Semesta Alam dan Pinus itu Bernama Bantir Hills

0
1614
Puncak Bantir Hills di antara pinus, muka capek abaikan saja.

Kapan terakhir kali Kamu naik gunung? Menghirup dedaunan alam, aroma pinus yang menggebu, sarat dengan petualangan seru? Seminggu, sebulan, atau berpuluh tahun yang lalu?

Kesibukan membelenggumu? Sama, tapi abaikan saja. Wisata Alam Bantir Hills, membuatmu kembali merasakan aroma alam nan syahdu ini. Pinus, jalan setapak, aroma tanah juga desau angin yang menderu.

Sejujurnya, Bantir Hills ini dekat banget dari tempat tinggalku. Orang Jawa bilang hanya sakplinthengan. Artinya sangat dekat sekali. Tapi entah karena kesibukan (atau keangkuhan?) yang membuatku belum pernah menyambanginya. Fiuh… Dan, kesendirian itu akhirnya membuatku menggebu-gebu untuk mendatanginya. Alam memanggil-manggil begitu dahsyat. Menatap pepohonan pinus, membaui aroma alam dan menjejak langkah satu demi satu menuju puncaknya. Kalau kuat, sih. Hem…

Tempatnya di lereng Gunung Ungaran. Rute termudah kota acuan yang paling gampang tentu saja Ambarawa. Naik lagi ke Bandungan. Lanjut ke Desa Sumowono. Desa tercinta yang penuh aroma alam. Dari situ ambil arah ke Bantir. Di Bantir ini ada barak tentara. Barak dengan bangunan super kokoh jaman perjuangan dulu. Mungkin Kamu pernah berkemah di Bantir? Bantir sendiri sering untuk berkemah. Orang sangat familiar dengan Bantir dan barak tentara ini.

Aroma pinus banget.

Dari barak ini lanjutkan saja langkah kaki sekitar 600 meteran. Akan ada plang kecil Bantir Hills. Jalan mungil menuju wisata alam. Lanjut terus 500 meter. Silakan beli tiket dulu. Sepeda motor atau mobil bisa masuk, ya. Hanya saja mobil cukup sampai parkiran bawah. Sedangkan motor bisa lanjut lagi agak ke atas.

Jalanan aman? Aman lancar. Hanya butuh kehati-hatian karena nanjak. Ya iyalah namanya juga di lereng gunung mas bro, hehehe. Untuk tiket masuk kategori murmer sangat ramah di kantong. Hanya 5 ribu rupiah per orang. Sedangkan parkir kendaraan roda dua 2 ribu rupiah saja. Di hari libur bisa saja naik, ya.

Sekitar 20 menit nanjak lagi ke atas naik sepeda motor. Perjalanan sampai area wisata akan disambut aroma pinus yang dahsyat banget. Khas dan alaminya kebangetan. Syahdu. Kalau Kamu ke Bantir Hills pagi, suasana masih sepi. Dedaunan alam, riuh pinus yang saling bergesekan, ditambah desau angin akan membuatmu terpana intuk beberapa saat. Atur nafas, rasakan indahnya.

Laris manis foto di sini, hihihi.

Ada beberapa spot foto menarik untuk dicoba. Silakan pilah pilih mau yang mana ya. Alam, tanpa ini itupun selalu menyuguhkan yang terbaik. Eits, perjalanan belum kelar. Mau sampai luncak Bantir Hills? Masih butuh perjuangan. Jalanan yang menanjak mungkin membuatmu mikir dua kali untuk tetap lanjut. Pesanku, kalau nggak niat atau merasa nggak fit. Jangan deh. Tapi, ngapain juga nggak sampai atas kalau sudah sampai separo jalan? Sayang, kan?

Jangan lupa bawa air minum. Tenaga sampai atas lumayan juga, lho. Jalanan hanya setapak. Butuh kehati-hatian. Kalau habis hujan, licin. Kemarin daku hanya pakai sandal jepit. Bisa dibayangin kan betapa ribetnya? Kalau tali sandal putus bisa-bisa pulangnya nyeker. Wuaduh… nggak mau banget, deh.

Akhirnya ditemani pinus dan doa-doa alam dalam diam sampai juga ke puncak Bantir Hills. Capek sih iya. Muka lelah lunglai langsung ludes lihat pemandangan yang tersaji di depan mata. Alhamdulillah. Ada apa di sana? Nan jauh di bawah sana, pepohonan pinus, desa tercintaku Desa Sumowono, lembah, pegunungan dan lain-lain dan lain-lain. Tak terkatakan.

Tak bosan untuk kembali lagi. Dari puncak Bantir Hills.

Jangan buru-buru turun, ya. Hirup udara alam sepuasnya. Keluarkan perlahan. Mengagumi ciptaan Allah SWT yang maha agung… Kembali turun setelah puas memandang semesta alam. Dan mikir, akan balik lagi kapan, ya? Hati-hati saat turun. Medan lebih berat ketika turun. Saat meninggalkan Bantir Hills, pepohonan pinus akan membuatmu menyatu dengan alam. Enggan meninggalkannya.

Petualangan selalu punya cerita sendiri yang tak akan tertukar. Alam, pinus akan memberi ide baru, mengobrak abrik imajinasi semestamu.

Dan selalu ada tanya tercipta. Kapan mau berpetualang lagi?

Jam Buka
Setiap Hari 08.00 - 17.00 Wib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.