Sejenak Menikmati Bandung di Teras Cikapundung

0
279

Jalan-jalan ke Kota Bandung bersama keluarga terasa spesial berkat sebuah tempat menarik yang ada di Kota Kembang ini. Selepas keluarga besar kami berbelanja di Pasar Andir, om saya memutuskan untuk rehat sejenak. Di sebuah taman yang disebut dengan Teras Cikapundung.

Taman ini berada di sekitar Jalan Sriwijaya Kota Bandung. Masih tak jauh dari sekitar kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Uniknya, mobil yang kami tumpangi harus diparkir di sekitar jembatan yang berdiri gagah di atas Sungai Cikapundung. Lepas semua anggota keluarga keluar dari mobil, barulah kami menuju tempat itu.

Berfoto di beberapa spot fotografi.

Mulanya, saya heran mengapa tak ada keberadaan taman yang dimaksud. Barulah setelah diberi petunjuk oleh om bahwa taman itu ada di sisi bawah jembatan, saya baru sadar. Saya dengan segera mengalihkan pandangan di bantaran sungai yang tampak menawan, penuh dengan tanaman hias dan puluhan bangku taman.

Kami segera menuruni anak tangga yang berada di salah satu sisi bantaran sungai. Di sana, sudah banyak para mojang Bandung yang bersemangat mengambil gambar. Dengan latar belakang lukisan kupu-kupu dan kalimat yang indah, mereka seakan menikmati kegiatan tersebut. Ibu dan adik perempuan saya juga tak mau kalah. Mereka juga ikut mengambil gambar di tempat tersebut.

Pandangan saya teralih ke bibir sungai yang tampak menawan. Dengan beberapa bangku taman buatan, banyak warga Bandung yang juga turut menikmati senja. Sepanjang aliran sungai itu, tampak pula perahu karet yang asyik membawa para wisatawan. Namun, bukan itu yang membuat hati saya gembira. Air Sungai Cikapundung yang mengalir di sana tampak jernih. Hampir tak saya temukan satupun sampah yang tercecer di sana.

Bersantai bersama kawan di akhir pekan.

Rupanya, tempat ini merupakan salah satu kawasan konservasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum. Maka, keasrian dan kebersihan sungai ini sangat dijaga betul. Pun demikian dengan sumber air di dalamnya. Saya menemukan sebuah sumur yang begitu jernih. Saking jernihnya, air di dalam sumur tersebut bisa merefleksikan wajah saya dengan hampir sempurna. Jarang sekali saya menemukan kejernihan air sumur dalam beberapa waktu terakhir.

Sembari menikmati air sumur, saya juga melihat anak-anak kecil yang mandi di bagian sungai yang berarus tenang. Mereka sangat  menikmati sore itu dan dinginnya Kota Bandung. Ada pula yang memancing di sekitar aliran sungai. Entah ikan apa yang mereka dapat, yang jelas usaha untuk menjaga kelestarian sungai dan taman ini patut diacungi jempol.

Sensasi pijat ikan.

Sementara itu, para orang tua sibuk menikmati terapi ikan yang ada di dekat permainan anak. Mereka tampak nyaman mendapati kaki mereka digigit ikan untuk kesehatan. Sambil menikmati udara Bandung yang segar, kegiatan itu benar-benar mengasyikkan. Apalagi, pengunjung hanya perlu membayar 10 ribu rupiah untuk kegiatan tersebut dan mereka bebas menikmati pijatan ikan itu sepuasnya.

Saya belum puas dan memutuskan untuk berkeliling ke sekitar Teras Cikapundung. Rupanya, Sungai Cikapundung ini juga mencakup beberapa wilayah penting di sekitar Kota Bandung. Mulai dari Kebun Binatang Bandung, Balaikota Bandung, dan beberapa kawasan wisata di sekitar Kota Bandung. Tak hanya sebagai sumber air, Sungai Cikapundung juga berfungsi sebagai pembangkit listrik di PLTA Bengkok dan PLTA Dago Pojok.

Adanya restorasi atau penataan Sungai Cikapundung yang masih bagian dari Sungai Citarum ini juga sebagai langkah yang baik agar kualitas sungai ini bisa diperbaiki. Upaya ini harus kita dukung bersama. Mengunjungi Teras Cikapundung dan memaknai pentingnya pelestariannya adalah salah satu caranya. Ah sayang, saya tak bisa lama-lama karena om saya memanggil untuk bersiap ke Teras Cihampelas. Semoga kunjungan ini membawa banyak pelajaran berharga ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.