Sensasi Melintasi Afsluitdijk, Daratan Pembelah Laut di Belanda Utara

0
256
Meski terlihat seperti pantai, namun sisi ini adalah danau lho!

Hari itu adalah Sabtu siang yang berawan di Kota Alkmaar, Belanda. Jam masih menunjukkan pukul 1 siang ketika saya sedang menghabiskan roti isi keju untuk makan siang. Mr. Graham, bapak pemilik rumah tempat saya homestay tiba-tiba mengajak saya berkumpul di ruang tengah. Rupanya beliau ingin mengajak saya mengunjungi Afsluitdijk (baca: af-slaut-daik), sebuah jalan raya yang sekaligus menciptakan sebuah bendungan yang kini menjadi danau air tawar terbesar di Belanda. Apa kamu bingung? Atau bertanya-tanya mengapa saya tuliskan ‘menjadi danau air tawar’? Tenang, nanti akan saya jelaskan, hehehe.

Perjalanan menuju Afsluitdijk dari rumah kami di Alkmaar menggunakan mobil memakan waktu sekitar satu jam. Waktu itu, saya tidak tahu apa itu Afsluitdijk. Graham hanya menjelaskan kalau Afsluitdijk itu adalah sebuah jalan raya, tidak lebih. Beliau berjanji akan menjelaskan sisanya di sana.

Ketika kami mulai memasuki jalan Afsluitdijk, mata saya terbelalak. Afsluitdijk yang saya lihat bukanlah sebuah jalan biasa, melainkan sebuah jalan raya yang terlihat seperti membelah lautan! Saya hanya melihat lautan tanpa adanya daratan di ufuknya, baik di sisi kanan maupun kiri jalan. Saya pun yakin bahwa Afsluitdijk bukan sebuah jembatan karena gelombang air di sisi jalan jelas terlihat ketinggiannya.

Sisi kiri adalah danau, sisi kanan adalah lautan!

Mobil kami berhenti di sebuah tempat pemberhentian di tengah-tengah Afsluitdijk. Terlihat gagah berdiri sebuah monumen yang menceritakan mengenai sejarah pembuatan jalan raya besar ini. Angin bertiup sangat kencang, terasa seperti berada di tengah laut. Di tempat pemberhentian inilah Graham menjelaskan bahwa Afsluitdijk sebenarnya adalah sebuah jalan raya sekaligus bendungan yang berfungsi untuk ‘membendung’ laut utara Belanda!

Jalan raya sepanjang 32 kilometer ini telah memisahkan Laut Wadden di bagian utara Belanda menjadi dua bagian: Laut Wadden di sisi utara dan Danau Ijjsel di sisi selatan. Jika kamu bingung, bayangkan saja sebuah teluk besar yang ditutup dengan jalan raya dari kedua ujungnya. Teluk tersebut bukan dihubungkan dengan jembatan melainkan benar-benar ditutup dengan membuat daratan, sehingga teluk tersebut berubah menjadi danau yang amat sangat besar!

Bisa kamu lihat betapa bedanya ketinggian muka air di sini?

Afsluitdijk merupakan salah satu bagian dari proyek Zuiderzeewerken, sebuah mega-proyek bendungan, reklamasi tanah, dan drainase air yang dilancarkan oleh Belanda selama abad ke-20. Tujuan dari proyek ini adalah untuk melindungi daratan Belanda dari banjir dan terpaan air laut. Tahukah kamu bahwa 26% wilayah negara Belanda berada di bawah permukaan laut? Beberapa daerah bahkan memiliki ketinggian 7 meter di bawah permukaan laut. Ditambah Belanda yang menjadi muara dari empat sungai besar eropa, membuat Belanda menjadi negara yang sangat rentan terkena banjir dari badai di lautan. Oleh karena itulah Afsluitdijk dibangun untuk melindungi sisi utara Belanda dari banjir air laut.

Graham juga menjelaskan bahwa Afsluitdijk tidak sepenuhnya menutup Laut Wadden. Terdapat katup yang bisa membuka apabila sisi selatan sudah lebih tinggi. Dengan dibangunnya Afsluitdijk ini alhasil mengubah keadaan ekosistem di sisi selatannya. Sisi selatan Afsluitdijk yang dulunya adalah air laut kini berubah menjadi Danau Ijssel, sebuah danau berair payau seluas 1.100 kilometer persegi!

Pintu masuk bagi kapal yang ingin memasuki sungai.

Belum puas rasa kagum saya terhadap Afsluitdijk, Graham mengajak saya kembali ke mobil. Rupanya beliau mengajak saya ke Den Oever, tidak jauh dari tepi Danau Ijssel. Beliau menunjukkan sebuah muara yang ditutupi dinding, memisahkan antara sungai dengan Danau Ijssel. Saya sangat terkejut ketika melihat perbedaan ketinggian dari muara dengan danau tersebut. Permukaan air sungai lebih rendah 5 meter dibanding air di muaranya! Bayangkan jika pintu tersebut jebol, air dari danau Ijssel akan mengalir deras ke dalam sungai dan membanjiri wilayah daratan. Pemandangan yang saya lihat sekaligus menyadari saya tentang betapa besarnya usaha yang dilakukan masyarakat Belanda untuk melindungi tanah mereka yang lebih rendah dari air laut.

Saya pernah mendengar kalimat ‘God schiep de Aarde, maar de Nederlanders schiepen Nederland.’ (Tuhan yang menciptakan bumi, orang Belanda yang membuat Netherland). Bisa dibilang, masyarakat Belanda mampu memanfaatkan tantangan dari alam dengan akal yang mereka punya untuk membentuk Belanda yang ada saat ini. Keren ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.