Selamat Datang di Jakarta, Ratangga!

0
1565
Ini bentuk dalamnya Ratangga, keren banget kan!

Pertama kali naik MRT itu pas backpackeran ke Malaysia. Ngerasain kereta cepatnya yang per 3 menit keretanya datang. Kadang aku ada di bawah tanah eh kadang ada diatas juga. Seru deh pokoknya *hehe.

Pas udah tau MRT Jakarta bakal melaksanakan Uji Coba Publik pada tanggal 12–23 Maret 2019, aku excited banget denger kabar ini. Pengen cepet-cepet ngerasain sensasinya MRT Jakarta tuh kayak apa.

Btw, travellovers tau nggak apa itu MRT Jakarta? Nah kalau belum tau, aku kasih tau yah. Menurut Wikipedia MRT Jakarta itu kepanjangan dari Mass Rapid Transit atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta yang merupakan sebuah sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik. Jadi intinya ini merupakan kereta cepat yang biasanya digunakan di kota-kota besar di seluruh dunia untuk solusi pemecahan masalah macet salah satunya.

Ini stiker Uji Coba Publik MRT Jakarta.

Pada Uji Coba Publik MRT Jakarta ini, MRT Jakarta membuka rute Stasiun MRT Bundaran HI menuju Stasiun MRT Lebak Bulus. Dan aku memilih Stasiun MRT Senayan sebagai stasiun keberangkatan. Ohiya travellovers, pendaftaranya mudah banget kok, cuma masukan Nama Lengkap yang sesuai dengan ID (KTP/Passpor), Nomer NIK, No HP, dan Email aja di web atau instagramnya MRT Jakarta.

Pendaftaran sudah selesai, selanjutnya kita akan mendaptkan E-Ticket yang didalamnya terdapat data kita, stasiun keberangkatan dan juga jadwal. Nah pada uji coba kali ini waktunya dibagi menjadi beberapa sesi atau window time. Window time-nya antara lain pukul 08.00 – 10.00 WIB, 10.00 – 12.00 WIB, 12.00 – 14.00 WIB, 14.00 – 16.00 WIB. Inget jadwal ini hanya berlaku di trial run yah, kalau sudah beroperasi secara masal jadwal paling pagi mulai pukul 05.00 WIB.

Selamat datang di Stasiun MRT Senayan.

Setelah sampai di stasiun keberanggkatan yaitu Stasiun MRT Senayan aku mendapatkan stiker berwarna kuning dengan tulisan Uji Coba Publik MRT Jakarta dan ada jamnya juga loh, yaitu jam 10.00–12.00 WIB. Ohiya stikernya beda-beda warna yah tergantung kita ada di sesi keberapa. Nah nanti kalau sudah habis waktunya kita harus keluar dan bergantian dengan sesi berikutnya.

Setelah di pasang stiker, aku langsung disambut ramah oleh semua petugasnya. Nah untuk pejalanan pertama menggunakan MRT Jakarta ini, aku memilih rute Senayan menuju Bundaran HI. Jadi ada dua rute antara Senayan – Bundaran HI dan Senayan – Lebak Bulus. Kalian bebas pilih yaa rute mana dulu yang mau kalian coba. Ohiya travellovers, dalam uji coba MRT Jakarta kali ini dengan rute Lebak Bulus ke Bundaran HI ataupun sebaliknya, kita akan melewati 13 stasiun sepanjang 15,7 km.

Dari 13 stasiun kita akan melewati 6 stasiun dibawah tanah. Seru banget nggak tuh travellovers? Nah selain dibawah tanah ada juga stasiun yang diatas. Jadi kayak turun naik gitu, tapi asli seru banget!

Ohiya travellovers sistemnya hampir sama dengan KRL Communterline yah. Kalau kita tidak keluar stasiun alias melewati pintu keluar kita bebas untuk naik MRT lagi sampai kita benar-benar memilih untuk berhenti di satu stasiun.

Ketika aku menginjakan kaki di Stasiun Senayan, mataku langsung terperangah dengan desain stasiun yang sangat modern bak di luar negeri. Selain itu fasilitasnya pun lengkap. Tersedia tangga, eskalator, lift, dan juga guilding block atau jalur khusus bagi penumpang difabel. Semua disediakan untuk memudahkan penumpang dalam menggunakan moda transportasi MRT Jakarta yang bernama Ratangga ini.

Selain itu, aku menyempatkan untuk menggunakan toilet. Wah ternyata toiletnya keren kayak di hotel-hotelOhiya, toiletnya pun dilengkapi untuk penumpang difabel loh. Lengkapkan?

Jangan lupa antri sesuai dengan garis yang sudah disediakan yaa travellovers.

Nah di setiap stasiun juga tersedia Ruang Menyusui, Tempat Ibadah, dan akan adan tenan-tenan yang kelak akan berjualan di stasiun. Nggak cuma itu loh travellovers, di setiap stasiun juga disedikan pintu kaca pembatas peron otomatis. Ini terasa lebih aman loh. Karena jarak antara pintu kereta dengan pintu kaca otomatis ini hampir tidak terlihat.

Perhatikan juga sebelum masuk kedalam MRT. Persis didepan pintu otomatis ada tanda panah berwarna hijau dan beberapa garis berwarna kuning atau merah di tepi pintu. Ini difungsikan untuk memberikan kemudahan penumpang yang akan turun terlebih dahulu sebelum penumpang yang akan naik. Dan tentunya akan lebih tertib.

Pas baru masuk Gerebong MRT Jakarta dari Stasiun Senayan, aku dapet di Gerbong ke 6 atau gerbong akhir. Desain gerbongnya sangat modern dan futuristik. Tentunya bersih juga yah. Terdapat CCTV disetiap gerbongnya. Jadi semakin aman. Ohiya FYI, setiap 1 kereta MRT terdapat 6 gerebong. Bahkan wacananya, kelak akan ada gerbong khusus wanita atau women only unit. Nah gerbong khusus wanita ini nanti akan di operasikan pada jam-jam sibuk, seperti jam 07.00–09.00 WIB dan jam 17.00–19.00 WIB. Ohiya gerbongnya khusus wanita pun ada di gerbong pertama dan terakhir.

Genks, disetiap ujung tiap peronnya disediakan 6 kursi prioritas untuk lansia, ibu hamil, ibu dengan anak-anak, dan penyandang disabilitas. Tandanya dengan tiang berwarna kuning dan tali pegangannya (handgrip) pun berwarna kuning dengan lebih rendah agar lebih mudah di gapai. Nah selain itu, khusus di gerbong nomer 3 dan 4 di khususkan untuk sahabat disabilitas dan juga prioritas, karena di dalamnya ada space untuk kursi roda. Jadi MRT ini sangat ramah untuk semua penumpang.

Selain itu, disetiap gerbong disedikan papan penunjuk arah digital yang akan bergerak sesuai dengan stasiun yang akan dituju. Dijamin kita nggak akan salah atau lupa stasiun berikutnya. Ada juga rute evakuasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan dilengkapi juga dengan Interkom Darurat yang memungkinkan kita bisa berbicara dengan petugas disaat keadaan darurat. Satu lagi, disetiap gerbong atau peron disediakan Kamera CCTV. Jadi jangan berbuat aneh-aneh yah.

Pada uji coba MRT Jakarta kemarin, kereta akan tiba setiap 10 menit sekali. Jadi jaraknya tidak terlalu lama ya. Bahkan pas coba abang hitung, jarak tempuh antara Stasiun Bundaran HI – Lebak Bulus hanya 35 menit. Cepet banget kan travellovers?

Nah kalau ini untuk kursi penumpang prioritas yaa travellovers.

Akhirnya penantian bertahun-tahun terlaksana juga. Ini bukan cuma penantian abang semata, tapi rakyat Indonesia, khususnya yang ada di Jakarta. Dari dulu kita pasti memimpikan punya moda transportasi yang cepat dan bebas dari macet serta terintegrasi dengan moda transportasi lain. Ini salah satu jawaban dan solusi untuk pemecahan masalah macet di Jakarta.

Untuk para travellovers, kita harus menjaga semua fasilitas yang ada. Ini merupakan transporasti terbaru untuk kita semua jadi kita harus menjaga dan merawatnya dengan baik. Patuhi semua peraturan yang ada. Tertib dan budayakan antri yah.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan stasiun dan MRT-nya juga. Biasakan untuk menyimpan sampah yang kalian bawa dan membuangnya ketika sudah menemukan tempat sampah yah. Selamat datang di Jakarta, Ratangga. MRT Jakarta untuk kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.