Solo, Kota Bersejarah Yang Terlupakan

0
68
Keraton Surakarta.

Pamor Solo atau Surakarta sedikit kurang terdengar dibanding Yogyakarta atau Semarang. Dikalangan wisatawan pun Solo belum menjadi opsi wisata utama. Tetapi, bukan berarti Solo tidak layak dikunjungi dan dijelajahi. Ada banyak sekali kawasan wisata yang menarik untuk dijelajahi, mulai dari candi, gunung, tempat bersejarah, sampai pasar yang ikonik. Mari kita mengulik apa saja yang menarik dari tempat ini!

Sebagai sebuah kawasan perkotaan, Solo sudah berusia ratusan tahun. Semenjak Perjanjian Giyanti pada tahun 1755 dan pembangunan Keraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1744, daerah ini mengalami perkembangan pesat. Terutama ketika pemerintah kolonial Belanda mulai membangun jalur kereta api dan gedung-gedung pemerintahan di sana. Kekayaan sejarah inilah yang membuat kota ini terkesan antik. Bahkan kita seakan mundur ke ratusan tahun lalu ketika mengelilingi Solo.

Benteng Vastenburg yang gagah dan kokoh.
Gedung Kuno, Arsitektur Antik, dan Kuliner Unik

Belum lengkap rasanya jika mengelilingi Solo tanpa menjelajahi kawasan kota tuanya. Gedung-gedung kuno yang megah menjadi ciri khas kota ini, bahkan rasanya seperti menjelajahi kota tua di Jakarta atau Semarang. Bangunan Balai Kota, Kantor Pos, hingga Bank Indonesia seakan bercerita pada kita tentang kemajuan Solo di abad ke-19 hingga 20. Memang pada zaman kolonial, daerah kota tua menjadi urat nadi ekonomi Solo. Tak heran sisa-sisa kemegahan masa lalu itu masih awet hingga saat ini.

Kebetulan di area yang sama kita juga bisa mengunjungi Benteng Vastenburg. Benteng ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1745, bentuknya kurang lebih mirip Benteng Vandenburg di Yogyakarta. Sengaja dibangun di tengah kota agar semua kegiatan masyarakat Solo masa itu bisa diawasi. Ada nuansa antik dan mencekam dari benteng ini, namun temboknya yang tinggi menjulang terkesan gagah sekali.

Setelah puas mengelilingi benteng, kita bisa berjalan sekitar 10 menit untuk menuju Keraton Surakarta. Keraton ini memiliki sejarah yang panjang, sehingga kita bisa merasakan cerita masa lalu di setiap sudutnya. Arsitektur keraton merupakan gabungan antara bentuk arsitektur Jawa dan Belanda. Saya sendiri sudah cukup senang dan menikmati keunikan ini. Kalau butuh informasi sejarah yang lebih lengkap, kita bisa masuk ke museum yang ada dalam komplek keraton. Hanya dengan Rp 10.000 saja, kita bisa mendapat kisah menakjubkan tentang sejarah Solo.

Selat Solo yang legendaris.

Setelah berkeliling ke tempat-tempat keren di Solo, jangan lupa menyantap kuliner khas yang sulit ditemukan di daerah lain. Untuk penyuka kuliner, ada sebuah hidangan wajib yang harus dicoba. Namanya adalah selat Solo. Makanan ini hanya ada di Solo, jadi jangan sampai melewatkan untuk mencicipinya. Selat Solo sepintas mirip beef steak karena ada kentang, daging, sayur, dan saus khas.

Makanan ini adalah adaptasi dari kuliner Belanda lho! Kata selat sendiri berasal dari Bahasa Belanda, yaitu slachtje yang artinya potongan daging. Menyantap selat Solo tidak hanya sekedar makan saja, tapi ada unsur sejarah dalam satu piring hidangan ini. Setelah mencicipi selat Solo, kalian bisa mencoba berbagai hidangan lezat lainnya, seperti serabi Solo, nasi liwet, dan tengkleng. Pokoknya kuliner Solo dijamin nikmat!

Meskipun banyak yang melupakan Solo sebagai tempat wisata, tapi kota ini sangat menarik untuk dijelajahi. Ada banyak bangunan antik, kawasan bersejarah, dan kuliner nikmat. Oh iya, biaya makanan dan akomodasi di Solo juga sangat terjangkau!  Jadi, kalau kalian bosan berwisata ke Semarang dan Yogyakarta, kalian bisa menjelajahi Solo. Tunggu apa lagi? Ayo menjelajahi Solo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.