Serunya Menikmati Arung Jeram di Sungai Citarum

0
270
Berfoto Sebelum Kegiatan Dimulai.

Sungai Citarum yang identik dengan pencemaran dan kotor ternyata tidak sepenuhnya benar. Padahal apabila ditelaah lebih dalam, dari aliran sepanjang 300 KM tersebut, ternyata sepanjang 30 KM merupakan aliran yang termasuk ke dalam aliran yang bersih dan bisa dimanfaatkan masyarakat.

Seperti yang saya lihat di aliran Sungai Citarum yang berada di Kampung Cisameng, Desa Rajamandalakulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat ini. Warna airnya masih terlihat hijau akibat pantulan lumut serta ganggang yang berada di bebatuan atau dasar sungai.

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan merasakan sensasi berbasah basahan berarung jeram di arus sungai Citarum. Acara kolaborasi antara Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Bandung Raya dan GenPI Cianjur ini dalam rangka membantu mempromosikan destinasi wisata yang berada di aliran Sungai Citarum.

Acara ini merupakan agenda kegiatan kopdar rutin dari komunitas bentukan Kementerian Pariwisata ini. Selain mempromosikan pariwisata arung jeram di aliran sungai Citarum, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan GenPI terhadap program Citarum Harum sektor 10.

Dan juga sinergitas pentahelix pariwisata (Akademisi, Swasta, Komunitas, Pemerintah,dan Media) sangat berperan penting dalam majunya pariwisata di suatu daerah. Sehingga, acara seperti ini harus didukung pula oleh semua elemen pentahelix tadi.

Acara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan berkumpul di titik start awal di Jembatan Cisameng yang menghubungkan Desa Rajamandalakulon dengan Desa Bantarcaringin. Jumlah peserta yang hadir sekitar 50 orang  dengan menggunakan 7 perahu karet.

Awalnya, ada rasa cemas ketika memutuskan ikut acara rafting ini, pertama sekarang sedang musim hujan yang dikhawatirkan debit air menjadi tinggi. Dan yang kedua alasan karena saya sendiri tidak bisa berenang hehehe, walaupun sudah disediakan rompi pengaman tetap saja ada pikiran ke arah yang negatif.

Tapi alhamdulillah debit airnya termasuk normal dan di perjalanan pun berjalan dengan lancar tentu saja setiap perahu didampingi oleh para safety guard yang sudah berpengalaman. Bahkan selama perjalanan lebih banyak tertawa dan bercanda ketika perahu kami bertemu dengan perahu lainnya. Hanya 3 KM awal yang memang jeram nya cukup terasa memacu adrenalin, selebihnya arus air cukup tenang sehingga kami bisa leluasa menikmati pemandangan sungai terpanjang di Jawa Barat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.