Sintang dan Rumah Betang Panjang

0
169
Halaman Rumah Betang Panjang di Desa Ensaid Panjang.

Ini ceritaku menjelajahi Kabupaten Sintang hingga ke wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Kabupaten Sintang berada di Kalimantan Barat dan memiliki wilayah yang sangat luas dibanding kabupaten lainnya di Indonesia. Mayoritas masyarakatnya adalah Suku Dayak dan beberapa masyarakat Suku Dayak masih tinggal di Rumah Betang Panjang hingga saat ini, menarik bukan untuk dikunjungi

Rumah Betang Panjang adalah sebuah rumah yang dibuat memanjang dan didiami oleh banyak kepala keluarga, satu teras dan disekat dengan dinding papan untuk setiap KK. Model rumahnya adalah rumah panggung dan tinggi (jarak lantainya dari tanah). Kayu yang digunakan untuk pondasi rumah ini berasal dari kayu belian, kayu asli dari Kalimantan. Kayu belian adalah kayu terkokoh hingga saat ini. Selain itu rotan masih digunakan untuk pengikat antara tiang-tiang bangunan.

Setibanya di Kabupaten Sintang, mari kita melihat Kota Sintang yang dialiri Sungai Kapuas, adalah sungai terpanjang di Indonesia. Indah memang bentangan sungainya, walaupun pada saat itu sedang hujan ringan. Di pertigaan sungai tepat pertemuan antara Sungai Kapuas dan Sungai Melawi saya melihat indahnya Keraton Almukarimah peninggalan dari Kerajaan Sintang dari seberang.

Pemandangan Sungai Kapuas yang dituruni gemercik hujan.

Berikutnya saya langsung menuju rumah betang yang terdekat terlebih dahulu, lokasinya berada di Kecamatan Kelam Permai dan hanya berjarak 20 km lebih dari Kota Sintang. Sebelum sampai di rumah betang panjang, sebuah batu besar menjulang terlihat sangat megah. Atasnya ditutupi awan-awan mendung khas kalimantan. Namanya Bukit Kelam, katanya bukit ini adalah sebuah batu terbesar kedua di dunia. Menempuh perjalanan di samping Bukit Kelam hingga saya sampai di Rumah Betang di Desa Ensaid Panjang.

Rumah Betang di Desa Ensaid Panjang

Rumah betang ini sangat eksotis, panjangnya sekitar 116 meter dan ada 31 keluarga yang tinggal. Di halaman rumah saya bisa menikmati pesona Bukit Kelam yang indah. Di sini saya berniat untuk menginap, karena disewakan bagian kamar khsusus (lengkap dengan kamar mandi dan dapurnya) untuk para pengunjung yang datang. Di sini kita mesti mengikuti etika sesuai arahan dari tokoh di sini, karena tangga untuk naik dan turun saja ada artinya. Jadi jangan salah menggunakan untuk menghargai aturan warga setempat, tentunya agar tidak melanggar adat istiadat setempat.

Pada pagi hari biasanya warga berangkat ke ladang atau ke kebun mereka masing-masing sampai siang. Dan sore harinya mereka biasanya menenun kain khas Dayak di teras rumah mereka dan membuat cupai atau sejenis wadah untuk meletakkan sesuatu. Pengunjung bisa membeli hasil kerajinan mereka, tinggal datangi mereka di teras depan rumah mereka masing-masing.

Bagian teras rumah Betang Panjang di Kec. Ketungau Tengah.
Rumah Betang di Kecamatan Ketungau Tengah

Selanjutnya saya berangkat ke Kecamatan Ketungau Tengah, perjalanan dari Sintang ke Merakai ibu kota Ketungau Tengah bisa ditempuh dengan taksi double gardan melewati jalan tanah sekitar 6 jam perjalanan dari Sintang. Atau yang kedua dapat ditempuh menggunakan speed boat melewati Sungai Kapuas dan Sungai Ketungau hingga sampai ke Merakai.

Dari Merakai saya melanjutkan naik motor melewati jalan negara yang baru penggarapan, kondisinya tanah dan berbatu. Sekitar 3 jam perjalanan melewati kali dan lumpur saya akhirnya tiba di tempat tujuan. Saya lupa nama desa tempat Rumah Betang di sini berada. Rumah Betang di sini nampak berbeda dari Rumah Betang yang ada di Ensaid Panjang sebelumnya yang sangat diperhatikan pemerintah setempat. Rumah Betang ini sangat asli dan lebih pendek dari sebelumnya, begitupun kondisi bangunannya yang seadanya.

Di depan rumah terlihat beberapa tikar lada/sangah warga yang sedang dikeringkan. Nampak pada saat itu beberapa KK sedang panen lada di kebun mereka yang akan dijual. Di teras saya melihat beberapa orang yang sedang membelah kayu untuk dijadikan kayu bakar. Mereka memberikan ijin kepada saya untuk mengambil foto di setiap sudut rumah, mereka sangat ramah dan senyum mereka tulus.

Bukit Kelam yang ditutupi awan.
Rumah Betang di Desa Lubuk Pantak Kecamatan Ketungau Hulu

Selanjutnya saya meneruskan perjalanan ke Desa Lubuk Pantak yang berada di Desa Lubuk Pantak, Kecamatan Ketungau Tengah, melewati jalan negara yang berbatu. Perjalanan sedikit berisiko karena lagi-lagi menerobos 2 kali (sungai kecil) yang memutus jalan. Kendati airnya jernih, deras dan segar, saya tetap khawatir dengan busi motor yang kebasahan. Beberapa kubangan lumpur di perjalanan juga menguras keringat saya untuk mengangkat ban motor yang terpejal.

Hingga 1 jam lebih perjalanan akhirnya saya sampai di rumah betang berikutnya. Rumah Betang di Lubuk Pantak di sini berada di tepi jalan sehingga tidak perlu melewati jalan setapak seperti rumah sebelumnya. Anak muda di sini terlihat lagi pada ngumpul. Salah satu warga sedang membuka warung di teras rumah mereka hingga jualan bensin, wah kalau mau belanja ga perlu keluar rumah ya!

Bagian samping Rumah Betang Panjang di Desa Lubuk Pantak Kec. Ketungau Hulu.

Motor mereka diparkir di bawah kolong rumah yang tinggi. Saat itu waktu sudah sore, terlihat ibu-ibu yang kembali dari ladang sedang menaiki teras mereka lewat tangga yang dibuat dari kayu besar yang masih bulat.

Itulah perjalanan saya di daerah terdepan, sebenarnya masih banyak Rumah Betang lainnya di Ketungau, namun waktu tidak memungkinkan untuk mendatangi semuanya. Kesan perjalanan saya adalah, Orang Dayak itu sangat ramah, selama perjalanan menembus hutan dan perkebunan sawit saya merasa aman dan tenang walaupun naik motor sendiri. Tidak ada sinyal dan hanya menggunakan GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) untuk bertanya.

Oh ya kawan-kawan, jika ada niatan untuk berkunjung ke Rumah Betang yang ada di Sintang, alangkah lebih baik berkunjung pada Bulan November, Desember & Januari. Karena pada saat itu sedang musim durian, warga akan memberikan kita durian yang jatuh dari pohon untuk kita makan sepuasnya, gratis!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.