Serunya Nonton Peresean di Desa Bayan, Lombok

0
660
Pepadu saling beradu ketangkasan.

Ada banyak perhelatan budaya di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satunya ialah budaya Peresean. Budaya Peresean kerap dilakukan anak muda, orang tua, dan anak-anak kecil di Pulau Lombok. Sebagai warga Lombok sendiri, Peresean merupakan salah satu ajang untuk menguji mental, kekuatan, dan ketangkasan anak laki-laki di Pulau Lombok.

Peresean merupakan pertarungan antara dua laki-laki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin). Dengan berprisaikan dari kulit kerbau atau sapi yang keras dan tebal (ende). Tradisi Peresean kerap dilakukan di event-event penting di tengah masyarakat Lombok. Biasanya, perhelatan Peresean dilakukan setiap kali dalam setahun bahkan bisa lebih. Baik pada perhelatan HUT RI, dan acara-acara seremonial lainnya seperti Hari Maulid Nabi, Hari Pahlawan, dan hari penting lainnya.

Budaya Peresean mungkin sudah menjadi tradisi yang mendarah daging bagi semua laki-laki di sini. Bagaimana tidak? Dalam perhelatan Maulid adat Desa Bayan, serangkaian dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad, acara adat di Desa Bayan digandrungi dengan perhelatan budaya Peresean. Ada banyak yang dilakukan warga Desa Bayan dalam menyambut hari lahir nabi akhir zaman.

Perayaan Mangan Mulud di Masjid Bayan Belek.
Melestarikan Budaya

Dalam perjalanan waktu, budaya Peresean di Desa Bayan sudah menjadi keharusan dalam menyambut Hari Maulid Nabi. Jika Travelovers berkunjung ke Desa Bayan saat perayaan Maulid Nabi atau sering disebut Maulid Adat Desa Bayan, pasti Travelovers akan mendapat keseruan yang berbeda. Dalam acara perayaan Maulid Nabi, masyarakat Bayan kerap mengadakan budaya Peresean hingga malam hari. Para pemuda di Desa Bayan berbondong-bondong mengerumuni area lokasi Peresean di Desa Bayan di Masjid Kuno Bayan Belek.

Pada perayaan Maulid Adat Desa Bayan, hampir semua warga Desa Bayan ikut serta dalam perayaan tersebut, Travelovers. Dalam perayaan budaya Peresean di Desa Bayan, tak ada aturan yang harus dilakukan pemain atau pepadu jika dalam bahasa Sasak Lombok. Dalam perhelatan budaya Peresean, semua laki-laki yang ikut dalam lingkaran atau tribun lokasi Peresean, bisa saja menjadi pepadu. Seruu!

Dalam perjalanan saya menyaksikan budaya Peresean pada acara Maulid adat Desa Bayan dari Kota Mataram menempuh jarak cukup jauh, Travelovers. Dari Mataram menuju Desa Bayan bisa ditempuh 3 jam perjalanan lamanya. Tak perlu risau, jalan menuju Desa Bayan masih mulus walaupun ada tiga jembatan sedang diperbaiki akibat gempa Agustus 2018 lalu. Cus berangkat!

Juri mencoba berunding saat pepadu beradu.

Lanjut cerita tentang Peresean, pada perhelatan budaya Peresean travelovers, biasanya dilakukan tanggal 15 Rabiul Awal tahun Hijriah. Biasanya juga perayaan Maulid adat dilakukan selama tiga hari lamanya. Di hari pertama perayaan Maulid Adat di Desa Bayan, dilakukan pertama ialah Nutu Keliang atau numbuk padi. Selanjutnya Nutu Pembekel Beleq (numbuk padi di masing-masing dusun) dilakukan di masing-masing desa. Setelah itu dilakukan Buang Unggun yaitu lempar ampas padi yang sudah ditumbuk. Selanjutnya warga Desa Bayan melakukan Tun Gerantung ialah datangnya musik gamelan ala Desa Bayan sebagai penanda mulainya Maulid Adat.

Barulah pada malam harinya perayaan budaya Peresean dilakukan. Perayaan budaya Peresean dilakukan hingga menjelang subuh. Dengan diiringi suara gemelan, budaya Peresean menjadi lebih meriah. Dalam perayaan Peresean sendiri, semua pepadu harus membuka baju serta menggunakan capuk khas Desa Bayan. Biasanya capuk itu sebagai pelindung kepala dari sabetan rotan.

Perayaan Nasi Ancak ke Bale Belek desa Bayan.

Dalam aturannya, Peresean biasanya dilakukan dalam tiga ronde. Seperti permainan pada umumnya, Peresean memiliki juri yang akan mengawasi jalannya pertandingan. Juga dalam Peresean ada pemenangnya. Bagi yang terkena kepala maka pertandingan Peresean harus diakhiri. Karena jika lawan terkena bagaian kepala itu menandakan bahwa ia sudah kalah dari lawannya.

Dari perayaan Peresean ini semua pemuda diminta untuk berada di depan lingkaran arena. Tak perlu khawatir, biasanya lawan bertanding akan dipilih oleh juri sesuai keinginan kita yang ingin bertanding. Jadi, tidak ada paksaan jika ingin beradu ketangkasan dalam perayaan budaya Peresean ini. Chuii!

Jika anda ingin bertanding, datanglah ke Desa Bayan saat perayaan Maulid Adat Desa Bayan. Siapa pun boleh ikut bertanding, selama penantang dan lawan mau bertanding. Seru lho, Travelovers! Yuk ke Lombok, pasti seruuuu!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.