya perawatan sebesar Rp 5.000 per orang. Jika dihitung-hitung, budget travelling yang dibutuhkan untuk pergi ke Pantai Siung hanya Rp 50.000 saja sudah dihitung dengan bensin motor. Kami akhirnya sampai di atas bukit tepat ketika matahari benar-benar tenggelam. Indah bukan main!

Karena hari sudah mulai gelap, kami memutuskan untuk mendirikan tenda dan berbenah secepat mungkin. Oh iya, biaya untuk berkemah di camping ground ini hanya membayar Rp. 20.000 per tenda. Malam harinya, saya sedikit tidak bisa tidur karena debur ombak yang bersahutan keras dan angin yang juga cukup membuat goyang tenda.

Sekitar pukul 03.00, saya keluar tenda dan menengadahkan kepala ke langit. Betapa takjubnya saat melihat hamparan bintang di langit yang bersih di atas kepala saya. Benar-benar malam terbaik yang pernah saya rasakan! Bukit, debur ombak, suasana sepi, dan taburan bintang yang saat itu hanya menemani saya dan membuat terjaga hingga pagi tiba.

Saat pagi, saya sangat bersemangat untuk menyambut sunrise. Sayangnya, sunrise yang saya lihat tidak terlalu sempurna karena terhalang oleh bukit-bukit. Tetapi, Pantai Siung memberikan kejutan lain lagi dari atas bukit. Seolah belum puas membuat saya terpesona oleh batu-batu karangnya, pemandangan Pantai Siung sungguh cantik bila dilihat dari atas bukit apalagi di pagi hari. Ombaknya yang bergulung-gulung ganas serta airnya yang biru dan membentang sejauh mata memandang, membuat saya ingin berteriak saja betapa indahnya pemandangan tersebut.

Oh ya, kalian bisa menyaksikan kenangan yang saya rekam selama di Pantai Siung:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.