Serunya Sensasi Naik Kereta Api Jenggala

0
1096
Kereta Api Jenggala di Stasiun Mojokerto.

Menikmati perjalanan kereta api adalah salah satu kegiatan yang paling menyenangkan dalam traveling. Saya sendiri hampir selalu memilih moda transportasi ini karena murah, aman, dan nyaman. Termasuk, saat saya ingin berjalan-jalan ke Kota Mojokerto. Sebuah kota di Jawa Timur yang memiliki aneka tempat wisata menarik.

Sayangnya, dari kota saya Malang, tidak ada perjalanan kereta api langsung yang menuju Mojokerto. Jikalau ingin langsung, maka saya harus menaiki kereta api Penataran Dhoho yang harus memutar melalui Blitar, Tulungagung, dan Kediri. Makanya, saya mencari cara bagaimana saya bisa menuju Mojokerto tetapi dengan waktu relatif singkat. Pilihan pun jatuh kepada kereta api Jenggala.

Untuk menaiki kereta ini, saya harus menuju Stasiun Sidoarjo yang merupakan stasiun terminus – stasiun pemberhentian awal dan akhir – dari kereta api ini. Saya pun harus menaiki kereta api Penataran dulu dari Stasiun Malang pada pemberangkatan pagi hari. Sekitar pukul 10 pagi, saya pun sampai di Stasiun Sidoarjo dan menunggu keberangkatan Kereta Api Jenggala pada pukul 11.15. Sambil menunggu, saya berkeliling di sekitar Stasiun Sidoarjo dan menemukan banyak promosi mengenai kereta ini.

Kereta Memasuki Stasiun Tarik Sidoarjo.

Saya baru tahu bahwa kereta ini hanya berjalan diantara Sidoarjo dan Mojokerto. Dengan tiket hanya 4.000 rupiah saja, penumpang bisa menikmati perjalanan sekitar 30 menit. Untuk pembelian tiket sendiri, bisa dilakukan melalui loket 3 jam sebelum keberangkatan dan melalui aplikasi KAI Access satu minggu sebelum keberangkatan.

Saat saya duduk di Stasiun Sidoarjo, sudah banyak siswa dari TK dan SD di Sidoarjo yang akan menuju Mojokerto. Kereta ini sendiri selain digunakan sebagai alat transportasi untuk masyarakat Sidoarjo dan Mojokerto, juga digunakan sebagai kereta wisata. Makanya, spanduk dan beberapa promosi lain untuk menaiki kereta ini dipasang cukup banyak. Saya semakin penasaran bagaimana ya rasanya menaiki kereta ini.

Tak selang lama, kereta yang saya tunggu tiba di jalur 4 dari arah Stasiun Mojokerto. Saya segera masuk dan berada satu gerbong dengan rombongan anak-anak TK yang sangat bersemangat. Pintu pun tertutup setelah semua penumpang masuk. Dan, sang masinis pun meniupkan semboyan 35, tanda kereta siap berangkat.

Memasuki Stasiun Tulangan Sidoarjo.

Kereta melaju menuju jalur percabangan antara Malang dan Mojokerto dari arah Sidoarjo dan Surabaya. Jalur ini tampak menarik perhatian saya karena ternyata baru saja direaktivasi kembali setelah sebelumnya tidak digunakan. Jalur yang bernama Jalur Tarik-Sidorajo ini kembali dibuka dan hanya dilewati oleh Kereta Api Jenggala. Makanya, kereta api ini disebut sebagai kereta perintis.

Pada awal perjalanan, hanya pabrik dan perumahan yang tampak di depan mata. Walau awalnya cukup membosankan, seiring perjalanan kereta yang akan memasuki Stasiun Tulangan, pemandangan pun berubah. Hamparan persawahan dengan latar berlakang gunung menjulang menjadi teman perjalanan saya. Sambil diiringi lagu-lagu yang dinyanyikan anak-anak TK, perjalanan ini terasa mengasyikkan. Apalagi, semboyan 35 khas KRDI yang dibunyikan menjadi penyela yang sangat asyik.

Hamparan Pesawahan di Daerah Tarik Sidoarjo.

Oh ya, kereta ini sendiri merupakan KRDI atau kereta diesel Indonesia. Berbeda dengan  kereta api pada umumnya, ada dua bagian lokomotif yang digunakan oleh masinis, yakni di bagian depan dan belakang. Masinis hanya perlu berpindah posisi lokomotif untuk mengemudikannya. Berbeda dengan kereta api lain yang harus melakukan kegiatan pindah posisi lokomotif.

Saya senang dengan fasilitas di dalam kereta ini. Hawa sejuk dari AC yang berembus membuat suasana terik di luar menjadi tak terasa. Kursi duduk yang nyaman dan pelayanan dari kondektur kereta yang ramah membuat saya betah. Dan, itu semua hanya perlu saya nikmati dengan harga 4.000 rupiah saja. Tak terasa, kereta yang saya naiki tiba di Stasiun Mojokerto setelah berhenti dulu di Stasiun Tarik. Saya pun bergegas turun untuk berjalan-jalan sebentar ke Kota Mojokerto sebelum kembali ke Sidoarjo dan menyambung ke Malang saat sore hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.