Selain Naik Paralayang, Apa yang Bisa Dilakukan di Batu Paralayang?

0
282
Pemandangan Gunung Banyak.

Wisata Paralayang Batu, Jawa Timur, menyediakan fasilitas permainan yang menguji adrenalin wisatawan. Permainan itu dikenal dengan nama paralayang. Paralayang masuk dalam kategori cabang olahraga terbang bebas dengan bantuan parasut. Nah, dengan datang ke destinasi wisata ini, kalian bisa mencoba sensasi olahraga paralayang yang titik keberangkatannya terletak di Gunung Banyak dan titik pendaratannya di Daerah Songgoriti. Semua kalangan bisa mencobanya, bahkan anak-anak sekalipun.

Jam bukanya pun 24 jam full. Sayangnya, jika malam, paralayang hanya dilakukan jika cuaca terang dan angin sedang bersahabat. Tiket masuknya cukup terjangkau, yaitu Rp 10.000 saat weekday dan Rp 15.000 saat weekend. Murah bukan? Biaya paling mahal memang terletak pada permainan paralayang yang dimainkan. Ada beberapa paket tarif yang ditawarkan. Paket A basic dengan tarif Rp450.000, paket B medium seharga Rp 550.000, paket C advance Rp 600.000, paket D premium dengan harga Rp650.000, dan paket E night flight seharga Rp 850.000.

Mengapa paket D sangat mahal? Paket D menawarkan fasilitas antar jemput dari Batu ke titik take off, 12 softcopy foto saat persiapan, terbang, dan airbone, welcome drink, stiker, pin, postcard paragliding, dan t-shirt Paralayang. Kalau kalian tertarik mengambil paket A, kalian hanya mendapatkan 8 softcopy foto. Paling nikmat tentu paket E. Selain semua fasilitas pada paket D, kalian juga akan mendapatkan minuman susu panas dan jagung bakar saat sudah mendarat.

Untuk kalian, seorang budget traveller, biaya itu terlalu mahal. Lalu, ngapain di Paralayang? Jangan khawatir ya. Di area ini kalian bisa melakukan banyak hal.

Menikmati Pemandangan Kota Batu

Di titik take off, kalian akan disajikan pemandangan Kota Batu yang benar-benar indah. Kalau kalian datang setelas subuh, kalian akan mendapatkan pemandangan Kota Batu plus sunrise. Namun, jika terlalu pagi untuk datang ke sini, kalian bisa datang saat malam hari. Kemerlap cahaya lampu kota yang berwarna-warni. Tentunya, jangan lupa membawa jaket karena suhu di sini lumayan dingin. Jika kedua waktu itu cukup menyusahkan untuk kalian datang, waktu siang hingga sore hari juga gak kalah bagus. Kalian masih bisa duduk-duduk santai di tepi puncaknya sambil menikmati pemandangan gunung, awan, dan kota serta merasakan angin sepoi-sepoi.

Menikmati Pemandangan di Omah Kayu
Menginap di Omah Kayu.

Pengelola Paralayang Batu memang sangat memahami keinginan semua kalangan untuk berfoto di destinasi wisata yan dikunjungi. Untuk itu, pengelola Paralayang Batu menyediakan spot menikmati pemandangan berupa Omah Kayu atau rumah pohon. Dari spot itu, kalian bisa melihat pemandangan hijau perbukitan dan lanskap kota. Tidak usah khawatir saat naik ke omah kayu karena strukturnya dibuat menempel pada pohon yang besar dan kuat.

Nah, omah kayu ini pun ditawarkan sebagai pilihan menginap bagi kalian. Dengan bahan kayu dan kaca untuk bahan jendela, omah kayu sudah bisa disinggahi. Bentuknya memang hanya satu ruangan, tetapi sudah cukup untuk ditinggali berdua.

Membeli Bunga
Membeli bunga di Paralayang.

Saat datang ke omah kayu, kalian akan melihat banyaknya penjual bunga yang ada di sana. Nah, sengaja banget memang penjualnya menjual bunga di sini. Barangkali saja, kalian ingin melamar kekasih kalian di sini dengan bunga segar khas pegunungan.

Berfoto di Sepasang Sayap

Mungkin, sepasang sayap yang ada di dekat titik take off merupakan ikon dari olahraga paralayang yang membuat kalian bisa terbang. Sepasang sayap ini menjadi incaran pengunjung sebagai tempat swafoto. Lumayan untuk menunjukkan bahwa kalian sudah pergi ke Paralayang meskipun tidak mencoba naik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.