Sempurnanya Camping di Pantai Puru Kec. Amarasi Barat

0
1309
Penunjuk Arah di Pantai Puru.

Agenda Saya bersama teman saya setelah Idul Fitri 1440 H kemarin adalah akan menginap di sebuah pantai bernama Pantai Puru. Pantai Puru terletak di Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang menjadi pilihan kami. Waktu tempuh untuk menuju pantai tersebut hanya 1 jam dari Kota Kupang.

Pada Jum’at sore sekitar pukul 15.30 kami berdua berangkat menggunakan motor, sampai saat tiba di Pasar Baun kami memutuskan untuk membeli air minum melengkapi keperluan menginap. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Merbaun. kurang lebih 5 km sebelum tiba di pantai, jalanannya tidak lagi aspal, hanya ada jalan berbatu. Namun mobil pribadi tetap bisa masuk sampai ke sana.

Sesampainya di Pantai Puru, tepat di parkiran motor dan mobil, terpampang tulisan-tulisan papan dengan dibuat menarik, sebagai informasi ataupun arahan kepada pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan. Di sini juga terdapat warung kecil yang menjual aneka jajanan dan mie instan, sebagai penyelamat bagi para pengunjung yang lupa membawa perbekalan.

Jalan Setapak Untuk Akses Pengujung Menuju Pantai Lainnya.

Kami lalu berlanjut menemui Om Frengky, dia adalah penjaga keamanan, sekaligus pengelola dari Pantai Puru. Beliau sangat ramah dan sangat komunikatif untuk berinteraksi dengan para pengunjung yang datang. Tugas beliau adalah mengontrol keselamatan para pengunjung yang bermain di pantai agar tidak terseret gelombang dan juga memastikan tidak ada sampah-sampah berserakan.

Menurut informasi, Pantai Puru dibuka dan dijadikan tempat wisata sejak tahun 2016 lalu, tentunya atas inisiatif semangat gotong royong warga sekitar dan juga didukung oleh dana desa serta instansi lain. Sampai saat ini, sudah dibangun beberapa lopo atau rumah adat orang Timor untuk para pengunjung berteduh. Bak sampah tidak sulit ditemukan, selalu tersedia di setiap sudut area wisata. Toilet juga dikelola dengan baik dan selalu tersedianya air bersih di dalamnya.

Pantai Puru memiliki 4 pantai, dua pantai pertama berada di area pintu masuk pengunjung sehingga biasanya pengunjung banyak bermain di sini, di area sini juga lopo-lopo dan toilet dibangun. Sedangkan 2 pantai lainnya berada di sebelah hutan mangrove, jaraknya tidak jauh, hanya sekitar 10 menit berjalan kaki. Bagi wisatawan yang ingin menikmati pantai dengan suasana sepi, stay saja di 2 pantai ini.

Lopo di Pinggir Pantai Untuk Berteduh Pengujung.

Oh iya, di kawasan hutan mangrove ini banyak sekali lubang-lubang tanah yang dibuat oleh kepiting. Jadi jika kalian berniat untuk membakar kepiting, coba saja cari di kawasan ini, karena saat kami hanya sebatas lewat saja menemukan satu ekor kepiting yang berukuran lumayan besar.

Hari sudah semakin sore, matahari sudah menguning, tandanya sunset harus segera dinikmati. Saya dan teman saya memutuskan kembali ke area pantai yang pertama kali kami datangi, karena di sanalah lokasi yang tepat untuk melihat sunset. Dengan memperhatikan batas tertinggi air laut pasang, kami lalu mendirikan tenda untuk menginap malam ini. Matras untuk duduk gelar di depan tenda, biskuit coklat dikeluarkan dari tas, dan sempurnalah golden hour sore itu.

Meracik Biji Kopi di Pinggir Pantai.

Sore berganti malam, udara mulai perlahan dingin, kompor kami nyalakan untuk merebus air panas. Biji kopi kami racik dengan alat putar manual. Bintang-bintang mulai bermunculan di langit Pulau Timor yang bersih dari awan, segelas kopi hangat menyempurnakan malam. Selanjutnya mie instan kami santap sebagai menu makan malam.

Tak terasa pagi telah menyambut bersama suara deburan ombak. Kamipun memanaskan air dan meracik kopi kembali, lalu berkemas dan pergi ke pantai yang lebih sepi. Di sana kami berfoto-foto dan mandi di pantai sambil menikmati deburan ombak pantai selatan. Finally, selesai sudah agenda camping kita dan bersiap kembali pulang saat pagi itu juga.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.