Staycation di Villa Ubud Anyer, Lebih Hemat dan Seru!

0
70
Lobby di Villa Ubud Anyer.

“Saat ber-staycation, kita memang tidak harus pergi jauh untuk berlibur. Karena, arti staycation itu sendiri adalah berlibur ke tempat-tempat wisata yang dekat dengan rumah. Jadi, kita tidak diharuskan untuk pergi keluar kota, bahkan pergi keluar negeri”

Jadi, saya memilih Kecamatan Anyer yang hanya berjarak sekitar 60 kilometer dari tempat saya tinggal. Hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dengan menggunakan motor ke Villa Ubud Anyer, saya sudah bisa mendapatkan  destinasi yang sesuai dengan rencana saya, yaitu staycation dekat pantai.

Kecamatan yang berada di Kabupaten Serang Provinsi Banten ini memiliki beberapa pantai yang cocok untuk bermain watersports dan melihat sunset.  Jadi, saat staycation, saya tidak akan merasa bosan dan sekaligus bisa menghemat budget traveling.

Pukul 9 pagi, saya berangkat dari rumah menuju Anyer, walaupun waktu check-in masih lama. Tujuannya adalah agar saya bisa menyusuri pantai-pantai di daerah Banten bagian barat dengan lebih santai. Lebih bisa menikmati pemandangan alamnya. Apalagi hampir setengah perjalanan menuju Anyer adalah daerah pantai.

Gazebo dan Danau Buatan di Villa Ubud Anyer.

Sesekali saya menepi untuk mengambil foto pemandangan pantai. Dan, begitu sesampainya di Anyer, saya mencari warung di pinggir Pantai Bandulu untuk membeli makan. Oh ya, makanan khas Banten dan sekaligus menjadi makanan favorit saya adalah, bubur sop dan otak-otak tenggiri. Harganya tidak lebih dari 15 ribu untuk satu porsinya.

Yang membuat bubur sop lebih khas, karena biasanya ditambah dengan kerang laut kuah kuning dan terasi goreng. Sedangkan, untuk otak-otak, biasanya saya hanya memakannya dengan nasi putih, agar rasa ikannya masih terasa.

Sekitar pukul 2 siang, saya check-in di Villa Ubud Anyer. Lingkungannya cukup meneduhkan mata, karena dihiasi berbagai jenis tanaman dan juga ada danau buatan yang membuat saya merasa berada di sebuah pedesaan.

Setelah semua barang dirapikan, saya kemudian berenang di private pool-nya. Sebenarnya, di Pantai Bandulu tadi saya sudah berenang dengan menyewa bodyboarding dengan harga 10 ribu dan meminjam alat snorkeling dari teman. Walaupun kejernihan air sedang tidak terlalu bagus, tapi seru juga bisa menangkap beberapa kelomang kecil dengan alat ini.

Lingkungan yang asri di Villa Ubud Anyer.

Pukul 5 sore, saya menuju Pantai Bandulu lagi dengan berjalan sekitar 10 menit saja. Saya berencana untuk melihat sunset. Untungnya, di musim hujan ini, cuaca sore hari itu cukup cerah. Jadi, indahnya warna sunset masih jelas terlihat.

Sambil memesan secangkir kopi dan pisang goreng di salah satu warung yang ada di dekat pantai, menunggu sunset di sini tidak terlalu membuat saya bosan. Pemilik warung juga ramah. Sambil duduk-duduk, saya juga ngobrol tentang tempat-tempat wisata di Anyer yang menjadi favorit para wisatawan.

“Kegiatan-kegiatan saat ber-staycation, biasanya dipilih yang berbiaya rendah, bahkan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Contohnya, mengunjungi museum, bersepeda, menonton film, membaca buku, berolahraga, memanggang ikan, dan lain-lain”

Waktu menunjukkan pukul 8 malam, saya kemudian permisi untuk kembali ke villa. Sebenarnya, rugi juga jika saat staycation, saya hanya menghabiskan waktu di dalam kamar. Tapi, karena saya sudah merasa cukup puas dengan watersports yang saya coba tadi siang dan melihat sunset, akhirnya saya memutuskan untuk tidur-tiduran saja di dalam kamar sambil sesekali membaca artikel wisata dan menonton youtube channel favorit saya, yaitu Divert Living, Conner Sullivan, dan Lost Leblanc.

Gazebo dan Private Pool di Villa Ubud Anyer.

Sudah pukul 10 malam, tapi saya belum merasa ngantuk. Akhirnya, saya menonton netflix sambil menikmati satu cangkir minuman jahe susu. Dua film yang saya pilih adalah film yang dulu tidak sempat saya tonton di bioskop. Ternyata, film ber-genre drama keluarga ini memberikan nilai moral yang cukup baik. Saya menjadi lebih aware tentang kehidupan sosial yang ada di sekitar saya.

Terbangun pada pukul 5 pagi, saya sudah siap nongkrong di pinggir kolam renang. Sambil minum kopi dan menghisap beberapa batang rokok, staycation di daerah baru lebih mengingatkan saya pada rumah. Sebenarnya saya lebih nyaman berada di rumah sendiri, walaupun memang jalan-jalan dan mengenal daerah lain juga penting, agar banyak pengalaman yang bisa saya dapat.

Pukul 7 pagi, saya berenang lagi. Kali ini, saya iseng-iseng memakai alat snorkeling. Sambil membiasakan mengatur nafas sebelum saya melakukan snorkeling ke Pantai Pasir Putih Sirih. Di pantai ini ada spot snorkeling yang biasa para wisatawan gunakan.

Pukul 10 pagi, saya check-out dari hotel. Dua jam lebih awal. Saya berencana untuk menghabiskan hari terakhir staycation saya dengan berkeliling Anyer dan daerah-daerah lain di sekitarnya. Karena, ada beberapa tempat bersejarah juga di sekitar sini, seperti mercusuar tertua di Indonesia dan titik nol Km Anyer- Panarukan. Juga, saya ingin mencicipi cemilan khas Banten, seperti balok babakan, emping menes, dan apem bodas batubantar.

Lobby di Villa Ubud Anyer.

Sekitar pukul 4 sore, saya sudah berada di rumah. Rasa capek sepertinya terbayarkan dengan semua keseruan saat staycation di Villa Ubud Anyer. Untungnya, sebelum menginap, saya sudah memesannya melalui aplikasi booking hotel, jadi lebih gampang dan harganya terjangkau.

Nah, itulah itenerari terbaru saat saya ber-staycation di Anyer. Waktu staycation yang hanya dua hari satu malam bisa dimaksimalkan dengan mengeksplorasi pantai, beristirahat di villa, dan berkeliling untuk mencicipi kuliner khas daerah sendiri. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kamu yang ingin ber-staycation di Anyer.

https://www.youtube.com/watch?v=Oz9aLn48IDU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.