Summer di Jepang Bukan Pilihan yang Tepat

1
265
Asakusa Temple.

Jepang merupakan negara yang terkenal dengan anime-nya. Berlibur ke Jepang sudah menjadi salah satu destinasi impian sebagian orang Indonesia. Kali ini aku akan menceritakan bagaimana pengalamanku berlibur ke Jepang selama musim panas.

Kuil meiji.

Kala itu, aku dan temanku berlibur ke Jepang di bulan Agustus dan yaap kita salah waktu. Hawa panas yang nggak bisa dibohongi lagi, terik dan menyengat. Bahkan baru saja kita keluar hotel keringat sudah benar – benar membasahi tubuh. So, aku tidak menyarankan berlibur ke Jepang di musim panas. Apalagi rata – rata kegiatan di Jepang untuk berpindah dari tempat satu ketempat lainnya membutuhkan jalan kaki yang lumayan panjang.

Karena ini liburan musim panas, pakaian yang aku bawa merupakan pakaian – pakaian yang cerah dan menyerap keringat. Kebetulan di tempat menginap sudah ada laundry sehingga aku membawa secukupnya saja. Bawalah tumbler untuk menampung air karena pastinya akan sangat membutuhkan air mineral. Jangan lupa sediakan payung lipat yang mudah dibawa ke mana – mana untuk melindungi kita dari terik matahari yang sangat menyengat. Hal terpenting adalah kenakan alas kaki ternyaman kalian, entah itu sandal ataupun sepatu dan juga sunblock atau sunscreen agar kulit kita terlindungi dari sinar UV.

Liburan kami kali ini senantiasa ditemani dengan maskapai andalan yakni Air Asia Jakarta – Jepang tanpa transit dengan biaya Rp3.000.000 pulang pergi belum termasuk bagasi. Setelah sampai di Bandara Narita, kami langsung menuju ke tempat pembelian tiket bus menuju Tokyo. Sebenarnya terdapat beberapa pilihan trasnportasi dari bandara ke Tokyo seperti kereta, limousine bus, shuttle bus dan juga taksi. Transportasi paling murah adalah shuttle bus dengan harga 1.000 yen untuk sekali perjalanan. Kalian bisa membeli tiketnya di dalam bandara sesuai dengan jam keberangkatan yang kalian inginkan. Pastinya kedatangan dan keberangkatan bus di Jepang benar – benar sangat on time. Jangan khawatir apabila kalian membawa koper besar dan lebih dari satu karena nantinya koper kita akan diberi label saat dimasukkan kedalam bagasi.

Tokyo street.

Perjalanan bandara – Tokyo ditempuh dalam waktu hampir 1 jam. Sesampainya di stasiun bus Tokyo, kami berjalan menuju ke JR station kurang lebih 300 m dari tempat kita turun dari bus. Di stasiun inilah kami membuat Suica Card (semacam e-money yang nantinya digunakan untuk beli minum di vending machine, naik JR dan lain sebagainya). Pembuatannya sangat mudah cukup cari mesin suica dan kalian bisa membuatnya langsung serta bisa di top up kapanpun.

Hari berikutnya barulah kami melakukan kunjungan ke tempat – tempat wisata. Tempat wisata yang pertama kita kunjungi adalah Sensoji Temple (kuil Budhha) terletak di daerah Asakusa. Sebelum memasuki Sensoji terdapat Nakamise yakni pusat perbelanjaan tua di Jepang. Kalian bisa membeli oleh – oleh disana semacam tempelan dinding, cinderamata, monument dan lain sebagainya. Letaknya tidak jauh dari Stasiun Asakusa. Kuil lain yang kita kunjungi adalah Sensoji Temple (kuil Shinto) yang terkenal dengan pemujaan roh – roh halus. Suasana Jepang benar – benar tergambarkan di kuil ini. Untuk masuk ke dalam kuil ini haru menempuh perjalanan yang cukup panjang dari stasiun terdekatnya. Tempat ini wajib dikunjungi karena budaya tradisional Jepang Kuno tergambarkan di tempat ini.

Tempat ramalan dan jimat keberuntungan di asakusa.

Selain ke kuil, ada juga pusat – pusat perbelanjaan yang kami kunjungi seperti akihabara. Akihabara merupakan pusat perbelanjaan elektronik dimana kalian akan disuguhi dengan berbagai macam elektronik yang murah – murah seperti handphone. Selain itu, Akihabara juga merupakan surganya action figure. Silahkan memborong action figure sepuasnya di Akihabara. Setiap toko memiliki harga dan diskon yang berbeda – beda. Sebelum membeli kelilingi dulu di beberapa toko untuk membandingkan harga. Pusat perbelanjaan lain selain Akihabara yakni Harajuku Street yang menjual makanan ringan dan cinderamata lebih murah dari lainnya. Kalian juga bisa berkunjung ke toko serba 100 yen di Harajuku.

Ada tempat yang terkenal di pusat Shibuya yakni patung haciko yang berada tak jauh dari Stasiun Shibuya dan Shibuya Crossing Street. Persimpangan yang berada di pusat kota ini ramai sekali dengan pejalan kaki bahkan kendaraan bermotor lebih sedikit dibanding pejalan kaki. Ditempat ini banyak sekali mall, tempat perbelanjaan mewah, toko – toko dengan merek ternama dan lain sebagainya.  Hati – hati jika hendak menyebrang di jalan ini. Sangking ramainya bisa menyebabkan pejalan kaki hilang arah dan salah menyebrang.

Shibuya crosing.

Masih banyak lagi destinasi yang bisa dikunjungi di Jepang. Mayoritas tidak dipungut biaya alias gratis. Siapkan koyo atau pereda nyeri karena kalian harus menyusuri jalanan yang cukup panjang ketika di Jepang.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.