Sudah Nonton Mini Seri “Chernobyl”, Tertarik Berwisata Ke Kota Mati Ini? Simak Dulu Fakta Menariknya!

0
660
(sumber: pixabay.com/Wendelin_Jacober)

Setelah sukses dengan Game of Thrones, HBO pun kini kembali merajai pertelevisian dunia dengan mini serinya yang telah usai 3 Juni lalu. Serial karya Craig Mazin ini di produser oleh Carolyn Strauss yang juga turut memproduseri Game of Thrones dan disutradarai oleh Johan Renck yang sebelumnya menyutradarai Breaking Bad. Suksesnya mini serial ini pun didukung oleh aktor yang tidak diragukan lagi mulai dari Jared Harris, Stellan Skarsgard beserta teman duetnya saat di film Breaking the Wave, Emily Watson.

Suksesnya Chernobyl di pertelevisian dunia pun membuat setiap mata dan telinga mulai “melek” kembali dengan tragedi naas pada tanggal 26 April 1986. Tepatnya, saat Reaktor 4 PLTN Chernobyl di Ukraina meledak dan menewaskan sekitar 31 orang dan ribuan orang pun ikut terkena dampak radiasinya. Mulai dari luka bakar yang cukup berat, hingga yang terburuknya para korban paparan radiasi pun terkena kanker.

Poster promosi Chernobyl HBO (sumber: instagram/hkmmb1000)

Terlepas dari itu, kawasan Chernobyl tepatnya di Pripyat, Ukraina resmi dibuka untuk umum pada tahun 2008 sebagai destinasi wisata di bawah naungan CHERNOBYLwel.come, yaitu perusahaan yang mengatur kunjungan wisatawan yang ingin tour ke Zona Eksklusi Chernobyl. Menarik kan? Jika kamu mulai penasaran bagaimana sensasinya traveling ke “Kota Mati” ini, simak dulu yuk fakta menarik dibalik kawasan Chernobyl ini.

Ingat Dengan Tiga Penyelam yang Bertugas Untuk Membuka Katup Drainase? Ternyata Faktanya Tidak Sesuai Dengan Mini Serinya

(sumber: instagram/chernobyl_tvseries)

Jika kamu teringat adegan dramatis dari tiga sukarelawan, Borys Baranov, Valery Bespalov, dan Oleksiy Ananenko yang menyelam ke terowongan bawah tanah tepat di bawah reaktor rusak untuk membuka katup drainase, ketiga penyelam tersebut pun selamat dari maut dan diberi pujian layaknya seorang pahlawan. Mengutip dari BBC Indonesia, salah satu pekerja PLTN Chernobyl yang menjadi penyelam sukarelawan, Oleksiy Ananenko angkat bicara mengenai keakuratan kejadian tersebut.

Fakta yang terjadi saat Ananenko menyelam ke terowongan PLTN tersebut bersama dua rekan lainnya, mereka hanya mengenakan sebagian respirator dan saat mereka berhasil menjalankan tugasnya, mereka pun tidak diberikan hadiah, penghargaan, bahkan pujian. Ananenko pun mengatakan “Saya bukan pahlawan”, saat ditanyai hal tersebut. “Itu memang tugas kami, Jika saya tidak mau, mereka bisa memecat saya. Lalu, gimana saya bisa mendapat pekerjaan lagi?” ungkapannya. Kini Oleksiy Ananenko serta rekannya Valery Bespalov bekerja sebagai kepala insinyur dari salah satu bagian reaktor, dan tinggal di ibukota, Kiev. Sementara pemimpin shift Borys Baranov meninggal pada 2005 lalu.

Sang Aktor Utama, Stellan Skarsgard Pun Merasakan Peristiwa Ledakan PLTN Chernobyl Tahun 1986

(sumber: instagram/aida_dombr_)

Stellan Skarsgard, pemeran PM Soviet Boris Shcherbina pun mengalami ketegangan luar biasa saat terjadinya ledakan PLTN Chernobyl pada tahun 1986. Mengutip CNN Indonesia, Skarsgard saat itu berada di Stockholm dan saat itu Skarsgard masih berumur 35 tahun. Saat itu, Skarsgard menyimak jika dampak dari radiasi Chernobyl akan semakin melebar karena angin dan hujan. Selama bertahun-tahun warga Swedia tidak dapat makan buah, jamur, bahkan daging rusa karena khawatir bahan pangan terkena radiasi.

Terdapat Hostel Khusus Bagi Para Wisatawan yang Ingin Menginap Di Kawasan Chernobyl

(sumber: pixabay.com/Free-Photos)

Tahun 2017, pemerintah Ukraina membuka The Pripyat Hostels, tepatnya di kawasan Chernobyl bekas Asrama Uni Soviet berlokasi 15 kilometer dari kawasan Chernobyl. Hostel yang diperuntukan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Chernobyl ini memiliki fasilitas 50 ranjang, dan akan terus bertambah untuk mengakomodir sekitar 120 pengunjung. Interior yang ditawarkan bergaya Soviet, dan disetiap kamar disematkan sprei dengan logo komplek industri istimewa Chernobyl disertai dengan toiletries seperti sabun dan handuk. Tidak hanya menyediakan hostel, pemerintah Ukraina pun kini mulai membangun kembali bangunan lama di kawasan Chernobyl untuk akomodasi wisata.

Beberapa Aturan yang Perlu Dipatuhi Oleh Traveler saat ke Chernobyl

(sumber: unsplash.com)

Mengutip LifeScience, beberapa aturan yang perlu dipatuhi oleh wisatawan cukup ketat, terlebih aturan tersebut untuk menghindari resiko serius bagi para wisatawan terpapar radiasi. Dimulai dari aturan para wisatawan wajib mengenakan pakaian lengan, dan celana panjang serta alas kaki atau sepatu yang tertutup penuh. Penting pula bagi para wisatawan untuk tidak meletakan barang bawaan, duduk di tanah atau lantai di tanah kawasan Chernobyl, wisatawan pun dilarang menyentuh struktur bangunan di kawasan tersebut. Namun, banyaknya aturan ini bukan berarti tur Chernobyl ini sangat berbahaya, justru area Chernobyl saat ini relatif aman.

Sesaat setelah wisatawan selesai dengan turnya, peserta tur wajib melalui zona pemindaian untuk mengukur paparan radiasi. Pihak chernobyl pun menjamin jika total dari dosis radiasi eksternal yang terdapat pada turis saat berkunjung selama 10 jam cenderung sangat kecil. Hal tersebut dapat dibandingkan dengan rata-rata paparan radiasi yang dialami oleh sebagian besar orang, yaitu sebesar 3 mSV/tahun. Bahkan Travel and Leisure pun mencatat jika penerbangan komersil dapat memaparkan 0,024 mSv radiasi saat delapan jam terbang. Jumlah tersebut masih terbilang sangat kecil.

Mini Seri Telah Usai, Wisata Chernobyl Melonjak Hingga 40%

(sumber: unsplash.com)

Suksesnya mini seri garapan HBO ini tentu berdampak dengan kenaikan penjualan paket tur wisata Chernobyl. Setelah usainya mini seri Chernobyl di HBO, sebuah agen tur Chernobyl pun mengatakan jika tur yang dikelolanya meningkat sekitar 40% setelah usainya mini seri tersebut. Perusahaan yang menawarkan paket wisata tur di kawasan Chernobyl dan pengunjung dapat melihat monumen yang dibangun untuk mengenang korban dan beberapa desa yang terlantar.

Tak hanya itu, wisatawan pun bisa menikmati sensasi makan siang di satu-satunya restoran yang dibangun di Kota Mati tersebut. Pengunjung pun dapat melihat rektor nomor empat yang terletak di kawasan Chernobyl, dan tur berakhir di sekitar Pripyat. Banyaknya wisatawan yang tertarik dengan tur Chernobyl karena mini seri tersebut, membuat setiap pemandu wisata pun selalu mendapatkan pertanyaan yang didasari dari mini seri tersebut.

Kamu dapat ikut Chernobyl tour berbahasa inggris berbayar mulai dari USD 100 atau setara 1,4 juta rupiah. Jadi, tertarik untuk mengunjungi Pripyat dan merasakan sendiri memijakkan kaki di Kota Mati?

 

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.