Spot Instagenic Bangka Botanical Garden Mirip Pulau Nami Korea Selatan

1
613
Jajaran Pohon Pinus.

Saya ada sedikit cerita mengenai salah satu destinasi wisata yang lagi happening di Pulau Bangka. Sebelumnya, saya akan bercerita sedikit mengenai Pulau Bangka. Pulau Bangka adalah sebuah pulau yang terletak di bagian timur Pulau Sumatera. Pulau Bangka terkenal kaya akan hasil tambang timahnya. Pulau ini juga dikenal sebagian orang sebagai pulau yang panas dan gersang, karena aktivitas pertambangannya. Namun, dalam perjalanan saya menjelajahi pulau ini saya menemukan sisi-sisi lain Pulau Bangka, salah satunya adalah Agrowisata Bangka Botanical Garden.

Nah, pasti sobat traveler bertanya-tanya apa menariknya agrowisata ini? Dimulai dari Bandara Depati Amir, pada siang hari sekitar pukul 13:00, saya bersama dua orang teman saya langsung bertolak ke destinasi wisata terdekat yang tidak jauh dari bandara. Terletak di daerah Ketapang, Air Itam, kami langsung menuju lokasi Bangka Botanical Garden. Cuaca yang cukup panas itu hilang seketika ketika memasuki daerah kawasan Bangka Botanical Garden, banyak sekali pohon dan tanaman rindang yang menjulang tinggi. Setelah memasuki pintu utama, saya dan teman saya disambut oleh sebuah danau hijau. Kami kemudian menyusuri agrowisata itu. Disepanjang jalan terdapat tanaman perdu dan pepohonan pinus yang menjulang tinggi.

Rumah Kayu Bangka Botanical Garden.

Udara yang panas dan sinar matahari yang terik menyinari kala itu, tidak begitu terasa dikarenakan tumbuhan yang mengelilingi kawasan agrowisata tersebut. Angin sepoi-sepoi membuat dedaunan bergoyang dan udara sesak kota Bangka berubah menjadi udara yang segar. Tidak jauh dari pintu utama, kami menemukan sebuah tambak yang terlihat tenang, namun setelah kami dekati ternyata ada banyak ikan yang dapat kita lihat dari permukaan air tambak diatas gubuk-gubuk yang berada dipinggiran tambak tersebut. Sungguh tempat yang sangat nyaman untuk bersantai dan menyejukkan diri di tengah teriknya matahari.

Pepohonan Pinus Mirip Pulau Nami.

Sambil menikmati angin segar yang berhembus di sela-sela pohon, kami mengambil beberapa foto. Kami berfoto di antara jajaran pohon pinus yang menjulang tinggi dan jalanan berpasir putih. Foto tersebut mengingatkan kami pada drama Korea yang pernah tayang di salah satu stasiun televisi Indonesia. Drama tersebut berjudul Winter Sonata. Ada suatu adegan dalam drama tersebut yang berlokasi di jajaran pepohonan pinus yang ada di Pulau Nami, yang kini menjadi destinasi wisata yang cukup populer kalangan turis mancanegara Korea. Tidak kalah dengan Pulau Nami, kami berhasil mendapatkan foto-foto instagenic dari tempat tersebut. Membuat kami makin bersemangat menelusuri Bangka Botanical Garden lebih dalam.

Kami kemudian melanjutkan perjalanan, hampir setiap sudut yang ada di Bangka Botanical Garden dapat dijadikan spot foto yang menarik. Dalam Bangka Botanical Garden kami juga menemukan sebuah rumah kayu yang berdiri megah diantara pepohonan dan pelataran yang luas. Namun kendaraan seperti motor dan mobil tidak dapat masuk lebih dalam ke pelataran di sekitar rumah kayu tersebut.

Greenhouse di Spot Instagenic Bangka Botanical Garden.

Setelah kami puas mengambil foto-foto rumah adat kami pergi mengunjungi kandang sapi perah yang terletak tidak jauh dari rumah kayu yang kami kunjungi sebelumnya. Ada puluhan sapi perah yang dimiliki pengelola Bangka Botanical Garden. Bangka Botanical Garden telah menerapkan konsep Zero Waste, di mana perikanan, pertanian, dan perkebunan saling mendukung satu sama lain. Kotoran sapi dijadikan pupuk kompas untuk tanaman, susu hasil perahan sapi dijual, sebagian diolah menjadi yogurt dan es lilin yang kemudian dijual di toko yang berada di samping pintu utama sebelum kita memasuki kawasan Bangka Botanical Garden. Susu murni tersebut dijual dengan harga terjangkau dan terjamin kualitasnya. Harga untuk susu murni itu sendiri adalah sekitar Rp 6.000 dan untuk es lilin dijual dengan harga Rp 2.500 perbungkus.

Selain tumbuh-tumbuhan, rumah kayu, tambak ikan untuk memancing dan kandang sapi perah. Bangka Botanical Garden juga memiliki greenhouse yang digunakan sebagai pemeliharaan bibit dan tunas yang berkualitas. Jadi, bagaimana sobat traveler, tertarik untuk berkunjung ke Bangka Botanical Garden? Tidak hanya spot foto Instagenic ala drama korea, sobat traveler juga benar-benar dapat merasakan keasrian Pulau Bangka dengan mengunjungi Bangka Botanical Garden.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.